• Latest
Rethinking God - a383ab78 e3f0 4bc8 a819 de4ce8581824 | # Book Opinion | Potret Online

Rethinking God

Februari 25, 2026

OTT Kepala Daerah dan Rapuhnya Demokrasi Lokal

April 17, 2026
fb4fd11e-159e-4ae3-acae-836dffc91dd8

Adab Bermunajat: Integrasi Kesucian Mental dan Fisik dalam Menghadap Sang Khalik

April 17, 2026

Agama yang Meninabobokan atau Menggerakkan? Dari Mimbar ke Realitas, Mencari Kembali Ruh Peradaban

April 16, 2026
Mahasiswa menunda tugas sambil bermain ponsel di depan laptop

Mengapa Kita Menunda Tugas Penting? Memahami Academic Self-Handicapping

April 16, 2026
3B16BCC9-5860-4D88-89D6-B676DAE2E109

Bertanya Soal Kartu Aceh Carong

April 16, 2026
Ilustrasi remaja menggunakan TikTok dengan ekspresi reflektif, menggambarkan pencarian informasi kesehatan mental di media sosial.

Ketika TikTok Menjadi “Psikolog”: Tren Self-Diagnosis Kesehatan Mental pada Gen Z

April 16, 2026
Ilustrasi ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah dengan latar peta dan simbol energi global

Konflik Amerika Serikat–Iran 2026: Sejarah Panjang dan Kebuntuan Diplomasi

April 16, 2026
Ilustrasi kecemasan orang dewasa yang berkaitan dengan pengalaman masa kecil

Kecemasan Tanpa Sebab? Bisa Jadi Berasal dari Luka Masa Kecil

April 16, 2026
Jumat, April 17, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Rethinking God

Redaksi by Redaksi
Februari 25, 2026
in # Book Opinion, Bedah buku
Reading Time: 3 mins read
0
Rethinking God - a383ab78 e3f0 4bc8 a819 de4ce8581824 | # Book Opinion | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS


Rethinking God

Oleh ReO Fiksiwan

“Sudah saatnya [bagi Islam] untuk memikul, bersama dengan semua tradisi budaya besar lainnya dengan risiko modern dari pengetahuan ilmiah.” — Mohammed Arkoun(1928-2010), Rethinking Islam: Common Questions, Uncommon Answers(1994).

Kemarin senja(24/2/26)  dalam Webinar #68 Esoterika, Dr. Budhy Munawar Rachman, dosen filsafat di Driyarkara dan Paramadina, bersama Dr. Ahmad Gaus AF, mengajar di Swiss German

University (SGU), Tangerang, Banten, meresensi buku terbaru karya Reiner Emyot Ointoe: Tuhan dan Senjakala Kebudayaan(2025). 

Diskusi ini membuka ruang refleksi kritis atas filsafat ontologi dan epistemologi ketuhanan, dengan pendekatan yang berbeda dari kedua pengampu.

Dr. Ahmad Gaus AF menyoroti tiga topik utama yang disajikan dalam buku, yang memberi perspektif fundamental tentang relasi antara Tuhan dan kebudayaan secara ontologis-epistemik. 

Sementara itu, Dr. Budhy Munawar Rachman merumuskan sepuluh subtopik yang digelindingkan secara runtut dari 67 esai yang berkelindan dalam buku tersebut. 

Diskusi diawali dengan gugatan mendasar: apakah Tuhan dapat dinalar secara rasional, dan bagaimana ujung pemaknaannya dapat dicapai melalui filsafat.

Sebagaimana tertulis dalam sinopsis, buku Tuhan dan Senjakala Kebudayaan sendiri merupakan refleksi filosofis yang luas mengenai relasi antara Tuhan, rasionalitas, dan kebudayaan dalam konteks krisis modern. 

Reiner Ointoe memulai dengan pertanyaan ontologis dan epistemologis: apakah Tuhan dapat dipahami secara rasional, dan bagaimana manusia mengetahui serta memaknai keberadaan-Nya. 

Melalui dialog dengan tradisi filsafat Barat dan Islam—dari Plato, Aristoteles, Ibnu Sina, Al-Ghazali, hingga Kant dan Heidegger—ia menempatkan persoalan ketuhanan bukan sebagai isu dogmatis, melainkan sebagai problem filosofis yang terbuka dan kritis.

Salah satu sumbangan utama buku ini adalah pembacaan historis terhadap evolusi konsep Tuhan. 

Ointoe menunjukkan bahwa pemahaman manusia tentang Tuhan berkembang seiring dengan kesadaran moral, sosial, dan intelektual. 

Namun, perubahan historis ini tidak meniadakan dimensi transendensi, melainkan menegaskan bahwa yang berubah adalah horizon pemahaman manusia, bukan realitas ontologis itu sendiri. 

Dengan demikian, ia berusaha menghindari reduksionisme, baik yang bersifat sekularistik maupun fundamentalis.

Buku ini juga mengulas relasi antara sains dan agama. 

Melalui dialog dengan pemikir seperti Paul Davies, Francis Collins, dan para kritikus agama modern, Ointoe berargumen bahwa konflik antara sains dan iman lebih merupakan benturan epistemologis daripada pertentangan ontologis. 

Sains menjelaskan mekanisme dunia, sementara pertanyaan tentang Tuhan menyentuh dasar makna dan keberadaan. 

Dengan kerangka ini, ia menolak ateisme saintistik yang mereduksi Tuhan menjadi hipotesis empiris, sekaligus menolak teologi anti-rasional yang menutup diri dari kritik.

Tema “senjakala kebudayaan” menjadi metafora sentral dalam membaca kondisi modernitas. 

Ointoe melihat krisis global—baik moral, politik, maupun kultural—sebagai gejala kehilangan orientasi ontologis. 

Kebudayaan yang tercerabut dari fondasi makna transenden cenderung jatuh pada komodifikasi, relativisme ekstrem, dan fragmentasi identitas. 

Karena itu, buku ini mengusulkan perlunya pemulihan relasi antara Tuhan, rasionalitas, dan kebudayaan sebagai upaya menata kembali arah hidup manusia modern.

Secara keseluruhan, Tuhan dan Senjakala Kebudayaan bukan sekadar karya teologi atau kritik sosial, melainkan peta intelektual yang berusaha menjembatani metafisika klasik, kritik modern, dan krisis kontemporer. 

Ia mengajak pembaca untuk berpikir melampaui polarisasi antara iman dan akal, antara tradisi dan modernitas. 

Buku ini relevan sebagai bahan diskusi karena tidak menawarkan jawaban final, melainkan membuka ruang dialog reflektif tentang fondasi makna di tengah dunia yang semakin kompleks dan tidak pasti.

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Rethinking God - 1001302284_11zon | # Book Opinion | Potret Online

Khotbah Tiga Jelata

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com