Dengarkan Artikel
Oleh Tabrani Yunis
Ketika sedang duduk di bangku panjang depan POTRET Gallery, pikiran melayang jauh suatu masa, kala mengajar sejumlah siswa kelas afirmasi di SMA Negeri 16 Banda Aceh. Sekolah itu kala itu membuka kelas afirmasi yang siswanya berasal dari daerah, dan dididik di sekolah itu. Mereka diasramakan, agar mudah mengikuti proses pembelajaran tanpa ada hambatan transportasi dan alasan jarak.
Entah mengapa tiba-tiba pikiran melayang ke kelas itu. Namun pada waktu bersamaan juga muncul soal siswa-siswa di daerah terpencil yang potensial untuk diajar dan dididik di sekolah yang berada di kota, seperti halnya di Banda Aceh.
Menyebut nama kelas afirmasi, tentu tidak semua orang kenal dengan kelas tersebut, apalagi kalau memang tidak concern dengan hal itu. Maka, eksistensinya tidak begitu penting. Namun, bagi orang yang punya kepedulian pada bidang pendidikan, kelas afirmasi adalah kelas yang menarik untuk ditatap dengan sorotan mata, yang tidak hanya cukup sebelah mata, tetapi perlu dengan mata tajam yang bila perlu setajam mata elang.
Ya, bagi penulis sendiri sudah lama mendengar dan membaca tentang kelas afirmasi ini, namun belum pernah mengulasnya. Seakan bukan isu atau hal penting. Padahal ini adalah persoalan anak bangsa yang perlu juga disikapi, baik dalam perspektif positif, maupun negatif dan kritis.
Lalu seperti apa sih kelas afirmasi tersebut. Selayaknya kita mencari referensi, karena pasti ada catatan atau referensinya, setelah program ini dirancang dan dilaksanakan dalam sistem pendidikan kita.
📚 Artikel Terkait
Nah, kita coba maknai apa yah dimaksud dengan kelas afirmasi itu. Jadi, kelas afirmasi itu adalah kelas yang dibuka untuk mendidik siswa daerah 3 T. Ya, daerah Tertingal, Terdepan dan Terluar di Indonesia yang mengalami keterbatasan akses infrastruktur, ekonomi serta layanan dasar ( pendidikan dasar dan kesehatan), berdasarkan Perpres no 63 tahun 2020. Artinya, peserta didik yang disekolahkan atau diajarkan di kelas afirmasi adalah peserta didik yang berasal dari daerah yang dalam kondisi kekurangan dan keterbatasan.
Maka, dibukanya kelas afirmasi ini dengan tujuan agar anak-anak dari daerah 3 T dapat belajar dengan baik sebagaimana layaknya anak-anak dari daerah perkotaan. Tujuan lain adalah untuk menyiapkan siswa ini untuk mampu bersaing masuk ke perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
Dengan demikian dapat difahami bahwa kelas afirmasi adalah kelas khusus yang dipersiapkan untuk mendidik anak-anak atau siswa yang berasal dari daerah yang dikategorikan sebagai dari 3 T. Untuk kelas afirmasi, para siswa yang berada di daerah 3 T diundang atau disekolahkan di sekolah tertentu di Banda Aceh, agar mereka mendapatkan kesempatan belajar yang sama dengan siswa di kota. Namun, yang lebih penting adalah menyiapkan mereka mampu bersaing mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi bergengsi.
Keberadaan kelas afirmasi menjadi penting untuk memberi kesempatan kepada anak-anak di daerah 3 T mendapatkan nilai pelayanan khusus yang mungkin lebih baik dibandingkan dengan sekolah asal mereka di daerah masing-masing. Memberikan kelas khusus juga berarti memberikan pelayanan khusus kepada mereka agar bisa bersaing dengan lulusan sekolah-sekolah unggul di kota, sehingga mampu bersaing merebut kursi perguruan tinggi yang diinginkan. Kelas afirmasi juga penting sebagai upaya untuk mengatasi kesenjangan kualitas bagi anak-anak yang berpotensi melanjutkan pendidikan tinggi yang berkualitas.
Oleh sebab itu, idealnya kelas seperti ini perlu ada secara berkelanjutan atau berkesinambungan setiap tahunnya. Dikatakan demikian juga sebagai pemantik atau trigger bagi siswa untuk memperoleh kesempatan belajar di kelas afirmasi. Artinya, untuk kelas afirmasi juga dilakukan seleksi agar siswa di daerah termotivasi.
Hanya saja, saat ini apakah kelas afirmasi ini masih berjalan di Aceh atau sudah berubah bentuk. Sebab bila kita datang ke sekolah yang sebelumnya mengadakan kelas afirmasi saat itu, kini sudah tidak kita jumpai lagi. Bisa saja program ini ada dan hilang, tergantung pada siapa yang merancang dan memogramkan sebelumnya. Karena biasanya setiap pucuk pimpinan berganti, maka kemungkinan program berganti, program lama yang baik, dianggap tidak baik dan tidak dilanjutkan.
Nah, bagaimana pandangan anda? Apakah anda merasa bahwa program kelas afirmasi itu sebuah program yang layak untuk dikembangkan? Apa pendapat dan bagaimana perspektif anda? Silakan buat sebuah tulisan dan kirimkan ke Potretonline.com.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






