Puisi
Karya Muhammad Haikal Tawaqal
Siswa SMAN 1 Lhokseumawe
Hujan deras mengguyur, tanpa jeda yang perlahan, Dari langit mendung, air seolah dicurahkan. Dari hulu pegunungan, arus datang dengan cepat, Warna keruh pekat, membawa serpihan dan hanyutan.
Dataran Aceh tergenang, jalur darat terputus, Kendaraan terhenti, warga berupaya menyelamatkan diri. Kepanikan merebak, harta benda diangkat segera, Rumah terendam, menimbulkan kecemasan mendalam.
Endapan lumpur tersisa, pekerjaan membersihkan menanti, Namun itulah kenyataan, harus dihadapi dengan ikhlas. Bersabarlah, sebab air pasti akan surut, Kita hadapi bersama, dengan semangat persatuan.
Lhokseumawe,6 Desember 2025
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.














Discussion about this post