• Latest

Budi Arie Setiadi Unfollow

September 15, 2025
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Budi Arie Setiadi Unfollow

Redaksiby Redaksi
September 15, 2025
Reading Time: 4 mins read
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

BUDI ARIE SETIADI UNFOLLOW

oleh ReO Fiksiwan 

„Bias kognitif bawaan kita membuat kita rentan terhadap manipulasi dan eksploitasi oleh mereka yang punya agenda untuk didorong, terutama jika mereka dapat mendiskreditkan semua sumber informasi lainnya.” — Lee McIntyre(63), Post-Truth(2018).

Di zaman ketika satu sentuhan jari bisa lebih menggelegar daripada pidato kenegaraan, Budi Arie Setiadi(56) tampil sebagai tokoh utama dalam drama digital yang tak kalah absurd dari teori relativisme epistemik. 

Ia bukan hanya mantan Menteri Komunikasi dan Informatika yang sempat terseret isu judi online dan pinjol, tetapi juga mantan Menteri Koperasi di era Prabowo Subianto(73)—jabatan yang ia emban setelah era Jokowi(64), seolah loyalitas bisa dikemas ulang dalam format .zip dan dikirim lintas rezim. Namun, panggung politik Indonesia selalu punya babak baru. 

Dalam reshuffle kabinet pekan silam, Budi Arie ikut diganti bersama empat menteri lainnya. Dan seperti tokoh dalam novel satir, ia tidak memilih refleksi atau klarifikasi, melainkan satu aksi yang mengguncang jagat maya: ia unfollow akun Instagram Presiden Prabowo Subianto. 

Netizen pun bersorak, sebagian tertawa, sebagian mencibir, dan sebagian bertanya-tanya: apakah ini bentuk protes, patah hati, atau algoritma yang sedang mencari makna?

Dunia kini yang dijelaskan oleh Alan Sokal(70) dalam Beyond the Hoax, kita hidup di tengah banjir simbol dan narasi yang tak lagi tunduk pada verifikasi. 

Sokal mengkritik bagaimana jargon ilmiah dan retorika akademik bisa dipakai untuk membungkus kebohongan, dan dalam konteks ini, gestur Budi Arie menjadi semacam meta-narasi politik: ia tidak bicara, tapi ia mengisyaratkan. Ia tidak mengklarifikasi, tapi ia menghapus. 

Dan publik, yang sudah terbiasa hidup dalam lanskap post-truth seperti dijelaskan oleh Lee McIntyre(65) dalam  Post-Truth (2018), langsung menafsirkan aksi itu sebagai bentuk kekecewaan, pengkhianatan, bahkan sinyal bahwa ia akan “ngadu ke Solo”—tempat di mana loyalitasnya berakar.

Budi Arie adalah produk dari zaman di mana loyalitas politik bisa lebih kuat daripada etika jabatan. 

Ia dikenal sebagai bagian dari “geng Solo”, lingkaran relawan Jokowi yang tak hanya mendukung, tapi juga menjaga warisan politik sang presiden ketujuh.

Ketika ia diangkat oleh Prabowo, banyak yang melihatnya sebagai jembatan antara dua era. Tapi ketika jembatan itu runtuh, ia memilih unfollow, bukan membangun ulang.

Dalam dunia yang rasional, tindakan seperti ini mungkin dianggap remeh. 

Baca Juga

b25b943e-f0d2-47df-bd75-ad0c643a8322

Gara-gara Tahanan Rumah Gus Yaqut, Akhirnya KPK Minta Maaf

Maret 27, 2026

BENGKEL OPINI RAKyat

Maret 27, 2026
ChatGPT Image 27 Mar 2026, 08.43.09

Pelayanan Akses Kesehatan di Nabire Provinsi Papua Tengah Masih Minim

Maret 27, 2026

Tapi dalam dunia yang telah kehilangan batas antara fakta dan opini, antara gestur dan substansi, unfollow adalah pernyataan politik. 

Ia lebih viral daripada program koperasi, lebih dibahas daripada laporan audit, dan lebih ditafsirkan daripada pidato reshuffle. 

Bahkan Mahfud MD(68) menyebut reshuffle ini sebagai “pintu yang dibuka” untuk menuntaskan kasus judol yang sempat menyeret nama Budi Arie.

Maka, kita bertanya: apakah politik kini telah menjadi panggung performatif, di mana tindakan kecil bisa menjadi simbol besar? 

ADVERTISEMENT

Apakah keadilan dan akuntabilitas masih punya tempat, atau sudah digantikan oleh algoritma dan gestur digital? 

Dalam dunia yang dijelaskan oleh Sokal dan McIntyre, kebenaran bukan lagi soal bukti, tapi soal siapa yang paling viral.

Dan Budi Arie, dengan satu sentuhan jari, telah membuktikan bahwa dalam politik Indonesia, bahkan unfollow bisa menjadi headline.

#coversongs: „Under Pressure” adalah lagu kolaborasi legendaris antara Freddie Mercury (vokalis Queen) dan David Bowie, yang pertama kali dirilis pada tahun 1981. Lagu ini muncul sebagai single dan kemudian dimasukkan dalam album Greatest Hits milik Queen. 

Lagu ini menggambarkan tekanan hidup yang menindas manusia dalam berbagai bentuk—baik tekanan ekonomi, sosial, maupun emosional. Liriknya menyentuh tema:

Kecemasan dan stres yang bisa menghancurkan kehidupan sehari-hari: “Pressure pushing down on me / Pressing down on you, no man ask for”

Ketidakadilan sosial, seperti keluarga yang terpecah dan orang-orang yang kehilangan tempat tinggal: “Splits a family in two / Puts people on streets”

Ketakutan akan realitas dunia yang keras dan tidak adil: “It’s the terror of knowing what this world is about.“ 

Namun, menyampaikan harapan dan kekuatan cinta sebagai solusi: “Love dares you to care for the people on the edge of the night.“

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 347x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 309x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 261x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 252x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Pamer Kemewahan Berujung Nestapa

Pamer Kemewahan Berujung Nestapa

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com