• Latest

Budi Arie Setiadi Unfollow

September 15, 2025
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
3a73ee9a-87d0-4bf2-aa52-0c77db8a9144

Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prestasi Akademik: Tinjauan Psikologi dan Bukti Empiris

April 19, 2026
IMG_0839

Demokrasi Di Ujung Tanduk?

April 19, 2026
d6285489-5291-4630-bb73-f4e571585b61

‎Ghost in the Cell: Bukan Sekadar Horor Fiksi, Melainkan Realitas Pahit Ketidakadilan Sistem

April 19, 2026
fd4ef5b5-307b-48e6-adff-f924e420a87b

Mengkritik Dan Mengajak Merenung Melalui Puisi Esai

April 19, 2026
ad86b955-a8e6-412e-b371-a15c846736db

Sedih Sekali, Ibu Guru Diacungi Jari Tengah oleh Siswanya Sendiri

April 19, 2026
Minggu, April 19, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Budi Arie Setiadi Unfollow

Redaksi by Redaksi
September 15, 2025
in -#Judi online, # Ironi, #Integritas, #Jokowi, #Kontemplasi, #Menteri Prabowo
Reading Time: 4 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS

BUDI ARIE SETIADI UNFOLLOW

oleh ReO Fiksiwan 

„Bias kognitif bawaan kita membuat kita rentan terhadap manipulasi dan eksploitasi oleh mereka yang punya agenda untuk didorong, terutama jika mereka dapat mendiskreditkan semua sumber informasi lainnya.” — Lee McIntyre(63), Post-Truth(2018).

Di zaman ketika satu sentuhan jari bisa lebih menggelegar daripada pidato kenegaraan, Budi Arie Setiadi(56) tampil sebagai tokoh utama dalam drama digital yang tak kalah absurd dari teori relativisme epistemik. 

Ia bukan hanya mantan Menteri Komunikasi dan Informatika yang sempat terseret isu judi online dan pinjol, tetapi juga mantan Menteri Koperasi di era Prabowo Subianto(73)—jabatan yang ia emban setelah era Jokowi(64), seolah loyalitas bisa dikemas ulang dalam format .zip dan dikirim lintas rezim. Namun, panggung politik Indonesia selalu punya babak baru. 

Dalam reshuffle kabinet pekan silam, Budi Arie ikut diganti bersama empat menteri lainnya. Dan seperti tokoh dalam novel satir, ia tidak memilih refleksi atau klarifikasi, melainkan satu aksi yang mengguncang jagat maya: ia unfollow akun Instagram Presiden Prabowo Subianto. 

Netizen pun bersorak, sebagian tertawa, sebagian mencibir, dan sebagian bertanya-tanya: apakah ini bentuk protes, patah hati, atau algoritma yang sedang mencari makna?

Dunia kini yang dijelaskan oleh Alan Sokal(70) dalam Beyond the Hoax, kita hidup di tengah banjir simbol dan narasi yang tak lagi tunduk pada verifikasi. 

Sokal mengkritik bagaimana jargon ilmiah dan retorika akademik bisa dipakai untuk membungkus kebohongan, dan dalam konteks ini, gestur Budi Arie menjadi semacam meta-narasi politik: ia tidak bicara, tapi ia mengisyaratkan. Ia tidak mengklarifikasi, tapi ia menghapus. 

Dan publik, yang sudah terbiasa hidup dalam lanskap post-truth seperti dijelaskan oleh Lee McIntyre(65) dalam  Post-Truth (2018), langsung menafsirkan aksi itu sebagai bentuk kekecewaan, pengkhianatan, bahkan sinyal bahwa ia akan “ngadu ke Solo”—tempat di mana loyalitasnya berakar.

Budi Arie adalah produk dari zaman di mana loyalitas politik bisa lebih kuat daripada etika jabatan. 

Ia dikenal sebagai bagian dari “geng Solo”, lingkaran relawan Jokowi yang tak hanya mendukung, tapi juga menjaga warisan politik sang presiden ketujuh.

Ketika ia diangkat oleh Prabowo, banyak yang melihatnya sebagai jembatan antara dua era. Tapi ketika jembatan itu runtuh, ia memilih unfollow, bukan membangun ulang.

Dalam dunia yang rasional, tindakan seperti ini mungkin dianggap remeh. 

Tapi dalam dunia yang telah kehilangan batas antara fakta dan opini, antara gestur dan substansi, unfollow adalah pernyataan politik. 

Ia lebih viral daripada program koperasi, lebih dibahas daripada laporan audit, dan lebih ditafsirkan daripada pidato reshuffle. 

Bahkan Mahfud MD(68) menyebut reshuffle ini sebagai “pintu yang dibuka” untuk menuntaskan kasus judol yang sempat menyeret nama Budi Arie.

Maka, kita bertanya: apakah politik kini telah menjadi panggung performatif, di mana tindakan kecil bisa menjadi simbol besar? 

Apakah keadilan dan akuntabilitas masih punya tempat, atau sudah digantikan oleh algoritma dan gestur digital? 

Dalam dunia yang dijelaskan oleh Sokal dan McIntyre, kebenaran bukan lagi soal bukti, tapi soal siapa yang paling viral.

Dan Budi Arie, dengan satu sentuhan jari, telah membuktikan bahwa dalam politik Indonesia, bahkan unfollow bisa menjadi headline.

#coversongs: „Under Pressure” adalah lagu kolaborasi legendaris antara Freddie Mercury (vokalis Queen) dan David Bowie, yang pertama kali dirilis pada tahun 1981. Lagu ini muncul sebagai single dan kemudian dimasukkan dalam album Greatest Hits milik Queen. 

Lagu ini menggambarkan tekanan hidup yang menindas manusia dalam berbagai bentuk—baik tekanan ekonomi, sosial, maupun emosional. Liriknya menyentuh tema:

Kecemasan dan stres yang bisa menghancurkan kehidupan sehari-hari: “Pressure pushing down on me / Pressing down on you, no man ask for”

Ketidakadilan sosial, seperti keluarga yang terpecah dan orang-orang yang kehilangan tempat tinggal: “Splits a family in two / Puts people on streets”

Ketakutan akan realitas dunia yang keras dan tidak adil: “It’s the terror of knowing what this world is about.“ 

Namun, menyampaikan harapan dan kekuatan cinta sebagai solusi: “Love dares you to care for the people on the edge of the night.“

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Budi Arie Setiadi Unfollow - IMG_7247 1 | -#Judi online | Potret Online

Pamer Kemewahan Berujung Nestapa

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com