POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

APRIL DAN LIONTIN

RedaksiOleh Redaksi
November 23, 2021
🔊

Dengarkan Artikel

 

Oleh Fathimah Shabira Hisbullah

X SMA Fajar Hidayah, Blang Bintang, Aceh Besar

 

Awan cumulusyang sangat besar tepat berada di atas April. Ia mendongak ke atas memandangi  awan tersebut. “….ngeri.” ucapnya tanpa sadar.

“—pril…. April!” panggil Nadine. Lamunan April pecah dalam seketika. “Ada apa, Nad? Kok kamu tergesa-gesa banget?” April melihat Nadine keheranan. Bajunya sudah sangat kusut., raut wajah memerah serta Rambutnya yang berantakan.

“Kan, sudah aku bilang jangan panggil ‘Nad’ lagi! Entar malah dikira namaku Nadia. Aku, kan cowok.” Ia malah berkata hal yang tidak ditanya. “Oh iya, tasmu diambil sama Kei. Dia bongkar isi tasmu, tau?”

“Dia ada mengambil sesuatu, nggak?”

Nadine terdiam sejenak. Ia tampak sedang mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi. “Oh, ada! Dia mengambi sesuatu kayak….liontin gitu.” Air wajah April yang tadinya tenang seketika berubah seratus derajat celsius. Ia langsung mengambil jaket dan berlari menuju lantai lima ruang XII Tajikistan. 

April membuka pintu dengan sangat kasar tanpa menghiraukan teman-temanya yang sedang membaca buku.

“Di mana…. di mana Kei?!” Teman sekelasnya menggeleng-gelengkan kepala. April sudah berfirasat buruk. Ia terus berlari mengelilingi sekolah. Namun, batang hidung Kei masih belum muncul. “Kemana, sih, anak itu pergi?. Aish!”

📚 Artikel Terkait

Pemerintah Aceh Santuni 70 Keluarga Pahlawan

Pulang untuk Lebaran

Lautan Darah dan Susu yang Kering

Menakar Peran Kontraktor Dalam Pembangunan Indonesia

“April….tunggu, dong!” ucap Nadine ngos-ngosan. “Memangnya ada apa dengan liontin itu? Padahal sebelumnya kamu tidak pernah mempermasalakan apapun barang yang Kei ambil.” April tak menjawab pertanyaan Nadine, ia melanjutkan mencari Kei. “Padahal kan, cuma liontin….” ucap Nadine sambil mencibir.

Kei masih juga belum ditemukan. April juga sudah kelelahan berlari. Ia berteduh di bawah pohon flamboyan sambil menghabiskan sebotol air mineral. Matanya mulai berkaca-kaca, seluruh anggota tubuh gemetar, dan bibirnya putih seperti bola salju.

Angin menerbangkan rambut pendek April. Ia kembali menatap awan cumulus dengan tatapan sendu. “Maafin aku….Ayah” ucapnya dengan suara pelan. Ia melirik sebuah pantulan cahaya yang melewati sudut matanya. Dipicingkan mata hingga dahinya mengkerut. Itu….?

“Itu….KEI!” Suaranya membesar. “Si sialan itu….!” April membetulkan jaketnya. Ia mengikat rambut pendeknya dengan gelang yang ada di tangannya. Sepatu ia hentak-hentakkan ke tanah. Sekarang, ia siap untuk berlari lagi.

“Keiii……..!” teriak April yang alisnya sudah menyatu. Tanpa menghiraukan orang-orang yang ada diarea taman.

“Oh, baru sampai? Aku sudah capek, lho tunggu kamu.” 

Kei memainkan liontin April. Ia menaikkan alis dan memandang April remeh.

“Ba.li.kin.lion.tin.a.ku!” ucap April menekan katanya. Ia menjulurkan telapak tangannya. Bukannya memberi, Kei malah memainkan April dengan cara memancingnya. Karena kesal, ia menendang lutut Kei. “Kenapa sih, kamu selalu mencuri barang-barang aku?”

“Nggak ada alasan yang jelas…sihh. Cuma suka aja, gitu.” Kei memancing April yang mukanya telah merah padam. “Nih, nih! Ambil, dong. Masa cuma diliatin?”

“Balikin, nggak? Itu barang peninggalan ayahku, tau!”

“Ayahmu udah meninggal?” tanya Kei dengan ekspresi terkejut. Tapi, itu tidak membuat Kei menyerah untuk menggangu April. Mungkin saja itu hanya alasan April semata. “Mana mungkin percaya.”

“Please, balikin liontinnya! Itu barang satu-satunya peninggalan ayahku sebelum terjadi kecelakaan pesawat 4 tahun lalu. Kamu harusnya paham, dong!” jelas April. Kei terdiam sambil menatap bola mata April. Kamu serius April? Tanya Kei Kembali. Tak tega melihat April seperti itu, Kei mengembalikan liontin.

“Tapi, kamu harus mengtraktir aku makan bakso selama seminggu. Gimana?” Kei lagi-lagi membuat perjanjian konyol yang menguntungkan dirinya. Karena tidak ingin memperpanjang masalah, April mengiyakannya. “Sebenarnya apa alasan dari perbuatan kamu ini?” tanya April sekali lagi untuk memperjelas.

“Itu….karena aku….”

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Guru

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00