HABA Mangat

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

Februari 22, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Mei

Mei 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

Februari 22, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Mei

Mei 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Tantangan Sarjana Komunikasi Sebagai Agen Perubahan di Era Digital 

Redaksi by Redaksi
September 6, 2025
in #Era AI, Artikel, Era digital, komunikasi, literasi digital
Reading Time: 3 mins read
0
Tantangan Sarjana Komunikasi Sebagai Agen Perubahan di Era Digital 
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Alfan Raykhan Pane

Sore itu, Jum’at (5/9) sembari menyeruput kopi dingin di sebuah warung kopi. Warung kupi Aby’ yang berada jalan Medan – Banda Aceh, persis di depan kampus IAIN Malikussaleh, Alue Awe. Kampus yang bertagline sebagai ‘Kampus Peradaban’ dan kini sudah berubah status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Lhokseumawe. 

Baca Juga

Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

Belajar Menabung dari Surah Yusuf: Iktibar di Tengah Ketidakpastian Global

Maret 18, 2026
Menyusun Buku Antologi Relawan Bencana Banjir dan Longsor Di Tengah Bencana Hidrometeorologi Aceh

Pak Bisa Minta Tolong Mendorong Helikopter?

Maret 18, 2026

Pergeseran Pusat Gravitasi Dunia: Membaca Konflik Iran–Israel dan Implikasinya bagi Strategi Geopolitik Indonesia serta Masa Depan Aceh

Maret 17, 2026

Terbersit dalam pikiranku tentang apa dan bagaimana tantangan yang akan dihadapi oleh lulusan sarjana ilmu komunikasi sekarang ini?. Tulisan ini lahir untuk menjawab dan menjabarkan ide yang terlintas itu.

Menurut pengamatan dan pengalaman pribadi yang pernah aku rasakan dan lakukan saat menjadi wartawan yang kini disebut lebih keren Jurnalis. Akü melihat beberapa tantangan yang dihadapi oleh para sarjana lulusan ilmu komunikasi selama ini dalam sunuş nyata.

Para sarjana komunikasi di era digital saat ini dihadapkan dengan pesatnya penyebaran hoaks dan disinformasi; kesenjangan digital; perubahan pola konsumsi media; isu privasi dan etika data; serta adaptasi yang cepat terhadap perkembangan teknologi baru seperti kecerdasan buatan dan analitik data. 

Selain itu, mereka (para sarjana lulusan ilmu komunikasi) juga dituntut untuk mampu berinovasi dalam membuat konten kreatif, meningkatkan literasi media dan data, serta memiliki soft skills seperti empati dan kemampuan analitis untuk menjadi agen perubahan di era digital.

Penyebaran informasi palsu yang terjadi dengan cepat di media digital menjadi tantangan yang sangat besar, yang menuntut sarjana komunikasi untuk memperkuat literasi media dan mengembangkan strategi pemberantasannya.

Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya media atau platform digital yang membuat konten tentang penelusuran ‘Hoaks/Hoax atau Fakta’ dalam sebuah informasi atau berita. Sementara, meskipun akses informasi meluas, kesenjangan digital masih ada, memengaruhi siapa yang dapat mengakses dan memahami informasi.

Semua ini ikut mendorong terjadinya perubahan pola konsumsi media. Perilaku audiens dalam mengonsumsi media terus berubah, sehingga praktisi komunikasi harus beradaptasi untuk tetap relevan dan harus lebih cerdas dan bijak, karena bisa menimbulkan banyak dampak, positif maupun negatif.

Ya, tak dapat dimumgkiri bahwa penggunaan data pengguna yang masif menimbulkan isu privasi dan etika yang harus dipahami dan diimplementasikan dengan baik sesuai regulasi. İni juga sebenarnya menjadi tanggung jawab sarjana komunikasi untuk mengedukasi masyarakat dalam menggunakan piranti komunikasi yang semakin canggih dan pesan ini.

Oleh sebab itu, Kondisi kekinian menuntut

sarjana komunikasi harus mampu memahami dan mengintegrasikan teknologi baru seperti kecerdasan buatan, analitik data, dan komunikasi nirkabel ke dalam teori dan praktik komunikasi. Lalu, menjadi pihak yang dapat mengontrol perkembangannya dalam masyarakat yang semakin dekat dengan alat komunikasi digital tersebut.

Tentu tidak mudah dan secara serta meets dapat dilakukan oleh seorang sarjana komunikasi. Apalagi seorang sarjana komunikasi juga dituntut juga bisa sukses dalam melakukan adaptasi dan literasi secara digital: Kebutuhan akan kemampuan seorang sarjana komunikasi untuk mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi dan tren komunikasi digital baru, sangat penting untuk dilakukan.

Selain itu, sebagai sarjana komunikasi idealnya harus sangat menguasain literasi data dan analiti.

Dalam hal ini, sarjana komunikasi harus pula mampu memahami cara mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan data yang menjadi krusial untuk memahami audiens dan mengukur efektivitas komunikasi. 

Tidak hanya itu, sikap dan ketrampilan berinovasi semakin penting dimiliki oleh seorang sarjana komunikasi. Sebab,  di tengah banjir informasi, penting untuk menciptakan konten yang menonjol, menarik, dan mampu menyampaikan pesan secara efektif. 

Agar semua itu bisa terwujud, kemampuan empati, integritas, kreativitas, disiplin, dan kemampuan komunikasi yang baik (termasuk public speaking) menjadi modal penting bagi sarjana komunikasi di era digital ini. Dengan demikian, menjadi sangat penting pula bagi sarjana komunikasi menguasai teori dan praktik. Artinya, ia mampu memadukan pengetahuan teoritis dengan pengalaman praktis melalui magang dan kegiatan organisasi sangat diperlukan untuk membentuk sarjana yang kompeten, apalagi sekarang ada istilah Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang tidak saja mengukur tingkat kompetensi seorang wartawan/jurnalis,  tapi juga yang paling penting adalah bagaimana seharusnya sikap seseorang sarjana komunikasi yang akan dan telah terjun ke dunia jurnalisme yang patuh dan taat akan kode etik profesi serta bertanggung jawab terhadap karya jurnalistik atau konten digital yang dia hasilkan.

Nah terakhir dengan mengatasi semua tantangan  dan mengembangkan keterampilan yang relevan, maka sarjana komunikasi dapat terus berkontribusi sebagai agen perubahan dan memainkan peran penting di era digital.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 339x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 302x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 262x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 218x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 179x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman
Artikel

Belajar Menabung dari Surah Yusuf: Iktibar di Tengah Ketidakpastian Global

Maret 18, 2026
Koperasi Merah Putih: Ketika Lilin Ekonomi Desa Ragu Menyala
Dinas Koperasi

Koperasi Merah Putih: Ketika Lilin Ekonomi Desa Ragu Menyala

Maret 18, 2026
Menyusun Buku Antologi Relawan Bencana Banjir dan Longsor Di Tengah Bencana Hidrometeorologi Aceh
Aceh

Pak Bisa Minta Tolong Mendorong Helikopter?

Maret 18, 2026
Tadarus Warna, Tubuh, Dan Kata: Merayakan Karya Sebagai Jalan Pulang Kemanusiaan
Esai

Tadarus Warna, Tubuh, Dan Kata: Merayakan Karya Sebagai Jalan Pulang Kemanusiaan

Maret 18, 2026
Next Post

Buku KOPITALISME Ramaikan Jogja Book Fair 2025

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com