• Latest

Merajut Aksara Mimpi

Agustus 30, 2025
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Merajut Aksara Mimpi

Redaksiby Redaksi
Agustus 31, 2025
Reading Time: 5 mins read
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Syaqhira Camyla

Siswa SMAN Unggul Pidie Jaya

Di ujung teras yang terbentang luas, menghadap ke arah jalan, keringat bercucuran mengalir membasahi baju yang gadis itu kenakan. Matanya menerawang ke masa depan,  seolah-olah itu semua ada dalam rangkulannya. Namun, satu hal yang semua orang tidak tahu tentang apa yang ia lamunkan. 

Namanya Nirmala, terselubung dalam benaknya tekad yang keras untuk menjadi seorang pesepak bola.

“Ayolah, kamu hanya duduk seharian.  Apakah kamu tidak punya kegiatan lain?” Ucap seseorang dari kejauhan. “Apakah kamu masih memikirkan soal keinginanmu yang tidak masuk akal itu? Ingat kamu itu perempuan,  bukan laki-laki, tidak sewajar kamu menjadi seorang pesepak bola. 

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026

Sudah kodrat seorang wanita seperti itu, jangan kamu berbuat sesuka hatimu! Timpa seseorang itu lagi.

Bosan dengan ocehan ibunya yang selalu menentang keras keinginannya itu, Nirmala pun masuk ke kamar. Ia menangis sesenggukan meratapi nasib yang ia terima. 

Namun, dalam hati kecilnya, ia bersorak “ Akan ku usahakan karena itu mauku.”

***

Burung-burung berkicau dengan merdu, seolah-olah membawa siapa yang mendengarnya seakan terbang di antara mereka. Ratusan siswa keluar berbandong-bondong saat bel sekolah dibunyikan. Nirmala pulang sendiri mengunakan sepeda motor. “Awww.” Ia terjatuh dari motor yang ia kendarai dengan muka yang masam ia bangun dan mencari siapa yang berani membuatnya jatuh. “Maaf ya kakak cantik, Rio nggaksengaja  nendang bola ke arah kakak.” Tutur seorang anak kecil dengan raut wajah yang memelas. 

Mata Nirmala berbinar, seolah terhipnotis dengan kata bola yang baru saja anak itu ucapkan, “Boleh, kakak maafkan. Tapi dengan satu syarat, kamu harus ngajarin kakak main bola, gimana setuju nggak?” tawar Nirmala yang langsung diangguki oleh bocah itu.

***

Di hamparan padang rumput yang luas, Nirmala sekarang sedang berusaha belajar menggiring bola yang sedikit lagi akan kuasai. “Gol….” Sorak anak-anak itu membuat hati Nirmala begitu senang. 

Saat ini sedang membayangkan ia saat di stadion dan mencetak gol pertamanya sepertinya akan sanagat menyenangkan. Hal ini membuat ia makin bertekad untuk menjadi pemain bola professional.

Dengan napas terengah-engah ia memasuki rumah, ia berjalan dengat terinjit-injit agar ibunya tidak tahu kalau dia baru saja pulang dari latihan sepak bola. Kalau ibunya tahu bisa habis ia diomelin sepanjang malam. Namun, semuanya tidak sesuai yang ia rencanakan. Ekor mata Nirmala tidak sengaja menangkap dari seseorang kejauhan sedang bersandar pada kursi yang menjadi penopang tubuhnya. 

Ibunya menatapnya tajam seolah ingin mengintimidasi Nirmala seakan ia seorang  buronan. Seluruh badan Nirmala bergetaran, ia takut ditudingpuluhan pertanyaan yang tak mampu ia jawab sedikit pun, bahkan menurutnya jika hal ini ketahuan akan lebih mengerikan dari pada pergi jalan-jalan dengan pacar.

Tujuh tahun yang lalu adalah hari dimana sejarah kelam di keluarga Nirmala dimulai.  Ayahnya Nirmala, meninggal karena mengalami cedera parah pada bagian saraf otak akibat terbentur dengan kepala pemain dari lawan, saat itu, adalah pertandingan Indoneisa melawan China  yang menjadi pertandingan terakhir ayahnya Nirmala. Semenjak kejadian itu, ibunya melarang anak semata wayangnya itu Nirmala untuk menyentuh bola.

***

Sebuah mading dikerumuni oleh banyak siswa, membuat Nirmala ingin sekali melihatnya. “ Dibuka pendaftaran Akademi sepak bola SMAN 1 unggulan!” Baca Anastasia yang spontan membuat Nirmala langsung antusias ingin masuk ke akademi itu. 

Namun, hal yang pertama ia pikirkan adalah bagaimana caranya ia minta izin pada  ibunya, kalau untuk ikut akademi sepak bola pasti ibunya akan menolak mentah-mentah tawaran itu. “bagaimana kalau aku bilang ikut KIR aja, kan nilai Bahasa Indonesiaku pun bagus. Jadi nggak akan diragukan lagi kalau alasannya itu.” Monolognya senang saat mendapat ide.

***

Di ruang tamu yang minimalis, ada Nirmala yang sedang kebingungan mencari sepatu bolanya. Seluruh sepatu yang semula tersusun rapi kini berserakan di lantai, Nirmala bingung akan memakai sepatu apa saat ia latihan nanti. “Akhirnya ada juga ini sepatu bola.” Ucapnya sambil mengelap sepatu bola yang sempat ia beli satu tahun yang lalu. Semoga ke depannya sepatu ini dapat mengharumkan nama Indonesia.

***

Kaki jenjangnya semakin mantap saat mengiring bola, semakin hari ia semakin percaya  bahwa ia pasti bisa, meskipun ia harus melawan kodrat seorang wanita yang seharusnya bersifat anggun. 

Satu hal lagi yang ia ragukan sekarang yaitu tentang izin dari ibunya. Menurutnya ibunya akan sangat tidak setuju jika ia tau apa yang anaknya lakukan sekarang.

   “Halo semuanya, apa kabar? Bagaimana kondisi fisik kalian, apakah sudah kalian persiapkan dengan matang? Minggu depan adalah pertandingan pertama kalian, apakah kalian siap?”Ucap coach ke semua  peserta didiknya.

“Apa yang kamu lakukan, tega sekali kamu membohongiku. Apa yang kamu katakan tentang KIR itu?”Ucap wanita paruh baya yang dipanggil ibu oleh Nirmala. Mata Nirmala tertegun sejenak. Pikirannya menangkap apa yang baru saja ibunya katakan kepadanya, rasa waspada masih melekat pada benaknya. Mungkinkah ibunya sudah tau tentang akademi sepak bola itu. Pikirannya berkeliaran ke mana-mana seolah ia ingin kabur segera agar tidak dapat memikirkan apa jawaban atas pertanyaan mendadak tersebut.

“Jawab, apa itu KIR?” lanjut ibunya saat mendapati anaknya masih berdiri di posisi semula tanpa bergerak sedikit pun. “KIR itu Karya Ilmiah Remaja.” Jawab Nirmala yang langsung di angguki oleh ibunya.

ADVERTISEMENT

***

Terdengar suara komentator menggelegar di seluruh penjuru stadion, mungumumkan hasil pertandingan yang juarai oleh SMAN 1 Unggulan. Pertandingan antara SMAN 1 unggulan dan SMK Terpadu adalah ajang yang menjadi perbincangan hangat  semua sekolah, hal ini dikarenakan di dalam tim SMANSA terdapat seorang striker perempuan yang bermain dengan taktik cepat, konsisten, dan gol. Bukan hanya soal taktik permainan, tapi ini soal keyakinan bahwa perbedaan bukan hal yang menjadi terhalangnya suatu bakat. 

***

 Setelah pertandingan itu selesai Nirmala langsung pulang ke rumah “Assalamu’alaikum, bu. misalnya besok dipanggil ke sekolah ibu datang ya!” tutur Nirmala pelan-pelan. “ Hm, buat masalah apalagi kamu?” ucap ibunya dingin. “Pokoknya ibu datang aja, Insya Allah nggak akan terjadi apa-apa kok bu.” Sahut nirmala lagi untuk meyakinkan ibunya jika besok tidak akan terjadi apa-apa.

***

Namanya dipanggil dengan bangga, ia maju ke depan untuk menerima penghargaan. Hari ini ia akan dipindahkan ke akademi sepak bola impiannya. Ibunya mengizinkan cita-cita anaknya itu, bagi Nirmala bakat yang kita miliki harus kita asah. Jangan kita pendam, kita harus yakin bahwa perbedaan bukanlah hal yang membuat kita terhalang untuk mewujudkan bakat yang kita miliki.  

Terhipnotis: hilang ingatan, dikendalikan 

Striker: seorang penyerang dalam pemainan sepak bola atau pencetak gol

Coach: pelatih

KIR: karya ilmiah remaja

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 256x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Rumah Sahroni pun Jadi Amukan Rakyat

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com