• Latest
Merajut Aksara Mimpi - 1000871383_11zon | #Cerpen | Potret Online

Merajut Aksara Mimpi

Agustus 30, 2025
651a665d-a972-4237-889b-3f896bd0ff78

Komitmen dan Konsistensi Sebagai Penakar Etika, Moral dan Akhlak Mulia Yang bersifat Ilahiyah

April 12, 2026
1ac9c27f-7427-4c6a-b3f3-76cd09bc22ae

Selangkangan Borjuis

April 12, 2026
dc7b6933-d445-40b2-9886-71a08edbedd9

Menghalau Petaka Intelektual: Refleksi Sains dan Iman ala Al-Ghazali.

April 12, 2026
IMG_0751

Macet Menulis? Jangan Paksa! Lakukan Ini Saja (Resep dari Larry L. King)

April 12, 2026
de17d6a0-a45b-4472-ab39-12da2eea3a53

Perundingan Damai Gagal, Siap-siap Iran vs Amerika Perang Lagi

April 12, 2026
ilustrasi stereotip budaya komunikasi Aceh

Benarkah Orang Aceh Kasar? Tinjauan Psikologi dan Budaya

April 12, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Antara Efek Jera dan Keadilan

April 12, 2026
Illegal mining and corruption in Indonesia

Tambang Ilegal dan Absennya Negara

April 12, 2026
  • #22859 (tanpa judul)
  • Al-Qur’an
  • Disclaimer
  • Home
  • Kirim Naskah
  • Penulis
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • ToS
Senin, April 13, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Merajut Aksara Mimpi - 1000871383_11zon | #Cerpen | Potret Online

Merajut Aksara Mimpi

Redaksi by Redaksi
Agustus 30, 2025
in #Cerpen, Cerpen Remaja
Reading Time: 5 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Syaqhira Camyla

Siswa SMAN Unggul Pidie Jaya

Di ujung teras yang terbentang luas, menghadap ke arah jalan, keringat bercucuran mengalir membasahi baju yang gadis itu kenakan. Matanya menerawang ke masa depan,  seolah-olah itu semua ada dalam rangkulannya. Namun, satu hal yang semua orang tidak tahu tentang apa yang ia lamunkan. 

🔥 Artikel Terkait
Rumah Bu Guru Penuh Lumpur - 864a0c0f 638a 40ab 8598 50748dfa7252 | #Cerpen | Potret Online 1
Rumah Bu Guru Penuh Lumpur
Desember 13, 2025
Jika Malam Itu Tak Terjadi Hujan - 2025 05 13 07 36 48 | #Cerpen | Potret Online 2
Jika Malam Itu Tak Terjadi Hujan
Mei 13, 2025
Ringkukan Tumpuk Jerami - 4cb0939f f502 4711 a52e 1a3094b7e7e7 | #Cerpen | Potret Online 3
Ringkukan Tumpuk Jerami
Januari 12, 2026
IMG_0649 4
Suara yang Hilang
April 6, 2026

Namanya Nirmala, terselubung dalam benaknya tekad yang keras untuk menjadi seorang pesepak bola.

“Ayolah, kamu hanya duduk seharian.  Apakah kamu tidak punya kegiatan lain?” Ucap seseorang dari kejauhan. “Apakah kamu masih memikirkan soal keinginanmu yang tidak masuk akal itu? Ingat kamu itu perempuan,  bukan laki-laki, tidak sewajar kamu menjadi seorang pesepak bola. 

Sudah kodrat seorang wanita seperti itu, jangan kamu berbuat sesuka hatimu! Timpa seseorang itu lagi.

Bosan dengan ocehan ibunya yang selalu menentang keras keinginannya itu, Nirmala pun masuk ke kamar. Ia menangis sesenggukan meratapi nasib yang ia terima. 

🔥 Artikel Terkait
Rumah Bu Guru Penuh Lumpur - 864a0c0f 638a 40ab 8598 50748dfa7252 | #Cerpen | Potret Online 1
Rumah Bu Guru Penuh Lumpur
Desember 13, 2025
Jika Malam Itu Tak Terjadi Hujan - 2025 05 13 07 36 48 | #Cerpen | Potret Online 2
Jika Malam Itu Tak Terjadi Hujan
Mei 13, 2025
Ringkukan Tumpuk Jerami - 4cb0939f f502 4711 a52e 1a3094b7e7e7 | #Cerpen | Potret Online 3
Ringkukan Tumpuk Jerami
Januari 12, 2026
IMG_0649 4
Suara yang Hilang
April 6, 2026

Namun, dalam hati kecilnya, ia bersorak “ Akan ku usahakan karena itu mauku.”

***

Burung-burung berkicau dengan merdu, seolah-olah membawa siapa yang mendengarnya seakan terbang di antara mereka. Ratusan siswa keluar berbandong-bondong saat bel sekolah dibunyikan. Nirmala pulang sendiri mengunakan sepeda motor. “Awww.” Ia terjatuh dari motor yang ia kendarai dengan muka yang masam ia bangun dan mencari siapa yang berani membuatnya jatuh. “Maaf ya kakak cantik, Rio nggaksengaja  nendang bola ke arah kakak.” Tutur seorang anak kecil dengan raut wajah yang memelas. 

Mata Nirmala berbinar, seolah terhipnotis dengan kata bola yang baru saja anak itu ucapkan, “Boleh, kakak maafkan. Tapi dengan satu syarat, kamu harus ngajarin kakak main bola, gimana setuju nggak?” tawar Nirmala yang langsung diangguki oleh bocah itu.

***

Di hamparan padang rumput yang luas, Nirmala sekarang sedang berusaha belajar menggiring bola yang sedikit lagi akan kuasai. “Gol….” Sorak anak-anak itu membuat hati Nirmala begitu senang. 

Saat ini sedang membayangkan ia saat di stadion dan mencetak gol pertamanya sepertinya akan sanagat menyenangkan. Hal ini membuat ia makin bertekad untuk menjadi pemain bola professional.

Dengan napas terengah-engah ia memasuki rumah, ia berjalan dengat terinjit-injit agar ibunya tidak tahu kalau dia baru saja pulang dari latihan sepak bola. Kalau ibunya tahu bisa habis ia diomelin sepanjang malam. Namun, semuanya tidak sesuai yang ia rencanakan. Ekor mata Nirmala tidak sengaja menangkap dari seseorang kejauhan sedang bersandar pada kursi yang menjadi penopang tubuhnya. 

Ibunya menatapnya tajam seolah ingin mengintimidasi Nirmala seakan ia seorang  buronan. Seluruh badan Nirmala bergetaran, ia takut ditudingpuluhan pertanyaan yang tak mampu ia jawab sedikit pun, bahkan menurutnya jika hal ini ketahuan akan lebih mengerikan dari pada pergi jalan-jalan dengan pacar.

Tujuh tahun yang lalu adalah hari dimana sejarah kelam di keluarga Nirmala dimulai.  Ayahnya Nirmala, meninggal karena mengalami cedera parah pada bagian saraf otak akibat terbentur dengan kepala pemain dari lawan, saat itu, adalah pertandingan Indoneisa melawan China  yang menjadi pertandingan terakhir ayahnya Nirmala. Semenjak kejadian itu, ibunya melarang anak semata wayangnya itu Nirmala untuk menyentuh bola.

***

Sebuah mading dikerumuni oleh banyak siswa, membuat Nirmala ingin sekali melihatnya. “ Dibuka pendaftaran Akademi sepak bola SMAN 1 unggulan!” Baca Anastasia yang spontan membuat Nirmala langsung antusias ingin masuk ke akademi itu. 

Namun, hal yang pertama ia pikirkan adalah bagaimana caranya ia minta izin pada  ibunya, kalau untuk ikut akademi sepak bola pasti ibunya akan menolak mentah-mentah tawaran itu. “bagaimana kalau aku bilang ikut KIR aja, kan nilai Bahasa Indonesiaku pun bagus. Jadi nggak akan diragukan lagi kalau alasannya itu.” Monolognya senang saat mendapat ide.

***

Di ruang tamu yang minimalis, ada Nirmala yang sedang kebingungan mencari sepatu bolanya. Seluruh sepatu yang semula tersusun rapi kini berserakan di lantai, Nirmala bingung akan memakai sepatu apa saat ia latihan nanti. “Akhirnya ada juga ini sepatu bola.” Ucapnya sambil mengelap sepatu bola yang sempat ia beli satu tahun yang lalu. Semoga ke depannya sepatu ini dapat mengharumkan nama Indonesia.

***

Kaki jenjangnya semakin mantap saat mengiring bola, semakin hari ia semakin percaya  bahwa ia pasti bisa, meskipun ia harus melawan kodrat seorang wanita yang seharusnya bersifat anggun. 

Satu hal lagi yang ia ragukan sekarang yaitu tentang izin dari ibunya. Menurutnya ibunya akan sangat tidak setuju jika ia tau apa yang anaknya lakukan sekarang.

   â€śHalo semuanya, apa kabar? Bagaimana kondisi fisik kalian, apakah sudah kalian persiapkan dengan matang? Minggu depan adalah pertandingan pertama kalian, apakah kalian siap?”Ucap coach ke semua  peserta didiknya.

“Apa yang kamu lakukan, tega sekali kamu membohongiku. Apa yang kamu katakan tentang KIR itu?”Ucap wanita paruh baya yang dipanggil ibu oleh Nirmala. Mata Nirmala tertegun sejenak. Pikirannya menangkap apa yang baru saja ibunya katakan kepadanya, rasa waspada masih melekat pada benaknya. Mungkinkah ibunya sudah tau tentang akademi sepak bola itu. Pikirannya berkeliaran ke mana-mana seolah ia ingin kabur segera agar tidak dapat memikirkan apa jawaban atas pertanyaan mendadak tersebut.

“Jawab, apa itu KIR?” lanjut ibunya saat mendapati anaknya masih berdiri di posisi semula tanpa bergerak sedikit pun. “KIR itu Karya Ilmiah Remaja.” Jawab Nirmala yang langsung di angguki oleh ibunya.

***

Terdengar suara komentator menggelegar di seluruh penjuru stadion, mungumumkan hasil pertandingan yang juarai oleh SMAN 1 Unggulan. Pertandingan antara SMAN 1 unggulan dan SMK Terpadu adalah ajang yang menjadi perbincangan hangat  semua sekolah, hal ini dikarenakan di dalam tim SMANSA terdapat seorang striker perempuan yang bermain dengan taktik cepat, konsisten, dan gol. Bukan hanya soal taktik permainan, tapi ini soal keyakinan bahwa perbedaan bukan hal yang menjadi terhalangnya suatu bakat. 

***

 Setelah pertandingan itu selesai Nirmala langsung pulang ke rumah “Assalamu’alaikum, bu. misalnya besok dipanggil ke sekolah ibu datang ya!” tutur Nirmala pelan-pelan. “ Hm, buat masalah apalagi kamu?” ucap ibunya dingin. “Pokoknya ibu datang aja, Insya Allah nggak akan terjadi apa-apa kok bu.” Sahut nirmala lagi untuk meyakinkan ibunya jika besok tidak akan terjadi apa-apa.

***

Namanya dipanggil dengan bangga, ia maju ke depan untuk menerima penghargaan. Hari ini ia akan dipindahkan ke akademi sepak bola impiannya. Ibunya mengizinkan cita-cita anaknya itu, bagi Nirmala bakat yang kita miliki harus kita asah. Jangan kita pendam, kita harus yakin bahwa perbedaan bukanlah hal yang membuat kita terhalang untuk mewujudkan bakat yang kita miliki.  

Terhipnotis: hilang ingatan, dikendalikan 

Striker: seorang penyerang dalam pemainan sepak bola atau pencetak gol

Coach: pelatih

KIR: karya ilmiah remaja

Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Merajut Aksara Mimpi - 707b5947 7038 45db 9f8c 4ec72cbcff4d | #Cerpen | Potret Online

Rumah Sahroni pun Jadi Amukan Rakyat

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com