POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Sabang: Daerah Wisata, Jalur Free Port dan Harapan Baru

Siti HajarOleh Siti Hajar
August 21, 2025
Sarjana Dalam Gendongan

Tabrani Yunis saat di Amerika Serikat

🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Siti Hajar

Sabang adalah sebuah kota wisata yang indah di ujung barat Indonesia. Terletak di Pulau Weh, kota ini terkenal dengan keindahan lautnya yang memikat wisatawan, namun lebih dari itu Sabang juga merupakan pusat lalu lintas maritim internasional. Letaknya yang sangat strategis, hanya beberapa mil laut dari Selat Malaka, menjadikan Sabang bagian penting dari jalur perdagangan dunia sejak zaman kolonial hingga era modern.

Letak geografis pulau Sabang yang terletak pada koordinat 5°53′ LU, 95°19′ BT, adalah titik paling barat dari wilayah Nusantara. Ini juga dikukuhkan dengan adanya Tugu Kilometer Meter Nol di pulau yang memiliki banyak sejarah ini. Dari sini, hanya butuh hitungan jam pelayaran untuk memasuki Selat Malaka, jalur laut yang menurut International Maritime Organization (IMO) dilintasi lebih dari 90.000 kapal setiap tahun.

Kapal-kapal yang melintas membawa 40–50% perdagangan dunia, termasuk minyak mentah dari Timur Tengah menuju Asia Timur, barang industri dari Asia menuju Eropa, dan komoditas curah dari Australia ke berbagai negara. Sabang, dengan teluk dalam dan perairan yang aman, memiliki semua karakteristik sebagai pelabuhan internasional yang vital.

Dari Kolonial Hingga Free Port

Peran Sabang dalam perdagangan global bermula pada 1883, saat Belanda membangun Kolen Station Sabang (KSS) sebagai stasiun batu bara. Sabang menjadi tempat singgah kapal uap internasional sebelum melanjutkan perjalanan melintasi samudra. Tidak lama kemudian, Sabang berstatus pelabuhan bebas (free port) yang menghubungkan Eropa, Asia, dan Australia.

Sabang sudah dua kali mengalami penetapan sebagai pelabuhan bebas: pertama tahun 1963, dan kemudian secara resmi dihidupkan kembali tahun 2000 hingga sekarang.

Sejak awal abad ke-20, kapal dari Inggris, Jerman, Jepang, hingga Amerika Serikat rutin bersandar di Sabang. Pelabuhan ini tidak hanya berfungsi sebagai titik logistik, tetapi juga sebagai simpul perdagangan dunia.

Harapan Baru dengan Pelantikan T. Hendra Budiansyah

📚 Artikel Terkait

Kuliah Tanpa Beban

RENUNGAN DI UJUNG TAHUN

Pusing Memilih Usaha ?

BEREH, Akankah Terus Beres?

Kini, Sabang kembali menarik perhatian publik. Pada 4 Agustus 2025, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) melantik T. Hendra Budiansyah sebagai Wakil Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (BPKS) Sabang periode 2025–2030. Dia resmi mendampingi Iskandar Zulkarnean yang sebelumnya telah dinobatkan sebagai Ketua BPKS Sabang pada Mei tahun 2024 lalu.

Dalam arahannya, Mualem menegaskan bahwa BPKS harus memainkan peran strategis dalam pembangunan ekonomi Aceh. Ia berharap pejabat baru dapat memaksimalkan potensi Sabang sebagai hub perdagangan, pelayaran, dan pariwisata internasional. Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Sabang di tengah kompetisi global dengan pelabuhan besar seperti Singapura, Port Klang (Malaysia), dan Colombo (Sri Lanka).

Kapal-Kapal Raksasa di Perairan Sabang

Bukan hal mengejutkan jika perairan Sabang kerap dipenuhi kapal tanker, bulk carrier, dan container ship berukuran raksasa. Kapal-kapal tersebut mengangkut: Minyak mentah dari Teluk Persia menuju Asia Timur, komoditas curah seperti batu bara, semen, dan bijih, serta barang manufaktur dalam kontainer yang menopang rantai pasok global.

Dengan kedalaman teluknya, Sabang mampu menampung kapal dengan kapasitas lebih dari 200.000 DWT (Deadweight Tonnage), kelas kapal lintas samudra yang menjadi tulang punggung perdagangan global.

Harapan dan Jalan ke Depan

Menurut UNCTAD (2023), sekitar 80–90% perdagangan dunia masih dilakukan lewat laut, dan jalur Asia Tenggara—terutama Selat Malaka—merupakan nadi pentingnya. Posisi Sabang sebagai pintu masuk jalur perdagangan internasional memberi peluang besar untuk menjadi simpul logistik global, terutama dengan dukungan BPKS sebagai otoritas kawasan.

Akhir-akhir ini, Sabang benar-benar mencuri perhatian wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Keelokan laut biru, pasir putih, dan taman bawah laut Pulau Weh berpadu dengan keunikan gaya hidup warganya yang sederhana dan ramah, membuat turis selalu ingin kembali. Bahkan para pesohor lokal, influencer, dan konten kreator yang belum pernah menginjakkan kaki di Sabang sering melontarkan rasa penasaran: “Seperti apa sebenarnya suasana Sabang itu?” Akibatnya, setiap akhir pekan dan musim liburan. 

Pelabuhan Ulee Lheue di Banda Aceh dan Pelabuhan Balohan di Sabang menjadi sangat sibuk melayani ribuan pendatang dari berbagai penjuru Nusantara. Fenomena ini memperlihatkan bahwa Sabang bukan hanya penting dalam peta perdagangan global, tetapi juga sedang tumbuh menjadi destinasi wisata populer yang mendunia.

Selain perdagangan, sektor pariwisata bahari Sabang—dari keindahan Pantai Iboih hingga taman laut Pulau Rubiah—dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pelabuhan. Dengan strategi tepat, Sabang bukan hanya kota wisata kelas dunia, melainkan juga pelabuhan bebas yang kembali berperan di jalur pelayaran internasional

Sabang adalah kota kecil dengan dua wajah besar: surga wisata bahari dan simpul lalu lintas global. Dari stasiun batu bara era kolonial, hingga ambisi modern sebagai Kawasan Ekonomi Khusus yang mendukung perdagangan internasional, Sabang terus membuktikan perannya dalam peta maritim dunia.

Pelantikan T. Hendra Budiansyah sebagai Wakil Kepala BPKS 2025–2030 menjadi momentum baru. Di bawah kepemimpinan yang kuat dan visi maritim yang jelas, Sabang berpeluang besar mengukir kembali namanya sebagai gerbang barat Nusantara sekaligus titik strategis perdagangan dunia.[]

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 138x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Siti Hajar

Siti Hajar

Siti Hajar adalah seorang perempuan lahir di Sigli pada 17 Desember. Saat ini tinggal di Banda Aceh dan bekerja sebagai tenaga kependidikan di Fakultas Pertanian USK. Menggemari dunia literasi karena baginya menulis adalah terapi dan cara berbagi pengalaman. Beberapa buku yang sudah cetak, di antaranya kumpulan cerpen, “Kisah Gampong Meurandeh” Novel, Sophia dan Ahmadi, Patok Penghalang Cinta, Beberapa novel anak, di antaranya The Spirit of Zahra, Mencari Medali yang Hilang, Petualangan Hana dan Hani. Ophila si Care Taker. Dan buku Non Fiksi, Empati Dalam Dunia Kerja (Bagaimana Menjadi Bos dan karyawan yang Elegan) Ingin berkomunikasi lebih lanjut bisa menghubungi nomor WhatsApp 085260512648. Email: sthajarkembar@gmail.com

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00