Oleh Herry Tany
pagi sekali abah pergi dengan semangat yang terpaksa
demi anak
demi istri
demi membayar kontrakan yang masih nunggak tiga bulan
abah nafkahi kami
dengan ilmu
pengalaman
menghadapi nasib
membuka tabir gelap
agar hidup itu tetap hidup dan terus hidup
pagi siang sore malam abah terus memacu dan
mengayuh becak kehidupan
meski jalannya terjal penuh liku
kadang walaupun sudah berhati-hati tapi tetap
saja ditangkap satpol
saban hari kita makan nasi aking
niatnya pingin ngirit biar jadi orang kaya
tapi hasil setoran tiap hari dicekik cukong
sejahtera kaya raya cuma mimpi malam buta
keadilan sudah tidak melirik kita
bahkan menjauh dan meludahi kaum papa nan dhuafa
ia berubah jadi durjana bagai wayang dimainkan dalang penguasa
Jakarta, 010825
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini















