Dengarkan Artikel
Oleh: Kang Thohir
Terkadang orang yang depresi dan stres itu wajahnya cepat keriput atau menua, makanya saya sering mengalaminya. Akan tetapi, saya juga ingin bisa melewati semua itu dengan penuh tegar dan berpura-pura ceria untuk terlihat bahagia.
Kita bisa mengetahui ketakutan itu berasal dari pengalaman pribadinya yang ia alami. Manusia itu memiliki sifat yang berbeda, namun bisa dari unsur-unsur kejadian dan pengalaman, yang membuat ia ketakutan. Seperti orang takut keramaian (ochlophobia) atau sama petir/kilat (astrapophobia), mungkin juga memiliki trauma atau kejadian semasa hidupnya dulu yang ia alami. Bisa jadi orang yang patah hati dan kecewa itu memiliki sifat seperti itu, cuma berbeda kasus atau masalah yang ia alaminya.
Bisa jadi kita sering ketakutan bisa mengakibatkan traumatik dan depresi karena seringnya melamun dan fikiran unek-unek tak bisa diungkapkan atau dikeluarkan. Mengakibatkan fikiran tak sinkron pada arah tujuan. Menjalani hidup seperti terasa terombang-ambing sesuatu yang difikirkan tak berujung dan tak ada solusi untuk melewatinya. Rambut kian menipis/kebotakan, karena mengalami stres berat atau depresi di kepalanya.
📚 Artikel Terkait
Otak kiri dan otak kanan tak seimbang, sehingga mengalami “PTSD” (Post Traumatic Stress Disorder), yaitu gangguan stres pascatrauma, kondisi kesehatan mental kian menurun, karena mengalami peristiwa traumatis yang mendalam. Menuai gejolak di antara resah dan gelisah, jiwa ingin berontak, namun tak bisa dilepaskan. Sulit diungkapkan oleh kata-kata. Diam termenung di antara luka dan rasa sakit batin yang membelenggu, yang menguasai jiwanya.
Ia pun terlihat gila di mata orang-orang, dan tak terlihat ceria seperti biasanya. Ada perubahan tingkah lakunya, dan tidak nyambung dalam komunikasinya, karena fikiran masih terbayang-bayang oleh peristiwa itu yang ia alaminya.
Semoga kita dihilangkan/dijauhkan dari hal-hal seperti itu, dan bisa melewatinya, dengan mendekatkan diri pada Tuhan yang Maha Esa. Selalu berfikir positif, sabar, ikhlas, ikhtiar, dan berdo’a kepada-Nya, agar terhindar dari gangguan-gangguan hal-hal seperti itu.
Tetap konsisten dan fokus untuk menata masa depan yang lebih cerah, dan bermakna. Semangat menjalani kehidupan yang lebih berfaedah dan terarah.
Brebes-Kupu, 2025
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






