Gumaman Kecil di Sudut Kamar

Gumaman Kecil di Sudut Kamar - 2025 07 21 12 54 06 | Artikel | Potret Online
Ilustrasi: Gumaman Kecil di Sudut Kamar

Oleh : Putri Salima

Guru honorer SMAT Raudhatul Ulum, Ulim, Pidie Jaya

Pernah gak sih kamu merasa hidup kok gini-gini aja ya? Tidak ada perubahan,tidak ada kemajuan. Bahkan hampir semua usaha dan perjuangan,hanya terbayar dengan kegagalan.

Mengeluh,mengeluh dan mengeluh seakan jadi jalan akhir dari setiap tangisan.

Kapan ya giliranku tiba?, dimana hanya akan ada air mata bahagia,bukan air mata kesedihan.

Itulah yang sering terbesit di pikiranku.

Rasa kesal pada diri sendiri menguasai hati.

Aku menjalani semuanya dengan sisa-sisa energi yang kupunya.

Berat,dan sangat melelahkan,bahkan tak jarang aku menangis hingga membuat mata sipitku sembab.

Jam tidur berantakan,hati gelisah,pikiran kacau,tapi takdir tidak memberiku pilihan selain bersabar dan ihklas menerima semua ketentuan dalam hidupku.

Aku memilih untuk tidak berisik dan tetap tegar ketika melihat teman-temanku yang jauh lebih dulu menemukan kebahagiannya.Ada yang sudah menemukan pasangan hidup,

ada juga yang sudah sukses dalam karirnya.

Ejekan saudara dan tetangga mulai terdengar. Mereka menghakimi tanpa tahu kebenaran  semoga nanti aku bisa membalas keraguan mereka dengan kabar keberhasilanku, lirihku dalam hati.

Aku memeluk erat semua lukaku dengan harapan suatu hari langit akan cerah dan membawa kabar baik.

Aku mulai beranjak dari sudut kamar,menghapus sisa-sisa air mata yang sudah sering membasahi pipiku dan berkata pada diri sendiri “bersabarlah sebentar lagi,inginmu akan segera terwujud,bahagia akan datang. Semua kesedihan ini akan segera berakhir”

Tuhan…

Untuk kali ini,tolong kabulkan permintaan kecilku.

Ada orang tua yang harus kubahagiakan,jangan biarkan harapan mereka pupus dengan ketidaksanggupanku. Mereka juga sudah cukup tua untuk terus memikul beban

Ayah,Ibu…

Walau masih merepotkan dan belum jadi apa-apa,semoga Tuhan beri hari dimana padaku kau akan tuai segala bentuk bahagia

Jangan pernah berhenti untuk mendoakan putrimu ini,aku berjanji akan terus bertahan dan hidup lebih baik lagi

Semoga untuk takdir apapun yang digariskan untukku nanti kau tetap bangga menyebutku sebagai anakmu.

Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Artikel terbaru untuk dibaca

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.