HABA Mangat

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

Februari 22, 2025

Tema Lomba Menulis November 2025

November 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

Februari 22, 2025

Tema Lomba Menulis November 2025

November 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Ketika Sang Muazzin dan Juara Pidato Telah Pergi untuk Selamanya

Redaksi by Redaksi
Juli 21, 2025
in Artikel
Reading Time: 3 mins read
0
Ketika Sang Muazzin dan Juara Pidato Telah Pergi untuk Selamanya
601
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Baihaki ( Abi Rausan)

Baca Juga

Malioboro Yang Rapi, Tapi Hampa

Maret 16, 2026
Sekolah Korban Bencana Ekologis

Sekolah Korban Bencana Ekologis

Maret 16, 2026
Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Maret 16, 2026

Muhammad Rausan Fikri Al Bairi lahir di Desa Pulo Ie, 12 Januari 2011. Dia baru saja naik ke kelas III atau IX di Madrasah Tsanawiyah Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan. Umurnya saat ini 14 jelang 15 tahun.

Nama ini diberikan oleh sohib Anies Kandang – Menggamat. Rausan ini perjuangannya sangat luar biasa, sejak dalam kandungan sudah ikut ibundanya menjadi anak kost, dan ikut kuliah di Kampus IAIN Ar-Raniry, Banda Aceh.

Dia setiap hari sudah menemani ibundanya mulai dari kuliah, ujian atau final, PPL, membuat skripsi, yudisium hingga wisuda. Maka sengaja saya menjahit baju toga untuknya, karena dia sudah pantas juga ikut wisuda.

Rausan dalam kesehaariannya sepulang dari sekolah bermain dengan teman sebayanya. Tapi saat malam ia pergi mengaji di pesantren di Desa Jambo Manyang, bertetangga dengan Desa Pulo Ie.

Ananda saya ini sangat percaya diri untuk mengikuti lomba pidato saat acara Maulid Nabi atau Isra’ Mikraj dan acara besar Islam lainnya. Bahkan dapat membawa piala ke rumah yang meraih sebagai juara.

Selain itu dia sangat menyayangi adik-adiknya, mengantar dan menjemput mereka saat mengaji dan sering menyuapin saat makan. Dia menjaga adik-adiknya, karena dia tahu ayahnya jauh di rantau orang mencari rezeki.

“Duka Tiba Secara Mendadak“

Malam Kamis, istri saya memberikan kabar kepada saya di Banda Aceh, sekalian mengirimkan foto kalau dokter sedang memasang infus kepada Rausan di rumah saja dan foto perban di dada karena sedikit meukilah saat jatuh main bola.

Saya pun tidak begitu cemas. Karena malam Jum’at, Rausan sanggup becanda bahkan dia meminta kirimkan vocer untuk mengetahui informasi dari wali kelasnya melalui group WA kelas, bahkan ia meminta dikirimkan Pizza dan Martabak Mesir, karena makanan kesukaannya.

Wali kelas katanya, memberitahukan upacara pada hari Senin dia mendaptkan tugas baca do’a. Pagi Jum’at ia bersegera ingin ke sekolah untuk mengambil konsep do’a itu.

Lalu, saat mau mandi tiba-tiba dia pingsan tak sadarkan diri. Kemudian dibawa ke Puskesmas Kluet Utara, selanjutnya dilarikan ke RSUYA Tapaktuan karena sudah koma.

Selanjutnya, istri mengabarkan ke saya kalau Rausan dibawa ke RS Tapaktuan, keadaannya kritis. Kemudian saya langsung ke Batoh umtuk pulang, tapi tak ada mobil pagi dan siang ke Aceh Selatan.

Saya ambil kesimpulan untuk menumpang mobil Hiace menuju Singkil, karena berangkat pukul 5 sore. Pukul 3 atau 4 sudah tiba di Tapaktuan. Namun istri mengabarkan Rausan drop, hati semakin galau dan langaung ke Bandara Blang Bintang.

Karena Pesawat Susi Air tak ada nomor kontak yang bisa dihubungi. Setiba di bandara, jadwal penerbangan Susi Air ke sana hari Selasa. Saya ambil kesimpulan carter mobil rental Innova, walau pun mahal yang penting sampai.

Saya telepon mobil rental dan berangkat. 8 jam dalam perjalanan menuju RSUYA Tapaktuan, tiba pukul 22.00 WIB, langsung saya masuk ke ruang ICU. Ternyata sudah dua kali koma siang dan sore.

Koma yang ketiga pukul 23.00 WIB. Rausan menghembuskan napas terskhir. Tentu saja menunggu ayahnya sampai, barulah dia ikut berangkat untuk selamanya, meningalkan luka mendalam bagi saya bersama istri dan kerabat.

Hasil ronsen dari dokter, di dalam kepala ada pembengkakan yang membuat sakit kepala. Selama ini memang ada sesekali dalam sebulan dia sakit kepala, tapi bawa ke dokter dikasih obat langsung sembuh dan tak pernah dironsen.

Hari ini, Minggu (20/7/2025, anak saya tersayan, hari kedua dia dalam kubur. Suara lantunan azan Maghrib dan Isya tentu takpernah ada lagi dari suara Rausan tuk selamanya. Selamat jalan anak muda saya, tentu karena belum baligh syurga menantinya.(*)

Pulo Ie, Sabtu (20 Juli 2025)
Baihaki Abi Rausan yang sedang berduka

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 277x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 209x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 176x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 142x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare240
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

#Ekonomi

Malioboro Yang Rapi, Tapi Hampa

Maret 16, 2026
Sekolah Korban Bencana Ekologis
#Korban Bencana

Sekolah Korban Bencana Ekologis

Maret 16, 2026
Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa
#Perempuan Hebat

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Maret 16, 2026
# Ironi

BENGKEL OPINI RAKyat

Maret 16, 2026
Next Post

Ibu Cerdas di Era Digital - Ulasan Artikel

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com