• Latest
Perempuan Perkasa

Perempuan Perkasa

Juli 8, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Perempuan Perkasa

Ilhamdi Sulaiman by Ilhamdi Sulaiman
Juli 8, 2025
in #Perempuan Hebat, Artikel, Kisah Hidup, Minangkabau
Reading Time: 2 mins read
0
Perempuan Perkasa
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
ADVERTISEMENT

(Kisah Siti Manggopoh)

Oleh Ilhamdi Sulaiman

Angin pagi menyapu lembah Manggopoh, membawa kabar dari ladang dan suara rintik dari gunung yang jauh. Tapi di rumah gadang di pinggir kampung, bukan alam yang mengguncang hati Siti. Hari itu, suaminya, Abdurrahman, ditangkap Belanda.

“Dia hanya menolak bayar pajak, Mak!” teriak Siti, suaranya menggema di balik dinding bambu rumah gadang yang mulai tua. “Dia bukan pemberontak. Tapi orang yang tahu harga diri!”

Sarifah, ibunya, hanya bisa memeluk cucunya yang menangis. “Sabar, Nak. Hukum Belanda tak kenal hati.”

Tapi Siti bukan perempuan yang bisa duduk diam ketika keadilan diinjak. Ia anak dari Minangkabau, tanah yang ditinggikan adatnya, dijunjung marwahnya. Ia perempuan, tapi darahnya panas seperti bara. Malam itu, ia berkumpul dengan para ninik mamak dan pemuda kampung di surau.

“Kita bukan hamba,” katanya lantang, mata menyala. “Kita bukan ladang kering yang bisa dibakar pajak seenaknya. Tanah ini milik kita, bukan Belanda!”

Ada yang ragu. Ada yang takut. Tapi ada pula yang mengangguk, terutama para perempuan. Mereka sudah lama diperas, bukan hanya hartanya, tapi juga harga dirinya.

Dua minggu kemudian, gudang senjata Belanda di pinggir nagari dibakar. Senjata dirampas. Siti memimpin para perempuan menyusup malam, menyamar sebagai pengantar makanan, menyisipkan bom rakitan dalam raga nasi.

Dan pada suatu pagi yang lengang, pertempuran pun meletus. Siti, dengan kerudung dililit ketat dan golok di tangan, berdiri di barisan depan. Di belakangnya, seruan perempuan menggema:

“Kaba indak boleh tinggal sabantaang! Tanah awak alah digadaikan! Kini waktunyo dibali dengan darah!”

Bentrok tak terhindarkan. Peluru beterbangan, tetapi semangat lebih tajam dari timah panas. Siti menebas satu serdadu Belanda, lalu meraih senjatanya. Di tengah hujan mesiu, ia terus bergerak, hingga akhirnya… ia jatuh. Terluka, tapi tidak tumbang.

Ia ditangkap. Dimasukkan ke dalam penjara di Padang. Tapi perjuangan tak berhenti. Cerita tentang “Perempuan Perkasa dari Manggopoh” menyebar. Dari surau ke surau, dari dapur ke dapur, dari anak-anak kecil sampai para datuk, semua menyebut namanya dengan hormat.

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 339x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 301x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 249x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 239x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Ilhamdi Sulaiman

Ilhamdi Sulaiman

Ilhamdi Sulaiman (Boyke Sulaiman) I Lahir 68 tahun lalu di Medan pada tanggal 12 September 1957. Menamatkan pendidikan sarjana Sastra dan Bahasa Indonesia di Universitas Bung Hatta Padang pada tahun 1986. Berkesenian sejak tahun 1976 bersama Bumi Teater Padang pimpinan Wisran Hadi. Pada tahun 1981 mendirikan Grup Teater PROKLAMATOR di Universitas Bung Hatta. Lalu pada tahun 1986, hijrah ke kota Bengkulu dan mendirikan Teater Alam Bengkulu sampai tahun 1999 dengan beberapa naskah diantaranya naskah Umang Umang karya Arifin C. Noer, Ibu Suri karya Wisran Hadi dan tahun 2000 hijrah ke Jakarta mementaskan Naskah Cerpen AA Navis Robohnya Surau Kami Bersama Teater Jenjang Jakarta serta grup grup teater yang ada di Jakarta dan Malaysia sebagai aktor freelance. Selama perjalanan berteater telah memainkan 67 naskah drama karya penulis dalam dan luar negeri, monolog, dan deklamator. Serta mengikuti event lomba baca puisi sampai saat ini dan kegiatan sastra lainnya hingga saat ini.

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post
Kala Soeryadarama Isman Pamerkan Tradisi “Peusijuek”

Kala Soeryadarama Isman Pamerkan Tradisi “Peusijuek”

HABA Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Tema Lomba Menulis Edisi Mei

Mei 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    873 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com