• Latest
Rakyat Siap Mendukung Penuh Sikap dan Tindakan Presiden Prabowo Subianto Menindak dan Membersihkan Kabinet Merah Putih Yang Membuat Gaduh

Rakyat Siap Mendukung Penuh Sikap dan Tindakan Presiden Prabowo Subianto Menindak dan Membersihkan Kabinet Merah Putih Yang Membuat Gaduh

Juni 16, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Rakyat Siap Mendukung Penuh Sikap dan Tindakan Presiden Prabowo Subianto Menindak dan Membersihkan Kabinet Merah Putih Yang Membuat Gaduh

Redaksiby Redaksi
Juni 16, 2025
Reading Time: 3 mins read
Rakyat Siap Mendukung Penuh Sikap dan Tindakan Presiden Prabowo Subianto Menindak dan Membersihkan Kabinet Merah Putih Yang Membuat Gaduh
596
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Jacob Ereste :

Gaduh Raja Ampat dan Empat Pulau Milik Aceh itu jelas ingin memperluas konflik yang memusingkan Presiden Prabowo. Tapi dengan itu dapat dipahami siapa lawan dan siapa kawan yang harus dibersihkan dari Kabinet Merah Putih agar bisa melaju mulus seperti rencana dan program yang dicanangkan untuk memperbaiki bobrok yang dibuat semena-mena oleh rezim sebelumnya.

Perluasan dari arena perseteruan itu pun bisa dipahami sebagai upaya untuk menutup sejumlah kasus besar yang tak hendak diselesaikan lantaran sejumlah pejabat memang terlibat di dalam berbagai kasus gede itu, mulai dari PSN (Proyek Strategis Nasional) yang menjual laut dan hutan hingga korupsi CSR Bank Indonesia sampai kasus Crude Palm Oil yang sudah terbukti melibatkan aparat penegak hukum di negeri ini.

Bagi warga masyarakat Aceh sendiri pun, kasus perampasan empat pulau di Singkil ini menjadi kesempatan untuk membuktikan diri bahwa Aceh tak hendak mengganggu, tapi selalu siap untuk mempertahankan hak hingga seluruh rakyat Aceh siap bergerak membuktikan cintanya terhadap Bumi Tanah Rencong yang ingin dijajah — apalagi sekedar didikte — melalui tata administrasi yang bobrok, penuh rekayasa dan akal-akal untuk mengeruk untung dalam wujud ekonomi maupun politik yang mengabdi pada rezim penguasa yang masih mencengkeramkan kukunya demi dan untuk kelanggengan dinasti.

Riak dan gejolak rakyat Aceh yang spontan menunjukkan komitmen terhadap hal dan harga diri yang tidak boleh diusik olek siapapun, termasuk oleh penguasa yang paling sakti sekalipun. Reaksi spontan rakyat Aceh ini dapat menjadi cermin dan pengajaran bagi rakyat Indonesia dari daerah lain — seperti Raja Ampat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur hingga Sulawesi yang dibuat gaduh akibat perut buminya yang dikeruk semena-mena tanpa menyisakan sedikitpun bagi masyarakat setempat.

Kasus perusahaan perkebunan sawit pun yang membelah hutan dengan SHGU dan SHM yang dijual secara gelap itu seperti sertifikat yang ada di pantai Utara, Tangerang Banten — jelas menunjukkan ada persekongkolan jahat dalam bentuk dan model korupsi terbaru dari rezim penguasa selama 10 tahun terakhir. Hingga banyak hal menjadi serba palsu yang dilegalkan secara paksa seperti Putusan Mahkamah Konstitusi yang cacat etika dan cacat moral itu.

Karena itu, kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil alih masalah — mestinya tak cuma terhadap 4 Pulau Milik Aceh ini — harus dilakukan sampai kepada akar masalah yang memang dibuat oleh sisa-sisa rezim masa lalu yang busuk, karena bisa merusak tatanan Kabinet Merah Putih yang ingin bekerja dengan serius untuk bangsa dan negara yang sudah rusak-rusakan oleh rezim terdahulu yang cuma ingin memperkaya dan terus mempersakti kekuasaan di bawah bayang-bayang sosok mereka.

Baca Juga

IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
img-0531_11zon

Mengingat Masa Lalu, Menentukan Arah Masa Depan

Maret 29, 2026

Oleh karena itu, penyelesaian berbagai kasus oleh Presiden Prabowo Subianto hanya akan efektif dan efisien serta memberi manfaat bagi rakyat bila membersihkan juga tentakel-tentakel yang menjadi penyebab sekaligus pembuat penyebab kegaduhan yang tak kunjung rampung, lantaran akan sangat mengganggu konsentrasi Kabinet Merah Putih menunaikan fungsi dan tugas mulianya untuk bangsa dan negara Indonesia yang sedang sakit.

Jadi, sungguh relevan sejumlah pejabat yang telah terbukti membuat kegaduhan dan ketidak nyamanan segenap warga bangsa Indonesia bersama anggota Kabinet Merah Putih lainnya, harus dan mutlak untuk direshuffle. Bila tidak, rakyat pun dapat dipastikan akan menarik dukungan terhadap pemerintah yang tidak tegas dan peragu. Karena rakyat, sudah terlalu lama dan banyak menderita, tapi juga sudah terlalu capek.

Jadi sungguh tak elok setelah gagal memindahkan Ibu Kota secara paksa, semakin tampak ambisi dinasti ingin dihidupkan kembali di republik ini. Lantaran keculasan menggeser empat pulau ke pekarangan kerajaan menantu, bisa menyulut heroisme Perang Aceh berkobar kembali.

ADVERTISEMENT

Banten, 15 Juni 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Otonomi Khusus Untuk Siapa? Tradisi Meugang dan Ironi Pengabaian Kearifan Lokal Aceh dalam Ritme Birokrasi.

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com