Dengarkan Artikel
Oleh : Nendawati Spdi .
Begitu banyak yang dilepaskan oleh seorang perempuan ketika memutuskan untuk menikah, termasuk untuk memilih tidak lagi bekerja di luar rumah demi lebih fokus untuk mengurus rumah tangganya dan terlebih jika sudah memiliki buah hati .
Hidup itu selalu dihadapkan dengan pilihan. Biasanya apa yang telah dipilih oleh perempuan justru pasti ada yang ia korbankan.
Jika pada akhirnya pilihan menjadi ibu rumah tangga lah yang ia pilih, maka ini memang keputusan yang sangat berat ia putuskan, namun ia yakin pasti kelak ini tidak ada yang sia -sia.
Memilih ibu rumah tangga bearti tidak menghasilkan pundi pundi rupiah atau segenggam emas permata. Namun di balik keputusan itu bahwa pekerjaan ibu rumah tangga tidak lah mudah. Justru menjadi ibu rumah tangga lah menjadi tombak utama dalam keterlibatannya secara penuh untuk memprioritaskan keluarga tercintanya dan melahirkan karakter penerus bangsa yang mulia. Setidaknya ia menjadi anak yang saleh, warga yang baik dan rakyat yang patuh aturan.
Dalam rumah tangga tak selamanya yang keluar rumah bersamaan itu disebutkan kerja sama . Meski pun sama sama keluar rumah untuk bekerja. Justru satu harus stay di rumah dan biarkan suami yang bekerja di luar .
Bukankah ini yang disebutkan kerja sama?
Sang istri, tetap di rumah mengurus rumah tangganya, merawat anak anak dan suami. Mengasuh anak anak memberikan kenyamanan serta cinta kasih juga terus berusaha melangitkan doa untuk sang suami, sementara yang satu lagi keluar dari rumah untuk mencari nafkah (suami ).
Istri tetap dukung dengan doa, tahajud,zduha dan tidak konsumtif melihat barang barang diskon di mall atau aplikasi di Android.
Menjadi ibu rumah tangga tidak selalu berarti tidak produktif. Justru di sinilah sumbernya. Bukan kah seorang ibu itu Madrasah satul ula?Banyak perempuan akademik yang memilih menjadi ibu rumah tangga karena berbagai alasan pengabdiannya.
Menjadi ibu rumah tangga adalah aktivitas yang dilakukan oleh perempuan yang sudah menikah. Namun ada keyakinan bahwa meskipun sudah menikah dan memiliki jadi ibu rumah tangga adalah ini keputusan yang mulia karena percayalah ini bukan akhir dari seorang perempuan.
Tak ada yang sia sia dari sarjana, meskipun akhirnya memilih jadi ibu rumah tangga.
Dalam Islam sendiri peran perempuan menempatkan bahwa diri perempuan itu di rumah lah , karena Islam memuliakan perempuan Islam menempatkan perempuan di sebaik baik tempat yaitu di rumah.
Perempuan yang memilih fulltime di rumah tidak lah hina , karena ini mulai dari rumah lah segalanya dimulai. Di rumah lah generasi itu dibentuk, generasi penerus agar memiliki karakter juga akhlak yang mulia. Peran perempuan dalam Al-Qur’an lebih banyak disebut mengenai tugasnya sebagai istri juga seorang ibu. Hal ini karena perannya dalam mendidik anak anaknya .
Ditilik kembali bahwa tidak lah mudah menjadi ibu rumah tangga yang rutinitasnya dari pagi hingga malam dan dari malam kembali ke pagi yang dikerjakan itu itu terus menerus dengan aktivitas yang sama diulang ulang setiap harinya. Bahkan, tanpa segenggam rupiah yang menjadi imbalannya, namun percayalah jika kita iklas melakukan, pahalanya langsung dari Allah SWT berikan.
Menjadi ibu rumah tangga memang bukan pekerjaan yang mudah, tetapi sangat mulia dan berharga. Peran ibu dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak tidak dapat diukur dengan angka-angka produktivitas dunia, tetapi memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah. memang sangat – lelah dan beratnya peran ibu memang nyata. Makanya di sini juga butuh peran suami agar senantiasa tetap memberikan asupan kasih sayang, kepekaan agar kewarasan ibu rumah tangga itu tetap terjaga. Butuh kesabaran yang besar menjadi ibu rumah tangga, tetapi dengan kesabaran, keikhlasan, dan cinta, semua itu dapat dijalani dengan lebih ringan, jika juga ada peran suaminya yang memberikan tangki cinta yang full. Karena jadi ibu rumah tangga itu butuh amunisi yang banyak -karena peran seorang istri itu banyak.
Jadi ibu ,jadi istri .Peran ibu tidak hanya tentang mengurus rumah dan anak-anak, tetapi juga tentang membentuk generasi masa depan yang baik dan berakhlak mulia. Makanya jika iklas melakukan semuanya, ganjarannya syurga.
Menyuci dan mensucikan pakaian kotor saja berpahala, terlebih jika pakaian itu digunakan untuk ibadah besar lagi loh pahalanya.
Hadiah dan Pahala bagi Ibu rumah tangga
📚 Artikel Terkait
Hadiah dan pahala bagi ibu yang ikhlas dan sabar dalam menjalankan peranannya tidak hanya berupa materi, tetapi juga surga dan ridho Allah.Peran ibu yang mulia ini patut dihargai dan dihormati, karena merupakan fondasi bagi keluarga dan masyarakat yang harmonis dan sejahtera.
Sang suami harus senantiasa mendukungnya dan terus menerus memberikan Tanki cinta .
Karena ini sangat dibutuhkan oleh seorang ibu rumah tangga.
Semangat dan Dukungan untuk Ibu
Semangat dan dukungan untuk ibu yang menjalankan peranannya dengan penuh cinta dan dedikasi sangatlah penting.Ibu-ibu hebat yang mendedikasikan waktunya untuk membersamai anak-anak patut dihargai dan dipeluk dengan hangat.
Mengingat Nilai dan Makna Peran
Ibu.Mengingat nilai dan makna peran ibu dapat membantu meningkatkan kesadaran dan penghargaan terhadap peran ini. Peran ibu yang mulia ini patut dijadikan contoh dan teladan bagi generasi mendatang.
Jadi ibu rumah tangga itu berat ,kalau gampang pasti imbalannya mie ayam seblak .
Jangan bersedih dan menyesal jika sudah memutuskan menjadi ibu rumah tangga, karena meninggalkan kariernya dengan pekerjaan bergengsi, jabatan mentereng .
Tak mengapa meski pun punya gelar sarjana, namun lebih memilih menjadi ibu rumah tangga karena pekerjaan yang tiada hentinya adalah ibu rumah tangga.
Ibu rumah tangga memberikan prioritas keluarga,Mereka mungkin ingin fokus pada keluarga dan anak-anak mereka.
Ibu rumah tangga ingin Keterlibatan penuh: ingin terlibat penuh dalam proses tumbuh kembang anak-anak mereka dan mengurus khadamnya berbakti kepada sang suami .Ibu rumah tangga itu reka berkorban, lebih memilih meninggalkan karier. Pengorbanan mereka rela mengorbankan karir atau kesempatan lain untuk fokus pada keluarga.
Namun, menjadi ibu rumah tangga tidak berarti tidak produktif, Apalagi di zaman sekarang yang serba canggih moderen banyak ibu rumah tangga yang bisa tetap membantu suaminya untuk mencari tambahan dengan cara terus menerus belajar mengembangkan skil yang ia punya .
Mengembangkan keterampilan:
Mereka mengembangkan keterampilan baru, seperti mengelola rumah tangga, mengasuh anak,(ikut seminar parenting. Membaca buku buku kiat – kiat cara mendidik anak anak dengan baik dan juga belajar Menez mengelola keuangan.
Nah poin ini yang sangat urgen. Membentuk generasi,Mereka berperan penting dalam membentuk karakter dan nilai-nilai anak-anak mereka. Mengelola waktu: ibu rumah tangga harus mengelola waktu dengan efektif untuk menjalankan berbagai tugas dan tanggung jawab serta perannya.
Jadi, apakah perempuan akademik yang memilih jadi ibu rumah tangga tidak produktif? Jawabannya adalah tidak selalu. Mereka mungkin memiliki definisi produktivitas yang berbeda, dan kontribusi mereka pada keluarga dan masyarakat sangat berharga. Harus diakui bahwa membersamai anak adalah pekerjaan yang sangat produktif.
Karena menjaga mengasuh anak itu tidak lah mudah.
Tugas ini mencakup banyak peran: menjaga, merawat, mengasuh dengan sabar dan mendidik. Modalnya bukan sekedar materi, tapi perlu jiwa dan raga yang waras, sehat, dan kuat. JUJUR… ini pekerjaan yang BERAT karena jika salah kaprah akan hancur semua .
Mendidik anak anak juga harus diikhtiarkan dengan doa doa kepada sang Khaliq.
Diberikan anak anak yang saleh dan saleha.
Usaha tanpa doa sombong. Doa tanpa usaha juga bohong. Nah tetap terus meminta kepada sang pencipta. Tanpa pertolongan Allah, nggak akan sanggup menjalani setiap bagiannya.
Mungkin tak terlihat angka produktivitasnya dalam pencapaian dunia, tapi insyaa Allah, tercatat mulia di sisi-Nya. So “Apa benar ibu rumah tangga tidak produktif”?
Karena peran seorang ibu adalah pondasi, yang membentuk arah sebuah peradaban apalgi jika niatnya ibadah dan langsung berserah kepada Allah SWT.
Menjadi ibu rumah tangga, bisa lebih produktif menulis. Bisa menulis dengan lancar, walau begitu dijalani… tertatih-tatih, bahkan sampai terjatuh. Namun tetap optimis.
Terus bangkit lagi, karena menulis ini adalah nikmat yang perlu dijaga dan terus diusahakan, hingga hayat menyentuh lahat. menulis itu banyak pula manfaatnya bagi diri sendiri dan juga bagi anak dan keluarga.
Yassarallahu lanaa umuuranaa kullahaa…aamiin yaa rabbal alamin.
Jadi semua ibu-ibu hebat yang mendedikasikan waktunya untuk membersamai anak-anak dan rela memilih menjadi ibu rumah tangga, masih bisa tetap produktif dengan berbagai kegiatan, termasuk kegiatan menulis yang menjadi obat yang menyehatkan.
Walau menjadi ibu rumah tangga 24 jam rasanya tak pernah cukup ya ? ART aja tugasnya beresin rumah aja. Anak-anak dijaga baby sitter. Nah ibu rumah tangga bisa mengerjakan semuanya bahkan pekerjaan rumah tangga bisa di kerjakan 5 macam dalam satu waktu dicicil lah semua agar cepat kelar berat sekali bukan?, Itulah kenapa bisa berat? Kalau ringan hadiahnya sabun aja atau mie ayam lah Ibu rumah tangga kalau ikhlas hadiahnya surga aamin Semangat untuk semua perempuan yang memiliki titel, namun lebih memilih jadi ibu rumah tangga, tapi bisa masih bisa menulis dengan produktif.
Apalagi di era digital seperti sekarang, ibu rumah tangga yang sarjana itu bisa lebih produktif lagi. Selain produktif menulis, juga bisa berbisnis dari rumah. Walau membersamai anak itu bukan perkara fisik, tapi emosional dan pikiran juga. Menulis dan berbisnis dari rumah masih bisa dilakukan. Apalagi jika kita memiliki buah hati yang jaraknya tiga tahun.
Dalam kelelahan yang luar biasa rasanya mengurus mereka, tapi tetap harus bahagia juga semangat terutama semangat menjaga mental dan emosi juga. Nah, jika ada ibu rumah tangga juga nyambi buka jualan online untuk nambah pemasukan keuangan, itu sangat dahsyat.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






