• Latest
Manna Haikal

Manna Haikal

Mei 7, 2025
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Manna Haikal

Dahlan Iskanby Dahlan Iskan
Mei 7, 2025
Reading Time: 4 mins read
Manna Haikal
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook


Oleh: Dahlan Iskan

Rabu 07-05-2025

(Rangkaian kegiatan yang diikuti Haikal di DBL Camp)

Haikal yang punya mimpi itu. Ia anak buruh serabutan. Di pelosok Manna, Bengkulu Selatan. Haikal bisa meraih mimpi itu. Bahkan bisa ikut ke Amerika –jauh melebihi yang ia impikan: sekadar bisa ikut DBL.

“Mimpi ikut DBL” ternyata telah merayap sampai Manna. Padahal tidak ada DBL di Manna. Jangankan di Manna, di ibu kota provinsi Bengkulu pun belum ada DBL.

Anda sudah tahu, DBL: liga bola basket pelajar terbesar di Indonesia. Yang salah satu pertandingan finalnya saja -untuk Seri Jakarta- selalu digelar di Indonesia Arena. Venue yang dibangun untuk Piala Dunia Basket.

BACA JUGA:Batal di Indonesia Arena, Netizen Bandingkan IBL All-Star dengan Final DBL Jakarta

Sebanyak 14,517 penonton memadati Final DBL Jakarta 2024 pada Jumat, 6 Desember 2024 di Indonesia Arena-DBL Indonesia-

Selama ini lebih dari 1.000 SMA se-Indonesia ikut DBL. Melibatkan sebanyak 20.000 pelajar sebagai pemain basket. Ada pula 12.000 lebih sebagai dancer. Kok ada dancer-nya? Ya itulah bedanya DBL. Dancer itu mendampingi tim basket. Mereka tampil menghibur di pertengahan babak.

Angka yang di atas itu belum termasuk siswa yang datang sebagai suporter sekolah. Mereka juga dilombakan kreativitasnya. Kreativitas mereka membuat spanduk kemarin sempat dibanding-bandingkan dengan suporter Arsenal.

Saat ini mayoritas para tim nasional basket Indonesia punya latar belakang sebagai pemain DBL, terutama tim wanitanya.

Yang membedakan DBL dan kompetisi basket lainnya adalah, tiap tahun mereka punya program DBL Camp. Pemain-pemain terbaik hasil kompetisi dimasukkan camp latihan khusus. Selama seminggu mereka dilatih sekaligus diseleksi para pelatih dari World Basketball Academy (WBA) Australia.

Para pelatih asing itu yang melatih dan menyeleksi: siapa yang bisa masuk tim DBL Indonesia All Star. Ada tim putra dan tim putri. Sejak tahun lalu nama resminya Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star. Yang masuk ke tim itu dikirim ke Amerika. Selalu ke Amerika. Sudah lebih 15 tahun.

Begitulah bertahun-tahun. Awalnya hanya jadi berita di media DBL. Dulu medianya pakai koran. Sekarang pakai website dan social media. Semua pertandingannya -yang berjumlah lebih dari 1.000 game- ditayangkan live streaming. Jadi omongan di dunia SMP dan SMA. Jadi mimpi: setiap siswa ingin bisa lolos masuk ke tim DBL di sekolahnya.

Tidak mudah. Sebab pendiri DBL menggariskan misi: student athlete. Artinya, peserta DBL tidak boleh hanya jagoan di olahraga. Nilai pelajaran di kelasnya harus baik. Harus naik kelas. Harus berkelakuan baik di sekolah.

Pelatih tim di sekolah itu, saat mendampingi siswa bertanding di DBL, harus pakaian rapi. Setidaknya pakai kemeja. Sebelum bertanding harus didahului dengan lagu Indonesia Raya. Penonton pun harus berdiri. Yang pakai topi harus copot topi. Ada pengawasnya: kalau masih ada yang malas berdiri, lagu kebangsaan belum dimulai.

Saya pernah ke kantor DBL. Luas. Lapang. Yang kerja anak muda semua. Suasana penuh canda ceria. Kantornya mirip lapangan basket penuh komputer.

Banyak foto juara-juara DBL dipajang di dinding. Juga foto-foto saat mereka dilatih pelatih asing. Juga foto-foto pas mereka di Amerika.

Di satu dinding ada pajangan kaus-kaus pemain NBA. Juga sepatu mereka. Ada yang ukuran sepatunya ampun-ampun: tiga kali sepatu saya. Semula saya pikir itu sepatu orang purba. Sangat tidak umum. Ternyata sebesar itulah sepatu pemain basket Amerika.

Semua itu koleksi pribadi pendiri DBL –yang ia dapatkan langsung dari para pemain Amerika itu. Ia memang sekolah SMA di sana. Sampai lulus kuliah. Saya malu menyebutkan siapa namanya.

Baca Juga

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

Maret 17, 2026
Iran di Piala Dunia, Amerika di Medan Perang, FIFA Pura-Pura Netral

Iran di Piala Dunia, Amerika di Medan Perang, FIFA Pura-Pura Netral

Maret 7, 2026
Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Februari 21, 2026
ADVERTISEMENT

Mulai tahun ini DBL punya program baru: memperluas mimpi anak Indonesia. Program itu dibuat agar tidak hanya bintang-bintang DBL yang bisa ikut camp dan ikut ke Amerika.

Tujuannya: agar siswa dari kota-kota yang belum ada kompetisi DBL-nya bisa terwadahi. Atau, di kota itu sebenarnya sudah ada DBL namun sekolahnya tidak bisa ikut dengan berbagai sebab. Misalnya belum bisa membuat satu tim yang komplet.

Untuk yang seperti itu siswa yang gila basket boleh mendaftar. Tetap harus memenuhi kriteria student athlete. Juga akan diverifikasi apakah ia/dia hanya main-main basket atau sungguh-sungguh ingin berprestasi.

Ada nama resminya, tapi saya menyebutnya ”jalur perorangan”. Jalur ini diberi kuota lima orang. Lima orang itu bergabung dengan lebih dari 200 pelajar lain yang sudah tersaring lebih dulu dari “kota-kota DBL”. Eits, ada juga 54 pelatih yang ikut serta. Mereka juga terseleksi dari “kota-kota DBL”.

(Para 24 pemain dan 4 pelatih yang terpilih dalam skuad DBL Indonesia All-Star 2025 pada Minggu, 4 Mei 2025 di Atrium Mall Kota Kasablanka, Jakarta-DBL Indonesia)

Salah satu yang terpilih dari “jalur perorangan” adalah Haikal dari Manna. Ia siswa kelas XII asal SMAN 1 Bengkulu Selatan.

Pelatih/guru olahraga SMAN 1 Manna, Akbar Sofian, yang mendorong Haikal mendaftar ikut DBL Camp “jalur perorangan”. Ia mendapatkan dukungan cukup banyak lewat vote dan akhirnya lolos.

Selama seminggu di camp, Haikal menunjukkan prestasi menonjol. Pelatih-pelatih dari Australia sepakat memilih Haikal sebagai salah satu All Star. Ia pun akan ikut berangkat ke Amerika Juni depan.

Haikal selalu mengikuti DBL lewat media digital DBL. Sejak ia masih di SMP. Ia mimpi kapan ada DBL di Bengkulu. Tim basket SMAN 1 sering bertanding, tapi tidak sebergensi seperti di DBL.

Kini Haikal mencapai sebagian mimpinya.

Terbukti bahwa mimpi adalah hak semua orang. Juga hak anak dari seorang tenaga serabutan di pelosok Manna.(Dahlan Iskan)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 347x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 309x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 261x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 252x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Hidup Menggaya

Hidup Menggaya

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com