Rerasan: Jasmerah Lamongan

Rerasan: Jasmerah Lamongan - 2025 05 06 10 23 29 | Artikel | Potret Online
Ilustrasi: Rerasan: Jasmerah Lamongan
WA FB X

(Menyambut Hari Jadi Lamongan)

Oleh Muslimin Lamongan

Jasmerah, Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah!, pekik Bung Karno. Saya bukan ahli sejarah. Tidak memunyai latar belakang pendidikan sejarah. Hanya penggemar berat sejarah. Penggembira suka baca buku sejarah dan lihat film sejarah. Mendengar cerita sejarah, sandiwara atau drama sejarah. Meskipun tumpang tindih antara realita dan khayalan. Tetap menarik, rasa penasaran terobati. Termasuk sejarah Lamongan, kota kecil yang bila digali secara mendalam, memiliki historisitas yang sangat menarik.

Secara singkat hari jadi Lamongan yang diperingati setiap tanggal 20 Mei, memiliki latar sejarah sebagai berikut:

Lamongan memiliki sejarah yang kaya dan menarik. Ada dua versi tentang asal usul nama Lamongan.

Baca Juga

Versi Pertama: Mbah Lamong

Lamongan berasal dari nama Mbah Lamong, yang merupakan julukan untuk Ranggahadi, seorang tokoh penting pada masa lampau. Ia dikenal karena kebijaksanaannya dalam membina daerah dan menyebarkan ajaran Islam. Nama Lamongan kemudian digunakan sebagai nama daerah

Versi Kedua: Demang Ronggohadi

Lamongan berasal dari nama Demang Ronggohadi, seorang pejabat tinggi di Kerajaan Majapahit. Ia dikenal karena pengabdian dan jasanya kepada negara. Nama Lamongan kemudian digunakan sebagai nama wilayah untuk menghormati Demang Ronggohadi

Sejarah Kabupaten Lamongan

Lamongan diangkat menjadi kabupaten pada tahun 1569, dengan Tumenggung Surajaya sebagai Adipati pertama. Penobatan ini dilakukan oleh Kanjeng Sunan Giri IV, bukan Sultan Pajang, sebagai respons atas situasi politik dan ancaman asing di masa itu.

Lamongan memiliki warisan sejarah yang penting, seperti Candi Pataan di Desa Pataan Sambeng, yang diperkirakan sebagai wihara tempat pendidikan calon biksu. Kota ini juga berkembang di bawah pengaruh keislaman yang kuat, dengan peran penting dalam penyebaran agama Islam di Jawa.

Kisah singkat itu jika ditelisik dan diulik secara sungguh-sungguh, akan menjadi catatan sejarah yang luar biasa. Lamongan berdekatan dengan Gresik dan Surabaya. Di masa lampau, mulai zaman kerajaan sampai kemerdekaan, dua wilayah ini memiliki sejarah penting. Keduanya bersinggungan dan Lamongan memiliki peran yang signifikan menopang kejayaan dua kota ini. Bila ditulis dalam bentuk buku, bisa berjilid-jilid. Tentu saja penulisan sejarah ini membutuhkan tim yang kompak dan kompeten. Hasilnya akan menjadi warisan anak cucu. Sebagai pijakan dalam langkah-langkah pembenahan tatanan wilayah Lamongan. Agar menjadi lebih megilan dan pesat berkemajuan.

Selayaknya paling tidak di SD/MI dan SMP/MTs di Lamongan, para siswa mendapat pelajaran sejarah kabupatennya. Tetangga kita, Kabupaten Gresik, sudah melakukannya. Para siswa mendapat tambahan pelajaran sejarah Kabupaten Gresik. Uniknya, penulis bukunya adalah orang Lamongan, DR. Mustakim. Sekarang beliau adalah Kepala Wilayah Dinas Pendidikan Lamongan yang membawahi sekolah-sekolah tingkat SMA dan SMK. Rasanya belum terlambat untuk merealisasikan harapan sederhana ini. Serpih-serpih sejarah Lamongan yang masih berserakan, disatukan dalam tekad kuat untuk mewujudkan buku pegangan atau pedoman yang meyakinkan. Apa yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin. Warga Lamongan sudah menjelajah ke seluruh wilayah Indonesia, bahkan mancanegara. Semestinya bosa dan mampu memiliki buku pegangan sejarah wilayahnya sendiri. Semoga………

Lamongan, 5 Mei 2025

ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Penulis
Redaksi
Majalah Perempuan Aceh

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.