• Latest
Merayakan Hari Buruh Dengan PHK Massal - 1000463992_11zon | Puisi Essay | Potret Online

Merayakan Hari Buruh Dengan PHK Massal

Mei 1, 2025
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Merayakan Hari Buruh Dengan PHK Massal - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Puisi Essay | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Merayakan Hari Buruh Dengan PHK Massal - 1000463992_11zon | Puisi Essay | Potret Online

Merayakan Hari Buruh Dengan PHK Massal

Redaksi by Redaksi
Mei 1, 2025
in Puisi Essay
Reading Time: 3 mins read
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Ririe Aiko

(Puisi esai ini ditulis untuk memperingati Hari Buruh, didramatisasi dari realitas getir meningkatnya kasus Pemutusan Hubungan Kerja massal yang melanda Indonesia pada awal tahun 2025.)

Di hari buruh kali ini
kami tak lagi ingin berteriak.
Napas kami tersengal
di batas akhir kesabaran.

Masihkah kami didengar
oleh suara-suara yang sibuk di kursi jabatan?
Mereka bilang ini era efisiensi,
tapi mengapa hanya buruh yang harus menyusutkan hidupnya?

Mengapa para petinggi masih bisa menyantap Wagyu, sementara kami hanya sisa harapan palsu?

Di layar kaca,
Pak Menteri bersabda seakan sedang membacakan puisi:
“Transformasi industri demi kemajuan negeri.”
Kami menunduk.
Di kantong kami tinggal uang receh dan surat PHK
yang dicetak massal, sebagai pemutusan kerja.

Di Karawang, (1)
ratusan buruh pabrik elektronik digiring pulang,
bukan karena acara gathering,
melainkan karena pabriknya kini kosong,
investor pergi tanpa pamit,
setelah memeras habis tenaga buruh.
“Pasar global tak menentu,” katanya.
Tapi kenapa guncangnya hanya kami yang gemetar?

Di hari buruh,
jalanan dipenuhi sepanduk, peluh, dan teriakan
yang terdengar seperti lagu lama:
“Hidup buruh!”
Tapi siapa yang masih hidup setelah semua ini?
Siapa yang bisa menyebut ‘hidup’
di tengah hidup yang digadai demi subsidi bahan bakar investor?

Lihatlah!
Perusahaan tekstil pailit! (2)
Pabrik sepatu gulung tikar!
Perusahaan bangsa hancur tergusur,
satu per satu pabrik raksasa tutup.
Ekonomi sedang menjerit:
sakit, dan lagi-lagi, kemiskinan bertambah.
Tak ada yang sejahtera,
selain mereka yang berada.

—000—

Para pemangku jabatan sibuk berdiskusi
di hotel bintang lima:
“Bagaimana menyelamatkan iklim investasi?”
Tapi tak satu pun bertanya:
bagaimana menyelamatkan keluarga buruh
yang tersapu badai ekonomi.

Kalian menyebutnya “resesi teknokratik.”
Kami menyebutnya:
kutukan bertahap, tak berdarah,
tapi mematikan kehidupan.

Satu demi satu: kehilangan penghasilan.
Satu demi satu: kelaparan.
Satu demi satu: pendidikan lenyap.
Satu demi satu: tak bisa berobat.

—000—

Di Hari Buruh ini,
kami tak lagi membawa poster.
Kami terlalu lelah berteriak soal kesejahteraan buruh,
sementara yang diteriaki hanya menonton
di balik layar televisi.

Kini,
kami membawa sisa-sisa tenaga
dan setumpuk surat tagihan.

Baca Juga

a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
Merayakan Hari Buruh Dengan PHK Massal - 8f8c9d08 898d 4718 b745 08d640c03203 | Puisi Essay | Potret Online

Di Antara Takbir dan Keranda

Maret 23, 2026
Merayakan Hari Buruh Dengan PHK Massal - 63b4d1d1 d0e6 4ea7 9676 925e97dc1219 | Puisi Essay | Potret Online

Siapa yang Tega Membunuh 180 Anak-Anak Sekolah

Maret 14, 2026

Jika ini yang kalian sebut transisi,
mengapa hanya kami yang berganti status:
dari pekerja
menjadi angka statistik pengangguran? (3)

ADVERTISEMENT

—000–

CATATAN:

  1. Data PHK massal di Karawang dari pabrik elektronik dirilis oleh Serikat Pekerja Nasional, 2024.
  2. Laporan dari Kompas, Desember 2024, menyebut 26 perusahaan garmen dan alas kaki tutup karena enggan memenuhi upah minimum regional.
  3. Badan Pusat Statistik (BPS), Februari 2025, mencatat lonjakan angka pengangguran terbuka sebesar 1,2% akibat pemutusan hubungan kerja di sektor manufaktur.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 342x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 312x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet146
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
Next Post
Merayakan Hari Buruh Dengan PHK Massal - REVISI | Puisi Essay | Potret Online

Tips Bijak Menerima Siswa Mutasi: Peran Strategis Wali Kelas dalam Adaptasi dan Pembinaan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com