Oleh Anies Septivirawan
Semesta terhampar, yang bertabur ayat-ayat-Mu: aku bernafas, menghirup udara gratis, aku mendengar kicau burung, gemericik air sungai yang kini telah dibungkus kemasan wisata.
Semesta terhampar, yang bertabur ayat-ayat-Mu: aku menatap langit senja, melengkung seperti seberkas alis di wajahmu, wajahmu hanya sekedip mataku.
Semesta terhampar, yang bertabur ayat-ayat-Mu: aku menatap cahaya bintang menggantung di langit seperti sorot bening matamu
Aku tlah usai membaca
Sorot bening matamu
Di bening matamu
Ada aku dan kamu di sana
Aku dan kamu
Menyimpan cerita cinta
Aku jatuh cinta, pada-Mu
Situbondo, akhir April 2025
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 352x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 352x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 317x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 266x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 212x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
















