• Latest
Masih Adakah Anak-Anak yang Suka Membaca Buku? - IMG 20250423 WA0012 | Buku | Potret Online

Masih Adakah Anak-Anak yang Suka Membaca Buku?

April 23, 2025
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Masih Adakah Anak-Anak yang Suka Membaca Buku? - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Buku | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Masih Adakah Anak-Anak yang Suka Membaca Buku? - IMG 20250423 WA0012 | Buku | Potret Online

Masih Adakah Anak-Anak yang Suka Membaca Buku?

Redaksi by Redaksi
April 23, 2025
in Buku
Reading Time: 2 mins read
0
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Refleksi di Hari Buku Sedunia

Oleh: Ririe Aiko

Baca Juga

ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
7fb8d49c-8ec5-4336-99da-ba4fb75fa40c

Dari Cerpen ke Layar

Maret 25, 2026
Masih Adakah Anak-Anak yang Suka Membaca Buku? - 93e29ca3 0af7 4da2 a5ff 243d67952124 | Buku | Potret Online

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Maret 16, 2026

Hari ini, 23 April 2025, dunia memperingati Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia, sebuah momen yang seharusnya menjadi pengingat akan pentingnya literasi dalam kehidupan manusia. Namun, saya justru terdiam cukup lama. Ada kegelisahan yang tak bisa diabaikan: apakah anak-anak hari ini masih mencintai buku?

Saat saya tumbuh di era 90-an, buku adalah hiburan sekaligus jendela dunia. Majalah Bobo, misalnya, adalah bacaan wajib mingguan yang saya nantikan. Cerita-ceritanya memicu imajinasi, kuis dan rubriknya menumbuhkan rasa ingin tahu. Buku ensiklopedia, walau berat dan tebal, menjadi harta karun yang menyenangkan untuk dijelajahi. Semua itu membentuk fondasi keingintahuan dan pemahaman saya tentang dunia.

Namun, kenyataan hari ini sangat berbeda. Anak-anak generasi Alpha, anak-anak yang lahir di era serbadigital lebih mengenal layar daripada lembaran kertas. Mereka lebih fasih mengoperasikan aplikasi TikTok atau memainkan game daring daripada membuka halaman buku. Majalah anak yang dulu berjaya kini nyaris tak terdengar gaungnya. Buku cerita anak, apalagi ensiklopedia, mulai kehilangan tempat di rak-rak rumah.

Fenomena ini jelas tidak bisa dianggap remeh. Literasi bukan sekadar keterampilan membaca, melainkan kemampuan memahami, berpikir kritis, dan mengolah informasi. Tanpa literasi yang kuat, bagaimana anak-anak bisa tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kritis, dan berdaya saing? Miris rasanya menyadari bahwa banyak anak-anak hari ini lebih hafal nama selebgram dan gamers populer daripada nama tokoh pahlawan nasional.

Tentu, tidak adil jika kita hanya menyalahkan anak-anak atau perkembangan teknologi. Dunia memang telah berubah. Yang perlu kita evaluasi adalah bagaimana peran orang tua, pendidik, dan pemerintah, menyesuaikan diri dengan perubahan ini. Apakah kita sudah cukup adaptif dalam memperkenalkan literasi di era digital?

Membaca buku tidak harus selalu dalam bentuk fisik. Buku digital, audio book, dan platform membaca interaktif bisa menjadi alternatif yang menjembatani dunia digital dengan budaya baca. Namun, konten yang berkualitas dan pendekatan yang tepat tetap menjadi kunci. Anak-anak membutuhkan role model yang gemar membaca, kurikulum yang memicu minat baca, serta lingkungan yang mendukung tumbuhnya kecintaan terhadap literasi.

Hari Buku Sedunia seharusnya menjadi refleksi bersama, bukan sekadar seremoni. Sudah waktunya pemerintah dan semua pihak menjadikan literasi sebagai prioritas utama. Program Makan Bergizi Gratis perlu diimbangi juga dengan program distribusi buku Gratis. Serta dana pendidikan seharusnya juga mengalir untuk menghidupkan kembali taman bacaan anak dan menerbitkan konten-konten lokal yang menarik.

Membaca buku bukan soal nostalgia. Ini soal masa depan bangsa. Bila kita ingin generasi mendatang mampu berpikir tajam, bertindak bijak, dan membawa Indonesia melangkah lebih maju, maka kita harus mulai dari hal paling mendasar: mengembalikan cinta pada buku. Karena dari situlah peradaban dimulai.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 342x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 312x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
Next Post
Masih Adakah Anak-Anak yang Suka Membaca Buku? - menulis abadii | Buku | Potret Online

Menulis, Kunci Untuk Abadi

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com