POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Catatan Perjalanan Jalan-jalan

Ketika Relasi Mengalahkan Prestasi

Redaksi by Redaksi
April 20, 2025
in Jalan-jalan
0
Ketika Relasi Mengalahkan Prestasi - 8b38137d 1dea 4057 90f0 49bd0b7573a3 | Jalan-jalan | Potret Online


Oleh : Ririe Aiko

Beberapa hari lalu, saya menghadiri acara reuni lintas angkatan di kampus. Seperti biasa, suasana hangat itu dipenuhi tawa dan pertanyaan klasik, “Sekarang kerja di mana?” Namun dari sekian banyak percakapan yang mengalir, satu cerita justru membekas paling dalam, kisah ironi seorang teman yang dahulu dikenal sangat berprestasi.

Ia adalah mahasiswa teladan semasa kuliah. Indeks prestasi nyaris sempurna, hampir semua mata kuliah ia tutup dengan nilai A. Ia cerdas, kritis, aktif dalam organisasi, dan juga punya segudang prestasi sejak SD hingga Universitas. Kami semua sepakat, jika ada satu orang yang seharusnya sukses besar setelah lulus, maka dia-lah orangnya.

Baca Juga
  • 01
    Jalan-jalan
    Pembangunan Pijay Dinilai Lamban
    15 Mei 2017
  • Ketika Relasi Mengalahkan Prestasi - A wide and long river divided by a dam next to a city center | Jalan-jalan | Potret Online
    Jalan-jalan
    Sungai Yang Meminta Kedatangan
    20 Feb 2025

Namun takdir berkata lain. Saat reuni itu, kami mendengar bahwa ia belum juga mendapatkan pekerjaan tetap. Ia menjalani hidup dengan pekerjaan serabutan, bahkan sempat menjajakan oleh-oleh wisata demi menyambung hidup. Bukan bermaksud merendahkan profesinya, namun d isini saya ingin menyoroti betapa besar jurang antara kapasitas intelektualnya dan realitas yang dihadapinya kini.

Di sisi lain, salah satu teman kami yang dulunya dikenal ‘pas-pasan’ secara akademis, kini justru bekerja di perusahaan travel internasional, sering bepergian ke luar negeri. Ketika ditanya bagaimana ia bisa sampai di titik itu, jawabannya sederhana: karena relasi.

Baca Juga
  • Ketika Relasi Mengalahkan Prestasi - IMG 20250426 WA0009 | Jalan-jalan | Potret Online
    Jalan-jalan
    Ketika Saya Merasa Berdosa kepada Netizen
    26 Apr 2025
  • Ketika Relasi Mengalahkan Prestasi - 6FEE899E AA83 40BB 9A71 BBDA77AF2DA1 | Jalan-jalan | Potret Online
    Artikel
    Sepeda
    08 Feb 2023

Dari sanalah obrolan melebar, tentang betapa besarnya peran koneksi dalam dunia kerja hari ini. Beberapa teman yang kini mapan pun mengakui hal serupa: mereka bisa masuk ke posisi strategis bukan hanya karena nilai atau kemampuan teknis, tapi karena ‘kenal orang dalam’, ‘direkomendasikan saudara’, atau ‘dibantu senior’.

Ironis, memang. Namun inilah wajah realita: prestasi bukan jaminan. Sehebat apa pun Anda di atas kertas, jika tak punya akses, Anda bisa kalah start dari mereka yang punya jaringan sosial luas.

Baca Juga
  • 01
    Jalan-jalan
    KEBODOHAN DAN KERUSAKAN UJIAN NASIONAL (4)
    11 Nov 2024
  • Ketika Relasi Mengalahkan Prestasi - DDC27FD9 E4C9 4B9F A473 C5BB7D441298 | Jalan-jalan | Potret Online
    Jalan-jalan
    TANJAKAN KAKI KOKOHMU
    17 Sep 2022

Fakta ini membuka mata, bahwa kesuksesan tidak melulu tentang seberapa pintar seseorang dalam akademik. Dunia kerja bergerak dengan logika yang berbeda, logika yang sering kali tak tertulis dalam kurikulum kampus.

Dalam kondisi tertentu, ijazah, piagam penghargaan, dan transkrip nilai bisa menjadi simbol formal semata. Yang menentukan langkah selanjutnya bisa jadi adalah sapaan ringan dalam forum alumni, rekomendasi diam-diam dari senior, atau sekadar dikenalnya nama kita dalam satu lingkaran.

Bukan berarti prestasi kehilangan makna. Namun dalam lanskap sosial hari ini, seringkali relasi yang lebih dulu membuka pintu, baru kemudian kemampuan berbicara.

Bagi sebagian orang, ini mungkin terdengar tidak adil. Tapi kenyataan kadang memang jarang adil. Kita selalu berpikir bahwa yang berjuang kerasa pasti akan selalu berhasil, tapi ternyata keberhasilan kadang adalah milik mereka yang punya privilege. Inilah kenyataan hidup dan kita harus memahami cara kerjanya, agar tidak terlalu banyak menelan kekecewaan, dan bisa lebih ikhlas menerima setiap takdir yang digariskan untuk kita.

Dan satu dari cerita reuni itu semakin jelas tergambar betapa banyaknya anak bangsa berpotensi dibiarkan tanpa karier yang jelas, tumpukan ijazah dan sertifikat seakan hanya menjadi pajangan bisu yang tak menjanjikan kesusksesan.

Previous Post

Kartini Bangkit Lagi, Tapi Kini Ia Sibuk di Instagram

Next Post

BENGKEL OPINI RAKyat

Next Post
Ketika Relasi Mengalahkan Prestasi - EF155EA9 045A 47BB 84B7 E569162D37D8 | Jalan-jalan | Potret Online

BENGKEL OPINI RAKyat

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah