• Latest
Ketika Relasi Mengalahkan Prestasi - 8b38137d 1dea 4057 90f0 49bd0b7573a3 | Jalan-jalan | Potret Online

Ketika Relasi Mengalahkan Prestasi

April 20, 2025
48d7d57b-a685-47a6-bf7f-8bf53ffac0d0

Membaca Konsep Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Membangun Budaya Literasi  di Aceh

April 19, 2026
332cedb5-e6db-41bf-947d-3c3b781b4b41

Benteng Tauhid dan Sauh Keselamatan: Menjangkar Makrifat di Dermaga Eskatologi.

April 19, 2026
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
3a73ee9a-87d0-4bf2-aa52-0c77db8a9144

Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prestasi Akademik: Tinjauan Psikologi dan Bukti Empiris

April 19, 2026
IMG_0839

Demokrasi Di Ujung Tanduk?

April 19, 2026
d6285489-5291-4630-bb73-f4e571585b61

‎Ghost in the Cell: Bukan Sekadar Horor Fiksi, Melainkan Realitas Pahit Ketidakadilan Sistem

April 19, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Ketika Relasi Mengalahkan Prestasi

Redaksi by Redaksi
April 20, 2025
in Jalan-jalan
Reading Time: 2 mins read
0
Ketika Relasi Mengalahkan Prestasi - 8b38137d 1dea 4057 90f0 49bd0b7573a3 | Jalan-jalan | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS


Oleh : Ririe Aiko

Beberapa hari lalu, saya menghadiri acara reuni lintas angkatan di kampus. Seperti biasa, suasana hangat itu dipenuhi tawa dan pertanyaan klasik, “Sekarang kerja di mana?” Namun dari sekian banyak percakapan yang mengalir, satu cerita justru membekas paling dalam, kisah ironi seorang teman yang dahulu dikenal sangat berprestasi.

Ia adalah mahasiswa teladan semasa kuliah. Indeks prestasi nyaris sempurna, hampir semua mata kuliah ia tutup dengan nilai A. Ia cerdas, kritis, aktif dalam organisasi, dan juga punya segudang prestasi sejak SD hingga Universitas. Kami semua sepakat, jika ada satu orang yang seharusnya sukses besar setelah lulus, maka dia-lah orangnya.

Namun takdir berkata lain. Saat reuni itu, kami mendengar bahwa ia belum juga mendapatkan pekerjaan tetap. Ia menjalani hidup dengan pekerjaan serabutan, bahkan sempat menjajakan oleh-oleh wisata demi menyambung hidup. Bukan bermaksud merendahkan profesinya, namun d isini saya ingin menyoroti betapa besar jurang antara kapasitas intelektualnya dan realitas yang dihadapinya kini.

Di sisi lain, salah satu teman kami yang dulunya dikenal ‘pas-pasan’ secara akademis, kini justru bekerja di perusahaan travel internasional, sering bepergian ke luar negeri. Ketika ditanya bagaimana ia bisa sampai di titik itu, jawabannya sederhana: karena relasi.

Dari sanalah obrolan melebar, tentang betapa besarnya peran koneksi dalam dunia kerja hari ini. Beberapa teman yang kini mapan pun mengakui hal serupa: mereka bisa masuk ke posisi strategis bukan hanya karena nilai atau kemampuan teknis, tapi karena ‘kenal orang dalam’, ‘direkomendasikan saudara’, atau ‘dibantu senior’.

Ironis, memang. Namun inilah wajah realita: prestasi bukan jaminan. Sehebat apa pun Anda di atas kertas, jika tak punya akses, Anda bisa kalah start dari mereka yang punya jaringan sosial luas.

Fakta ini membuka mata, bahwa kesuksesan tidak melulu tentang seberapa pintar seseorang dalam akademik. Dunia kerja bergerak dengan logika yang berbeda, logika yang sering kali tak tertulis dalam kurikulum kampus.

Dalam kondisi tertentu, ijazah, piagam penghargaan, dan transkrip nilai bisa menjadi simbol formal semata. Yang menentukan langkah selanjutnya bisa jadi adalah sapaan ringan dalam forum alumni, rekomendasi diam-diam dari senior, atau sekadar dikenalnya nama kita dalam satu lingkaran.

Bukan berarti prestasi kehilangan makna. Namun dalam lanskap sosial hari ini, seringkali relasi yang lebih dulu membuka pintu, baru kemudian kemampuan berbicara.

Bagi sebagian orang, ini mungkin terdengar tidak adil. Tapi kenyataan kadang memang jarang adil. Kita selalu berpikir bahwa yang berjuang kerasa pasti akan selalu berhasil, tapi ternyata keberhasilan kadang adalah milik mereka yang punya privilege. Inilah kenyataan hidup dan kita harus memahami cara kerjanya, agar tidak terlalu banyak menelan kekecewaan, dan bisa lebih ikhlas menerima setiap takdir yang digariskan untuk kita.

Dan satu dari cerita reuni itu semakin jelas tergambar betapa banyaknya anak bangsa berpotensi dibiarkan tanpa karier yang jelas, tumpukan ijazah dan sertifikat seakan hanya menjadi pajangan bisu yang tak menjanjikan kesusksesan.

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Ketika Relasi Mengalahkan Prestasi - EF155EA9 045A 47BB 84B7 E569162D37D8 | Jalan-jalan | Potret Online

BENGKEL OPINI RAKyat

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com