• Latest
Lautan Darah dan Susu yang Kering - 1000490000_11zon | Puisi Essay | Potret Online

Lautan Darah dan Susu yang Kering

April 9, 2025
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Lautan Darah dan Susu yang Kering - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Puisi Essay | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Lautan Darah dan Susu yang Kering - 1000490000_11zon | Puisi Essay | Potret Online

Lautan Darah dan Susu yang Kering

Gunawan Trihantoro by Gunawan Trihantoro
April 9, 2025
in Puisi Essay
Reading Time: 3 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Gunawan Trihantoro
Sekretaris Komunitas Puisi Esai Provinsi Jawa Tengah

Setidaknya 60.000 anak di Jalur Gaza “berisiko mengalami komplikasi kesehatan serius akibat kekurangan gizi” karena pasokan makanan menyusut di tengah blokade bantuan Israel, menurut Kementerian Kesehatan daerah kantong itu. [1]


Di mana bumi dibelah oleh suara peluru,
di langit yang runtuh menjadi abu,
seorang ibu berbisik pada bayinya yang tak lagi menangis:
“Tidurlah, sayang. Lapar hanyalah mimpi sementara.”

Tapi kau tahu, Nak, di Gaza,
mimpi pun tak punya tempat untuk tumbuh.

Kau tanya mengapa perutmu berbunyi seperti granat yang gagal meledak?
Aku akan menjawab dengan daftar panjang:
blokade, tank, rezim yang mengunyah daging anak-anak seperti permen.

Di rumah sakit yang cahayanya redup oleh genjatan listrik,
seorang dokter menatap timbangan: 4 kilogram untuk anak usia tiga tahun.

Bibirnya pecah-pecah membentuk kata yang tak terdengar:
“Ini bukan kelaparan. Ini pembunuhan bertahap.”

-000-

UNICEF menyebut angka: 60.000¹.
Tapi mari kita urai satu per satu,
Muhammad, 5 tahun, menggigit tanah liat agar perutnya tak melolong.
Aisha, 18 bulan, tulang rusuknya seperti garpu yang patah.

Yusuf, 7 tahun, bertanya pada ibunya:
“Apakah surga punya jatah roti untuk kami?”

Di checkpoint, seorang tentara muda Israel menggenggam foto anaknya sendiri.
Dia tak menjawab ketika komandannya berteriak:
“Tahan bantuan itu! Mereka hanya angka!”

Angka.
Seperti 6.000 anak yang sudah mati²,
seperti 12 jam listrik per minggu,
seperti 10 butir beras untuk lima mulut.

-000-

Untuk dunia yang memalingkan muka:
Kami tak butuh air mata kalian.
Kami butuh tepung.
Butuh susu yang tak tercampur darah.
Butuh sekolah yang bukan kuburan massal.

Seorang jurnalis asing merekam video,
tangan kecil menggapai-gapai di balik tenda pengungsian.

“Tolong,” katanya dalam bahasa Inggris yang patah,
“my stomach is on fire.”

Tapi kamera segera beralih ke narasi diplomatik:
“Kedua belah pihak diharapkan menahan diri…”

-000-

ADVERTISEMENT

Gaza menulis suratnya dengan tubuh anak-anak.
Setiap tulang yang menjorok adalah huruf,
setiap tangis adalah koma yang tertunda,
dan titiknya?

Titiknya adalah bom yang jatuh tadi malam
di kamp Jabalia,
di mana seorang ayah mengubur anaknya
dengan nisan dari kaleng bekas susu formula.

Akhir kata, untuk kita yang masih punya makanan di piring:
Mereka tak mati karena kurang gizi.
Mereka dibunuh oleh diamnya dunia.



Rumah Kayu Cepu, 9 April 2025

Baca Juga

a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
Lautan Darah dan Susu yang Kering - 8f8c9d08 898d 4718 b745 08d640c03203 | Puisi Essay | Potret Online

Di Antara Takbir dan Keranda

Maret 23, 2026
Lautan Darah dan Susu yang Kering - 63b4d1d1 d0e6 4ea7 9676 925e97dc1219 | Puisi Essay | Potret Online

Siapa yang Tega Membunuh 180 Anak-Anak Sekolah

Maret 14, 2026

CATATAN:
[1] Puisi esai ini dibuat dan diinspirasi dari https://www.aljazeera.com/news/2025/4/9/60000-gaza-children-malnourished-as-israels-blockade-continues


¹ Data dari laporan PBB, April 2025: 60.000 anak Gaza mengalami malnutrisi akut akibat blokade Israel.
² Statistik OCHA menunjukkan 6.000 anak tewas sejak Oktober 2023 hingga April 2025.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 355x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 353x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 319x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 268x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 212x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet147
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Baca Juga

IMG_0573
Sejarah

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
Next Post
Lautan Darah dan Susu yang Kering - IMG_4058 | Puisi Essay | Potret Online

Puisi-Puisi Fikar W.Eda

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com