POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Jika Kemiskinan adalah Kesalahan, Siapa yang Harus Disalahkan?

RedaksiOleh Redaksi
February 24, 2025
Tags: #Masalah Sosial#Puisi
🔊

Dengarkan Artikel


Oleh : Ririe Aiko

(Seorang pemuda di Surabaya yang terpaksa mencuri makanan di minimarket karena kelaparan. Kisahnya menjadi viral setelah ia ditahan selama 100 hari meski barang yang diambilnya hanya senilai seratus ribu rupiah. Suara publik yang memperjuangkan keadilan akhirnya membebaskannya dari jeruji besi) (1)

—ooo—

Di sudut jalan kota yang bising,
Raka merangkul tubuhnya yang dingin,
Memandangi gerobak makanan yang hangat beruap.

Perutnya merengek lapar,
Tangan kurusnya menggigil,
Mata cekungnya berkaca-kaca,
Saat aroma mi instan menguap
Membuat perutnya berontak

“Seratus ribu rupiah,” gumamnya lirih,
“Harga yang murah untuk kenyang satu malam.”
Namun, ia tak punya uang,
Hanya sisa peluh yang belum terbayar.
Tubuhnya harus kuat bertahan,
Menunggu gaji turun dari atasan.

Penghasilannya yang tak seberapa
Kerapkali memaksanya berpuasa
Menahan hari-hari dengan sisa-sisa nasi
Yang tak cukup hingga sore hari

—ooo—

Di sebuah minimarket yang terang,
Raka berjalan pelan,
Menyisir rak-rak penuh makanan,
Menghitung harga dengan pandangan kosong.
Tak satupun recehan yang mengisi sakunya.

Sekantong mi instan dan,
sebungkus coklat di rak penjualan,
Menggodanya tanpa belas kasihan,
Membuat perutnya semakin tidak tahan.

Di balik kaca minimarket,
Orang-orang berlalu lalang,
Membawa kantong belanja yang penuh,
Tanpa menoleh padanya
Yang sudah dua hari tidak makan.

Mata kasir menatap tajam,
Raka tahu,
Bahkan sebelum mencuri,
Ia sudah dicurigai.

📚 Artikel Terkait

Para Pejuang dari Ruang Kelas yang Terlupakan

Malaikat Penolong

The Library at Dawn

Negeri Kecil, Mimpi Tak Terbatas

Tapi lapar mengalahkan segalanya,
Ia pun memutuskan untuk menyembunyikan beberapa makanan di balik jaket lusuh,
Mencuri adalah jalan keluar,
Dari tubuh yang mulai gemetaran,
Raka pun mulai berlari
Berharap termaafkan oleh nurani.
Tapi hukum adalah hukum
Ia harus ditegakkan agar si miskin jera.

—ooo—

Di balik jeruji besi yang dingin,
Raka duduk memeluk lutut,
Matanya kosong,
Menatap lantai yang keras dan dingin.

“Seratus ribu rupiah,” gumamnya lirih,
Hanya untuk menyambung penghidupan,
Namun hukum berdiri tegak,
Tanpa belas kasihan.

Mediasi digelar tiga kali,
Namun hati pelapor tak tersentuh,
Seratus ribu rupiah lebih mahal,
Dari harga seorang anak yatim piatu,
Yang terjebak kebutuhan ekonomi.

—ooo—-

Berita pun mulai menyebar seperti angin,
Melintasi layar-layar kecil,
Menghantam hati yang jauh,
Menghidupkan empati yang lama mati.

Mereka bertanya,
“Apakah lapar adalah kejahatan?
Apakah kemiskinan adalah dosa?”
Suara-suara menggema,
Menuntut keadilan yang terlupakan.

Raka tak tahu namanya disebut,
Tak tahu wajahnya ditangisi,
Di dunia maya yang tak pernah dikenalnya,
Ia hanya tahu satu hal,
Lapar membuatnya menjadi seorang pencuri.

Hingga Seratus hari kemudian,
Raka melangkah keluar,
Kurus dan lelah,
Dibebaskan karena desakan suara, (2)
Dari orang-orang yang tak pernah dilihatnya.

Namun kebebasan itu hampa,
Ketika perutnya masih kosong,
Dan jalanan tetap dingin,
Menelannya kembali,
Seperti lubang hitam yang tak berdasar.

Ia berjalan tanpa tujuan,
Menatap gedung tinggi tanpa harapan,
Kemiskinan tetap membayanginya,
Seperti kutukan yang melekat dalam darah.

“Jika kemiskinan adalah kesalahan,
Siapa yang harus disalahkan?”
Pertanyaan itu tetap menggantung di kepalanya,
Tak terjawab,
Tak terhapus,
Menghantuinya seperti mimpi buruk.

Sementara jutaan rakyat,
diminta rajin membayar pajak,
demi mensubsidi warga masyarakat, (3)
agar merata tingkat ekonomi bangsa .
Namun, mengapa sesosok yatim bisa terlupa?
Seperti daun kering yang terinjak.
Hingga suara-suara berteriak,
Menjadi penegak keadilan di dunia.
“No viral No justice”

—ooo—

CATATAN
(1)https://www.detik.com/jatim/hukum-dan-kriminal/d-6843605/lapar-dan-tak-ada-uang-paksa-pria-mencuri-di-indomaret-berujung-sesal
(2)https://jatimtimes.com/baca/293404/20230726/025300/kasus-galuh-yang-kelaparan-dan-mencuri-di-indomaret-jadi-sorotan-sudah-60-hari-mendekam-di-penjara
(3)https://www.kemenkopmk.go.id/membayar-pajak-turut-membantu-pelaksanaan-skema-bansos

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 138x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: #Masalah Sosial#Puisi
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Danantara Diresmikan, Indonesia Cerah?

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00