• Latest

Penyelamatan Makam Pangeran Kramojayo sebagai Cagar Budaya

Februari 23, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Penyelamatan Makam Pangeran Kramojayo sebagai Cagar Budaya

Ali Goikby Ali Goik
Februari 24, 2025
Reading Time: 2 mins read
599
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Ali Goik

Diskusi mengenai pengrusakan kompleks pemakaman Pangeran Kramojayo, penguasa terakhir Kesultanan Palembang Darussalam, menjadi salah satu fokus utama dalam Diskusi Kelompok Terpumpun yang diadakan di Gedung Kesenian Palembang pada Minggu, 23 Februari 2024. Makam tersebut telah resmi ditetapkan sebagai cagar budaya berdasarkan Keputusan Wali Kota Palembang Nomor 484/KPTS/DISBUD/2024.

Diskusi Terpumpun ini dihadiri oleh Aliansi Masyarakat Peduli Cagar Budaya (AMPCB), Zuriat Pangeran Kramojayo, sejarawan, dan seniman. Inisiator diskusi, Vebri Al-Lintani, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan Makam Pangeran Kramojayo.

“Kegiatan ini sangat penting untuk menambah wawasan kita terkait cagar budaya Makam Pangeran Kramojayo. Kami berharap seluruh lapisan masyarakat lebih peduli dalam menjaga dan melestarikan cagar budaya di Palembang agar tidak dirusak,” ujar Vebri.

Salah satu peserta diskusi, Ali Goik, menilai bahwa pengrusakan cagar budaya merupakan tindakan yang tidak terpuji. Ia menegaskan bahwa nilai budaya harus dijaga demi kepentingan generasi mendatang.

“Tidak ada alasan untuk merusak cagar budaya. Sebaliknya, cagar budaya harus dijaga dan dilestarikan. Budaya merupakan bagian penting dalam kehidupan berbangsa. Maka wajar jika ada yang merusak cagar budaya, mereka harus dituntut secara pidana,” tegasnya.

R Iskandar Sulaiman ketua Zuriat Pangeran Kramojayo, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Palembang dalam menetapkan kompleks pemakaman Pangeran Kramojayo sebagai Cagar Budaya Kota Palembang. Keputusan ini dianggap sebagai langkah signifikan dalam melestarikan sejarah dan warisan budaya yang memiliki nilai penting bagi masyarakat.

Dari hasil diskusi, terdapat beberapa rekomendasi utama yang disepakati:

Baca Juga

Tentang Malas, Kerja, dan Indonesia Terhormat.

Maret 23, 2026
Madiun Dialog Budaya: Menafsir Cahaya yang Tak Pernah Berdiri Sendiri 

Madiun Dialog Budaya: Menafsir Cahaya yang Tak Pernah Berdiri Sendiri 

Maret 14, 2026
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana

Ramadhan dan Warung Kopi, Rutinitas yang Tak Lekang oleh Waktu.

Maret 7, 2026

Penghentian Pembangunan di Lokasi Cagar Budaya Acit Chandra diminta untuk segera menghentikan segala bentuk pembangunan di area Cagar Budaya Makam Pangeran Kramojayo guna menjaga keutuhan dan kelestarian situs bersejarah ini.

Pelaporan ke Pihak Berwajib AMPCB, Zuriat Kramojayo, sejarawan, dan budayawan berencana melaporkan Acit Chandra ke pihak berwajib atas dugaan perusakan Cagar Budaya Makam Pangeran Kramojayo. Langkah hukum ini diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap situs bersejarah agar tetap terjaga dari ancaman perusakan.

Penyelamatan makam Pangeran Kramojayo yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat yang peduli terhadap sejarah dan budaya. Diharapkan dengan adanya langkah konkret ini, warisan sejarah Pangeran Kramojayo dapat terus dilestarikan dan dijaga untuk generasi mendatang.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Jika Kemiskinan adalah Kesalahan, Siapa yang Harus Disalahkan?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com