• Latest

Membuka Wawasan Tanpa Membaca?

November 17, 2016
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Membuka Wawasan Tanpa Membaca?

Redaksiby Redaksi
November 17, 2016
Reading Time: 3 mins read
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
ilustrasi
Oleh Asmaul Husna
Mahasiswi Semester I Perbankan Syariah, FEBI, UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Berbicara tentang ilmu pengetahuan, semua orang pasti ingin mempunyai ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas. Dengan memiliki wawasan yang luas, kita dapat mengetahui apa yang sebelumnya tidak kita tahu. Akan tetapi yang menjadi permasalahannya adalah diri kita. Ya, kita malas untuk mencari ilmu, bahkan ilmu yang sudah ada di depan mata saja kita masih malas untuk mempelajarinya. Tidak perlu contoh jauh-jauh, sebut saja membaca. Membaca adalah salah satu proses untuk kita bisa mendapat ilmu pengetahuan yang banyak dan wawasan yang luas, tetapi tetap saja kita masih malas membaca. 
Sekarang pertanyaannya bagaimana kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan, sedangkan kita tidak mau melakukan cara untuk bisa mendapat sesuatu tersebut? Contoh dalam kehidupan sehari-hari, misal kita pergi ke suatu tempat, lalu kita melihat ada sebuah apel yang sangat besar diatas pohon. Lalu kita ingin memakan apel yang kita lihat tadi, tetapi kita tidak mau berusaha untuk memetik apelnya. Nah, bagaimana kita dapat memakan apel tersebut? Itu sama halnya juga dengan apa yang kita alami saat kita ingin mendapat ilmu dan wawasan yang luas. Kita juga ingin menjadi sukses, tetapi kita tidak mau berusaha. Kita juga malas belajar, kita juga tidak mau membaca. Padahal kita tahu bahwa membaca adalah jendela dunia, yang artinya dengan membaca kita dapat mengetahui semua yang terjadi di dalam maupun luar negeri dan bahkan kita bisa mengetahui semua apa yang terjadi di seluruh dunia.
Mungkin kita memang sering membaca, tetapi apa yang kita baca bukanlah tentang informasi ataupun ilmu yang dapat menambah ilmu pengetahuan kita. Yang sering kita baca adalah sesuatu yang hanya bersifat menghibur diri. Contohnya yang kita baca setiap hari adalah chattingan dengan kawan atau dengan orang lain, ataupun yang sering kita baca adalah postingan orang-orang di media sosial yang postingannya pun hanya berisi tentang perasaan hatinya ataupun hanya sebuah kata-kata lelucon yang tidak bersifat produktif untuk perkembangan ilmu pengetahuan kita. 
Beberapa faktor yang berpengaruh untuk kita rajin atau tidaknya membaca yang bermanfaat adalah faktor lingkungan, kawan,tempat tinggal kita,orang tua dan kebiaasaan bangun tidur pagi juga sangat berpengaruh. Apalagi mahasiswa. Jika kita bangun lebih cepat, maka kita pasti mempunyai waktu yang banyak untuk membaca sebelum kita melakukan kegiatan kita yang lain. Hampir rata-rata mahasiswa tinggalnya pasti di kos dan pastinya jauh dari orang tua. Tidak adanya orang tua juga berpengaruh dalam semangat belajar, karena saat tidak ada orang tua yang memberi peraturan dan pengarahan tentang bagaimana menghabiskan waktu dengan benar, maka kita akan lalai dalam pergaulan dan hal-hal yang tidak bermanfaat. Jadi mulai saat ini hingga seterusnya buang kebiasaan buruk tersebut dan biasakan untuk rajin membaca dan arahkan bacaan kepada hal-hal yang bermanfaat, karena untuk saat ini dan dengan kemajuan teknologi yang secanggih ini. Kita tidak punya alasan untuk tidak punya bahan bacaan, karena sekarang kita bisa membaca dimanapun dan kapanpun dengan menggunakan fasilitas yang ada seperti handphone, laptop dan lainnya. Tidak harus hanya bahan yang ada dibuku dan mungkin yang harus kita lakukan mulai saat ini adalah memanajemen diri kita sendiri, dalam kata lain adalah kita harus membuat peraturan-peraturan untuk diri kita sendiri agar kita fokus dalam mencapai tujuan hidup kita. Peraturan yang bisa kita lakukan adalah seperti membagi waktu, kita harus bisa membagi mana waktunya untuk beribadah, bermain dan mana watunya untuk belajar, karena keseringan dari kita adalah salah dalam memanfaatkan waktu yang ada.
Ya, salah satu contoh peraturan yang bisa kita buat untuk meningkatkan kemauan kita dalam belajar, misal kita membuat peraturan yang khusus untuk membaca. Contohnya dalam sehari minimal kita ambil waktu untuk membaca 20 menit. Jadi kita akan punya keterikatan untuk membaca, maka dengan begitu lama-kelamaan kita akan terbiasa untuk membaca. Mungkin juga bisa juga kita membuat grup dan dalam grup tersebut kita buat kegiatan-kegiatan atau perlombaan tentang membaca. Jadi saat kita mengikuti perlombaan, kita pasti ingin menang. Maka dengan begitu semangat untuk kita dalam membaca juga pasti meningkat. Ingatlah kawan-kawan, tidak akan pernah ada hasil jika tanpa usaha, tetapi ingat juga bahwa usaha tanpa doa adalah sombong dan doa tanpa usaha dalah bohong.Ayo membaca dan rajinlah membaca, agar kita bisa membangun hidup yang lebih cerdas sekarang dan di masa depan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

Budaya Kekerasan dalam Masyarakat Modern.

Budaya Kekerasan dalam Masyarakat Modern.

Maret 21, 2026

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

Maret 30, 2026

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

Maret 17, 2026

Discussion about this post

Next Post

Disorientasi Profesi Guru

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com