• Latest

Ketika Air Menenggelamkan Asa

Januari 24, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Ketika Air Menenggelamkan Asa

Rosadi Jamaniby Rosadi Jamani
Januari 24, 2025
Reading Time: 2 mins read
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Ada pembaca setia tulisan saya, mengingatkan. “Bang, kenapa tidak menulis banjir di Kalbar?” Seketika saya kaget. “Astaghfirullahal’azim. Maaf, kali ini saya seperti menutup mata ketika daerah sendiri terkena banjir. Terima kasih sudah mengingatkan.” Saya lalai. Saat LA terbakar, betapa antusias saya menuliskannya. Sampai ada negur, “Mana empati lo buat Gaza.” Itu selalu saya ingat. Sekarang daerah sendiri. Baiklah, para camanewak mania, inilah ungkapan hati saya terhadap banjir di Bumi Khatulistiwa.

Langit mencurahkan air mata. Deras. Tak berhenti. Seakan bumi harus dimandikan segala pedihnya. Namun, kali ini bukan penyucian yang tiba, melainkan bencana. Banjir. Bukan dongeng tahunan lagi. Ini nyata. Ia datang menghapus batas antara rumah dan sungai, antara harapan dan ketidakpastian.

Sambas, Landak, Bengkayang, Singkawang. Empat nama yang kini tenggelam bukan dalam peta, tetapi dalam nestapa. Air merayap perlahan, lalu menggila. Tak ada yang tersisa, kecuali pertanyaan di kepala, “Salah siapa?” Tapi jawaban tak lagi penting saat rumah terendam hingga atap, saat tubuh direnggut air yang dinginnya seperti menertawakan.

Sambas, daerah kelahiran saya. Di sana, ada 27 desa kini hanya bayangan masa lalu. Rumah-rumah yang dulu berdiri gagah kini tak lebih dari pondasi yang berjuang melawan arus setinggi satu meter. Kecamatan Paloh dan Galing menjadi panggung drama alam. Hati siapa tak remuk mendengar 3.015 keluarga harus menatap kosong harta benda yang hanyut, memeluk anak-anak mereka di tengah lantai kayu rumah tetangga yang masih bertahan?

Landak, tempat dulu saya pernah bertugas. Air di Darit dan Ansang bukan lagi menggenang, tapi naik ke atas dada, menyentuh atap, meruntuhkan dinding. Dua meter! Bayangkan. Angka itu bukan statistik dingin. Itu adalah penanda di mana kehidupan dihentikan. Dua nyawa melayang. Nama mereka mungkin tak akan tercatat dalam sejarah, tapi bagi keluarga mereka, dunia telah runtuh.

Bengkayang tempat KKN S2 saya. Ada 129 jiwa terdampak. Jumlahnya kecil, katanya. Tapi siapa yang peduli? Setiap jiwa adalah dunia kecil. Dunia yang kini hanya punya satu warna, cokelat keruh air.

Singkawang, tempat sekolah saya. Ada 4.095 jiwa terdampak. Sebuah angka yang terlalu besar untuk disebut tragedi kecil. Mereka tak butuh kata-kata penghibur. Mereka butuh tanah yang kering, makanan yang cukup, dan tempat tidur yang tak dibayangi ketakutan.

Baca Juga

632458c6-42bf-4adc-b9a7-5a84eb6eea5c

Physical Artificial Intelligence Geothermal dan Potensi Indonesia Menjadi Pemain Dunia

Maret 27, 2026
Siapa Buat Laporan ke Prabowo, Pengungsi Tak Ada Lagi di Tenda?

Siapa Buat Laporan ke Prabowo, Pengungsi Tak Ada Lagi di Tenda?

Maret 22, 2026
Banjir Hidrometeorologi yang Menyisakan Kesengsaraan Panjang

Banjir Hidrometeorologi yang Menyisakan Kesengsaraan Panjang

Maret 22, 2026

Banjir ini bukan hanya air. Ini adalah ketakutan yang melilit leher. Kekosongan yang menekan dada. Kita tak bisa duduk diam dan berkata, “Kasihan ya.” Tidak. Ini saatnya bertanya, apakah kita hanya penonton?

Bantuan datang, katanya. Tapi lambat. Seperti kilatan petir yang tak pernah disusul hujan. Kita adalah bangsa yang pandai berbicara, tapi lambat bertindak. Rumah hanyut, hidup luluh, tapi apa yang diberikan? Beras 5 kilogram, mungkin. Atau selimut tipis yang tak cukup menghangatkan tubuh letih.

Kalimantan Barat, tanah yang katanya jantung dunia. Tapi lihatlah sekarang. Pohon-pohon besar telah diganti sawit. Sungai-sungai telah diracuni limbah. Hujan yang dulu berkah, kini seperti kutukan. Jangan salahkan langit. Salahkan kita yang tak lagi tahu cara menjaga bumi.

Kita yang tak terdampak, bagaimana kabarnya? Apakah sudah cukup merasa kasihan lalu lupa? Ataukah kita masih punya hati untuk membantu? Bukan dengan doa kosong, tapi dengan aksi nyata.

Ini bukan cerita tentang mereka yang jauh di sana. Ini cerita kita. Sebab banjir bukan hanya soal air. Ini tentang kemanusiaan yang diuji. Akankah kita lulus, atau gagal lagi?

#camanewak
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Perokok Pemula Semakin Menggila?

Hanya Sejenak

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com