• Latest

Cerpen Sang Guru Dari Nanggroe Tuan Tapa ” Senyum Terakhir Siti Sara”

Januari 19, 2018
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Cerpen Sang Guru Dari Nanggroe Tuan Tapa ” Senyum Terakhir Siti Sara” - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Guru | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Cerpen Sang Guru Dari Nanggroe Tuan Tapa ” Senyum Terakhir Siti Sara”

Redaksi by Redaksi
Januari 19, 2018
in Guru, Kumpulan cerpen, Literasi, Menulis, Nasional
Reading Time: 18 mins read
0
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Baihaki 
Alumni PGSD FKIP Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh

Geliat literasi di bumi Teuku Cut Ali Nanggroe Tuan Tapa, telah melahirkan seorang sastrawan, tak lain seorang guru Bahasa dan Sastra Indonesia yang telah banyak menulis buku dan karya sastra, namun jarang terpublikasi ke publik.
Drs.Bussairi D. Nyak Diwa atau sering dipanggil Tgk.Bussairi, lahir pada tanggal 10 Juli 1965 silam, di sebuah desa kecil di kaki gunung pedalaman Kecamatan Bakongan yang sekarang sudah menjadi Kecamatan Kota Bahagia, Kabupaten Aceh Selatan, tepatnya di Desa Ujong Gunong Rayeuk. Ia merupakan anak pasangan dari H.Datok Nyak Diwa dan Hj.Siti Ardat.
Lelaki sederhana ini, setelah menamatkan pendidikannya pada jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP-Unsyiah Banda Aceh, kembali ke kampung halamannya dengan berprofesi sebagai seorang guru yang telah mengabdi di beberapa SMA di kampung halamannya. Hingga saat ini, tercatat sebagai guru senior pada SMA Negeri 2 Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan.
Baru-baru ini, satu lagi karya Bussairi yang sudah dibukukan. Sebuah cerpen berjudul “Senyum Terakhir Siti Sara” ditulis dengan nilai sastra yang menggugah para pembacanya.
Senyum Terakhir Siti Sara, adalah sebuah buku Kumpulan Cerpen yang memuat sebanyak tujuh buah cerpen yaitu “Sang Pembangkang, Orang Atas, Pendekar Hutan Mahoni, Misteri Jalan Tembus, Senyum Terakhir Siti Sara, Gadis yang Bermata Bening dan Mutasi.”
Selain cerpen berjudul Gadis yang Bermata Bening, semua cerita dalam buku tersebut di atas mengisahkan tentang pengalaman “guru dan murid” dalam mengarungi dunia pendidikan.
Dikisahkan mulai dari pahit getirnya menghadapi proses kegiatan belajar-mengajar, pengalaman di daerah pedalaman, suka-dukanya di masa konflik, perjuangan menjaga lingkungan, hingga kisah cinta yang mengharu biru.
Tak dapat dipungkiri, bahwa ide-ide cerita yang terdapat dalam kumpulan cerita pendek tersebut bersumber dari pengalaman penulis sebagai seorang guru yang mengalami berbagai  pasang surut dan cerah buramnya cuaca di dunia pendidikan.
Selanjutnya sebagai upaya penulis untuk memperkenalkan segala suasana wilayah kehidupan yang beragam. Mulai dari keterbatasan sarana pendidikan, sarana dan prasarana kehidupan di pedesaan, perlindungan terhadap hewan langka, dan ragam budaya masyarakat di daerah pedalaman.
Sebagai sebuah buku fiksi, penulis berharap buku ini dapat dijadikan sebagai “bahan” dalam proses pembelajaran, baik oleh guru maupun siswa. Minimal sebagai bahan perbandingan untuk meningkatkan motivasi menulis bagi siswa, mahasiswa dan guru dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Begitu ungkapan guru yang murah senyum ini.
Senyum Siti Sara, buku setebal 161 halaman ini, selain mengisahkan suka dukanya dalam mendidik, mengajar, membina dan mengarahkan siswa agar menjadi manusia yang sukses, juga  mengisahkan cinta dan problematika hidup seorang guru yang sabar, ikhlas, tawaqqal dalam menjalani kehidupan. Di sini juga diungkapkan dengan gamblang hubungan seorang ayah dengan anak, bersama istri dan hubungan dengan masyarakat sekitar yang notabene sosok ayah itu adalah seorang guru.
Tak ayal, tiga kompetensi yang dimiliki oleh guru, seperti kompetensi pedagogik, sosial, profesional dan kepribadian, sangat menarik dipaparkan oleh tokoh-tokoh dalam tujuh judul cerpen yang sangat menginspirasi, mencerahkan dan menggerakkan.
Di samping buku kumpulan cerpen, beberapa buku yang memuat karya Bussairi sebelumnya juga telah terbit antara lain “15 Cerpen Terbaik 2009” (Depdiknas,2009), “Ziarah Hati” (Pusat Perbukuan Depdiknas,  2010), “Yang Membuka Pintu Syurga” (Fam Publishing, 2017), “Aceh 5:03 6,4 SR” (Fam Publishing, 2017), dan Kumpulan Puisinya yang segera terbit “Doa Sajadah.”

Hingga saat ini Bussairi telah tercatat dalam Buku “Ensiklopedi Penulis Indonesia Jilid 7” yang diterbitkan oleh Fam Publishing sebagai salah seorang penulis Indonesia yang produktif. (Bay)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 342x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 312x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

Cerpen Sang Guru Dari Nanggroe Tuan Tapa ” Senyum Terakhir Siti Sara” - 09ff0262 2fb8 4c93 9f84 06e6009c9293 | Guru | Potret Online

Menanti Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Bersinergi Membangun Literasi Anak Negeri

Maret 31, 2026
Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026
Cerpen Sang Guru Dari Nanggroe Tuan Tapa ” Senyum Terakhir Siti Sara” - IMG_0413 | Guru | Potret Online

Budaya Kekerasan dalam Masyarakat Modern.

Maret 20, 2026
SummarizeShare235Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
Next Post

Keuchik Zainal Ajak Perempuan Berani Terjun ke Kancah Politik

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com