POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Cerpen Sang Guru Dari Nanggroe Tuan Tapa ” Senyum Terakhir Siti Sara”

RedaksiOleh Redaksi
January 19, 2018
🔊

Dengarkan Artikel


Oleh Baihaki 
Alumni PGSD FKIP Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh

Geliat literasi di bumi Teuku Cut Ali Nanggroe Tuan Tapa, telah melahirkan seorang sastrawan, tak lain seorang guru Bahasa dan Sastra Indonesia yang telah banyak menulis buku dan karya sastra, namun jarang terpublikasi ke publik.
Drs.Bussairi D. Nyak Diwa atau sering dipanggil Tgk.Bussairi, lahir pada tanggal 10 Juli 1965 silam, di sebuah desa kecil di kaki gunung pedalaman Kecamatan Bakongan yang sekarang sudah menjadi Kecamatan Kota Bahagia, Kabupaten Aceh Selatan, tepatnya di Desa Ujong Gunong Rayeuk. Ia merupakan anak pasangan dari H.Datok Nyak Diwa dan Hj.Siti Ardat.
Lelaki sederhana ini, setelah menamatkan pendidikannya pada jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP-Unsyiah Banda Aceh, kembali ke kampung halamannya dengan berprofesi sebagai seorang guru yang telah mengabdi di beberapa SMA di kampung halamannya. Hingga saat ini, tercatat sebagai guru senior pada SMA Negeri 2 Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan.
Baru-baru ini, satu lagi karya Bussairi yang sudah dibukukan. Sebuah cerpen berjudul “Senyum Terakhir Siti Sara” ditulis dengan nilai sastra yang menggugah para pembacanya.
Senyum Terakhir Siti Sara, adalah sebuah buku Kumpulan Cerpen yang memuat sebanyak tujuh buah cerpen yaitu “Sang Pembangkang, Orang Atas, Pendekar Hutan Mahoni, Misteri Jalan Tembus, Senyum Terakhir Siti Sara, Gadis yang Bermata Bening dan Mutasi.”
Selain cerpen berjudul Gadis yang Bermata Bening, semua cerita dalam buku tersebut di atas mengisahkan tentang pengalaman “guru dan murid” dalam mengarungi dunia pendidikan.
Dikisahkan mulai dari pahit getirnya menghadapi proses kegiatan belajar-mengajar, pengalaman di daerah pedalaman, suka-dukanya di masa konflik, perjuangan menjaga lingkungan, hingga kisah cinta yang mengharu biru.
Tak dapat dipungkiri, bahwa ide-ide cerita yang terdapat dalam kumpulan cerita pendek tersebut bersumber dari pengalaman penulis sebagai seorang guru yang mengalami berbagai  pasang surut dan cerah buramnya cuaca di dunia pendidikan.
Selanjutnya sebagai upaya penulis untuk memperkenalkan segala suasana wilayah kehidupan yang beragam. Mulai dari keterbatasan sarana pendidikan, sarana dan prasarana kehidupan di pedesaan, perlindungan terhadap hewan langka, dan ragam budaya masyarakat di daerah pedalaman.
Sebagai sebuah buku fiksi, penulis berharap buku ini dapat dijadikan sebagai “bahan” dalam proses pembelajaran, baik oleh guru maupun siswa. Minimal sebagai bahan perbandingan untuk meningkatkan motivasi menulis bagi siswa, mahasiswa dan guru dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Begitu ungkapan guru yang murah senyum ini.
Senyum Siti Sara, buku setebal 161 halaman ini, selain mengisahkan suka dukanya dalam mendidik, mengajar, membina dan mengarahkan siswa agar menjadi manusia yang sukses, juga  mengisahkan cinta dan problematika hidup seorang guru yang sabar, ikhlas, tawaqqal dalam menjalani kehidupan. Di sini juga diungkapkan dengan gamblang hubungan seorang ayah dengan anak, bersama istri dan hubungan dengan masyarakat sekitar yang notabene sosok ayah itu adalah seorang guru.
Tak ayal, tiga kompetensi yang dimiliki oleh guru, seperti kompetensi pedagogik, sosial, profesional dan kepribadian, sangat menarik dipaparkan oleh tokoh-tokoh dalam tujuh judul cerpen yang sangat menginspirasi, mencerahkan dan menggerakkan.
Di samping buku kumpulan cerpen, beberapa buku yang memuat karya Bussairi sebelumnya juga telah terbit antara lain “15 Cerpen Terbaik 2009” (Depdiknas,2009), “Ziarah Hati” (Pusat Perbukuan Depdiknas,  2010), “Yang Membuka Pintu Syurga” (Fam Publishing, 2017), “Aceh 5:03 6,4 SR” (Fam Publishing, 2017), dan Kumpulan Puisinya yang segera terbit “Doa Sajadah.”

Hingga saat ini Bussairi telah tercatat dalam Buku “Ensiklopedi Penulis Indonesia Jilid 7” yang diterbitkan oleh Fam Publishing sebagai salah seorang penulis Indonesia yang produktif. (Bay)

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 115x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 89x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 78x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
Dunia di Ambang Krisis dan Perang Dunia Ketiga
25 Jan 2026 • 62x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

Sekilas Sejarah Kebudayaan di Nusantara dan Agama

Ramadan Untuk Leuser

Komisi III DPR RI Apresiasi Dedikasi Polres Barru di Lapangan

Rindu (Tanpa) Perang di Aceh

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026
POTRET Budaya

Memerangi Sampah, Membangun Gerakan Indonesia ASRI

Oleh Tabrani YunisFebruary 6, 2026
digital

Doom Scrolling: Perilaku Baru di Era Digital

Oleh Tabrani YunisJanuary 31, 2026
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    160 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
197
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Keuchik Zainal Ajak Perempuan Berani Terjun ke Kancah Politik

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00