• Latest
0e57b4df-4c0d-44d9-ba18-f4e21ea0526b

Kemenangan Teologi Revolusi Islam Iran Sejak 1979

April 9, 2026
Kemenangan Teologi Revolusi Islam Iran Sejak 1979 - f1bdf4cf 9647 4450 9e5d 5fe8e2797b93 | # Revolusi Iran | Potret Online

Kembalinya Jalur Sutera: Strategi Tersembunyi di Balik Manuver Global

April 11, 2026
Mahasiswa duduk sendiri di lingkungan kampus dengan ekspresi cemas sementara mahasiswa lain berlalu di belakangnya

Bukan Sekadar Malu: Kecemasan Sosial yang Menggerus Percaya Diri Mahasiswa

April 11, 2026
db5df19e-a49a-4379-86f9-5e88076f4172

Harap-harap Cemas Menunggu Hasil Perundingan Iran vs AS

April 11, 2026
2fc46e4c-99ca-4bd5-8807-7ae4e054e3db

Rekor MURI, Pameran Lukisan, Menghias Telur, dan Makna Kemanusiaan dalam Keberagaman

April 11, 2026

🚩🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

April 11, 2026
IMG_0733

Berjuang Hingga Akhir

April 11, 2026
9edda383-f515-49a9-9938-8d5b8ebcf730

Sastra sebagai Cermin Kehidupan: Refleksi Perjalanan dari Panggung Teater ke Dunia Penelitian

April 11, 2026
29e05edd-7320-4d1e-bee4-7bd4496720de

Bahaya “Self-Diagnosis” di Balik Layar TikTok: Mengapa Remaja Aceh Butuh Validasi Profesional?

April 10, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Sabtu, April 11, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
  • Sastra
  • Buku
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
  • Sastra
  • Buku
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
0e57b4df-4c0d-44d9-ba18-f4e21ea0526b

Kemenangan Teologi Revolusi Islam Iran Sejak 1979

Redaksi by Redaksi
April 9, 2026
in # Revolusi Iran, # Kebijakan Trump, #Amerika, #Perang, Iran, Israel
Reading Time: 4 mins read
0
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh ReO Fiksiwan

“Islam harus tampil sebagai kekuatan revolusioner dalam pemikiran, bukan sekadar mempertahankan tradisi, tetapi berani melakukan pembaruan untuk menjawab tantangan zaman.” — Hasan Sho’ub dalam Islam dan Revolusi Pemikiran(1977)

Baca Juga:
  • Update Kondisi Kota Tel Aviv Usai Dibombardir Iran
  • Menyimak Karakter Politik dan Budaya Iran Terkini Dari Dua Kitab Hamid Dabashi
  • Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Iran telah lama menjadi arena di mana agama dan politik bertemu untuk membentuk arah sejarah. 

Menurut Hamid Dabashi(74), profesor Studi Iran dan Sastra Perbandingan di Columbia University, New York, dalam Theology of Discontent: The Ideological Foundation of the Islamic Revolution in Iran(1993) mengulas bahwa Revolusi Islam 1979 lahir dari proses panjang akumulasi ketidakpuasan teologis, yang berakar sejak Revolusi Konstitusional 1906. 

Ketidakpuasan ini muncul dari benturan antara modernitas Barat dan tradisi Islam, lalu berkembang menjadi bahasa politik yang mampu mengartikulasikan penderitaan sosial sekaligus aspirasi otentisitas budaya. 

Tokoh seperti Jalal Al-e Ahmad dan Ali Shariati menjadi simbol perlawanan intelektual yang menolak imitasi Barat dan menawarkan Islam sebagai kerangka pembebasan. 

Dengan demikian, teologi revolusi bukanlah sekadar peristiwa religius, melainkan ekspresi politik dari pencarian otentisitas dan keadilan.

Lebih lanjut, Dabashi menulis bahwa semua ideologi adalah “terrible simplifiers”(penyederhana yang mengerikan), namun tetap diperlukan karena manusia memiliki kebutuhan berulang untuk menemukan makna di antara spektrum ideologi dan utopia. 

Hal ini mencerminkan pandangannya bahwa teologi ketidakpuasan bukan sekadar dogma, melainkan sarana untuk menghubungkan pengalaman historis rakyat Iran dengan visi perubahan radikal. 

Ia menekankan bahwa Revolusi Islam 1979 adalah hasil dari proses panjang pembentukan wacana ideologis, di mana Islam berfungsi sebagai bahasa perlawanan terhadap kolonialisme, sekularisme, dan dominasi Barat.

Hakikat teologi ketidakpuasan menurut Dabashi adalah bahwa ia menjadi “bahasa penderitaan” yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat Iran sejak menentang monarki Pahlavi. 

Dengan demikian, kemenangan teologi revolusi Islam Iran dapat dipahami sebagai kemenangan teologi politik.

Kemenangan itu, di mana agama berfungsi bukan hanya sebagai keyakinan spiritual, tetapi sebagai kekuatan historis yang nyata sekaligus mengartikulasikan penderitaan yang mengekspresikan otentisitas budaya dan kedaulatan politik.

Ringkasnya, Dabashi hendak menandaskan  bahwa ideologi Islam dalam teologi  Revolusi Islam Iran adalah bentuk “teologi ketidakpuasan” yang mengubah ketidakpuasan sosial menjadi energi politik, dan kemenangan teologi revolusi Islam adalah bukti bahwa teologi politik mampu mengubah jalannya sejarah.

Baca Juga

Kemenangan Teologi Revolusi Islam Iran Sejak 1979 - f1bdf4cf 9647 4450 9e5d 5fe8e2797b93 | # Revolusi Iran | Potret Online

Kembalinya Jalur Sutera: Strategi Tersembunyi di Balik Manuver Global

April 11, 2026
db5df19e-a49a-4379-86f9-5e88076f4172

Harap-harap Cemas Menunggu Hasil Perundingan Iran vs AS

April 11, 2026
Media bias and children’s suffering

Tidak Semua Anak Menjadi Berita: Bias Media Barat di Gaza, Iran, dan Ukraina

April 10, 2026

Dalam konteks kontemporer — ketika sedang gencar berperang melawan Iran — Donald Trump dengan agak frustrasi mendadak mengajukan gencatan senjata dua minggu dan menerima sepuluh syarat usulan Iran, bagi Iran tentunya, peristiwa ini dapat dibaca sebagai kemenangan teologi revolusi politik. 

Juga, bukan hanya kemenangan diplomasi pragmatis, melainkan manifestasi dari posisi ideologis yang telah lama dibangun: bahwa Iran tegak dan teguh berdiri sebagai subjek politik mandiri yang menantang hegemoni global. 

Gencatan senjata ini menunjukkan bahwa bahasa teologi politik yang lahir dari teologi revolusi Islam Iran masih relevan.

Bahkan mampu mengubah relasi kekuasaan internasional dan dengan menegaskan kembali otoritas Iran sebagai aktor yang tidak tunduk pada narasi Barat. 

Dalam kerangka “teologi ketidakpuasan”  Dabashi, hal ini menunjukkan bukti bahwa teologi ketidakpuasan tetap menjadi energi sosial yang efektif dalam mengartikulasikan perlawanan.

Dengan demikian, refleksi kemenangan teologi revolusi ini semakin kaya bila dibandingkan dengan pemikiran Dr. Hasan Sho’ub dalam Islam dan Revolusi Pemikiran: Dialog Kreatif Ketuhanan dan Kemanusiaan(Cetakan Pertama 1981). 

Sho’ub, seorang pemikir Islam, menegaskan  bahwa revolusi Islam bukan hanya peristiwa politik, tetapi juga revolusi epistemologis yang mengubah cara umat Islam memahami dunia dan diri mereka sendiri secara mutakhir.

Ia melihat teologi revolusi sebagai upaya membebaskan akal dari dominasi kolonial dan sekularisme, serta mengembalikan Islam sebagai sumber daya intelektual dan spiritual yang hidup. 

Dengan demikian, kemenangan teologi revolusi Islam Iran dalam arena politik internasional dapat dipahami sebagai kelanjutan dari revolusi pemikiran yang menolak subordinasi dan menegaskan kedaulatan teologis.

Kemenangan teologi politik Iran, baik dalam revolusi maupun diplomasi, menunjukkan bahwa agama bukan sekadar dimensi privat, melainkan kekuatan publik yang mampu mengartikulasikan perlawanan, membentuk identitas kolektif, dan menegosiasikan posisi dalam tatanan global. 

Dabashi dan Sho’ub sama-sama menegaskan bahwa teologi politik adalah bahasa perlawanan yang lahir dari sejarah penderitaan, namun sekaligus menjadi visi masa depan yang menuntut keadilan dan otentisitas. 

Iran, dengan segala kompleksitasnya, telah membuktikan bahwa teologi revolusi politik dunia Islam bukan hanya wacana, melainkan realitas yang mampu mengubah jalannya sejarah.

Dan itu masih terbukti hari ini. Setelah gencatan senjata dan 10 syarat tuntutan Iran. 

Après nous, le déluge”, ujar pepatah revolusi Perancis 1789. 

#coversongs:

Lagu terkenalnya “Iran Iran” dari Reza Rooygari(1946–2026) adalah aktor, penyanyi, dan pelukis asal Iran, dirilis sekitar  awal 1980-an, kemudian populer kembali dalam kompilasi peringatan Revolusi Islam(dirilis ulang tahun 2011).

Lagu ini adalah nyanyian revolusioner yang menekankan cinta tanah air dan pengorbanan rakyat Iran. 

#credit foto diunggah dari kanal Youtube @TribunJateng Official Subscribe

Iran Klaim Menang Buntut Trump Umumkan gencatan senjata.

SummarizeShare235Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Related Posts

Kemenangan Teologi Revolusi Islam Iran Sejak 1979 - f1bdf4cf 9647 4450 9e5d 5fe8e2797b93 | # Revolusi Iran | Potret Online
#Geopolitik

Kembalinya Jalur Sutera: Strategi Tersembunyi di Balik Manuver Global

April 11, 2026
Mahasiswa duduk sendiri di lingkungan kampus dengan ekspresi cemas sementara mahasiswa lain berlalu di belakangnya
Psikologi

Bukan Sekadar Malu: Kecemasan Sosial yang Menggerus Percaya Diri Mahasiswa

April 11, 2026
db5df19e-a49a-4379-86f9-5e88076f4172
Iran

Harap-harap Cemas Menunggu Hasil Perundingan Iran vs AS

April 11, 2026
2fc46e4c-99ca-4bd5-8807-7ae4e054e3db
Esai

Rekor MURI, Pameran Lukisan, Menghias Telur, dan Makna Kemanusiaan dalam Keberagaman

April 11, 2026
Next Post
Kemenangan Teologi Revolusi Islam Iran Sejak 1979 - 38a1ed71 84b6 44ab 9f7a a62e2a66e5e2 | # Revolusi Iran | Potret Online

Ekonomi dan Eskalasi: Siapa yang Diuntungkan?

Silakan login untuk berkomentar
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com