HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

Februari 22, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    871 shares
    Share 348 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

Februari 22, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    871 shares
    Share 348 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Transisi Energi Kendaraan Listrik

Redaksi by Redaksi
Maret 27, 2026
in Opini, Artikel, Ekonomi, Energi
Reading Time: 3 mins read
0
Transisi energi dan kendaraan listrik di Indonesia
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Prof. Didik J Rachbini, Ph.D. / Rektor Universitas Paramadina, Ekonom Senior Indef

Krisis energi global bukan lagi ancaman abstrak. Dalam beberapa pekan terakhir, lonjakan harga minyak telah menekan banyak negara, bahkan mendorong sebagian ke ambang darurat energi.

Baca Juga

87dee712-0548-433f-a26d-23c41a9e9f00

Revolusi Iran 1979: Beberapa Pelajaran Terbaik 

Maret 26, 2026

Eskalasi dan Keseimbangan: Menimbang Ulang Kekuatan, Pembalasan, dan Perdamaian di Timur Tengah

Maret 26, 2026
Hari Raya Idul Fitri; Kemenangan Untuk Siapa?

Iran Menyala; Islam Yes, Sains Yes

Maret 26, 2026
ADVERTISEMENT

Filipina adalah contoh nyata bagaimana ketergantungan pada energi fosil dapat berubah menjadi beban yang menyiksa rakyat. Dalam konteks ini, Indonesia tidak memiliki kemewahan untuk menunda. Momentum krisis harus dimanfaatkan sebagai titik balik menuju transformasi energi yang lebih berkelanjutan.

Ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM) telah lama menjadi titik lemah fiskal nasional. Setiap kenaikan harga minyak dunia langsung mengguncang APBN, memperlebar subsidi, dan mempersempit ruang fiskal untuk sektor produktif lainnya.

Jika pola ini terus dipertahankan, maka krisis energi akan dengan mudah menjalar menjadi krisis fiskal, bahkan krisis ekonomi yang lebih luas.

Langkah Prabowo Subianto yang mendorong percepatan transisi kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik patut dilihat sebagai strategi yang rasional, bukan sekadar kebijakan teknokratis. Elektrifikasi transportasi bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga soal efisiensi ekonomi.

Dengan biaya operasional yang jauh lebih rendah, kendaraan listrik berpotensi mengurangi beban rumah tangga sekaligus menekan subsidi energi negara secara signifikan.

Kajian dari INDEF memperkuat argumen ini. Satu unit kendaraan listrik dapat memangkas beban subsidi energi hingga 85 persen. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan gambaran konkret tentang besarnya potensi penghematan fiskal jika transisi dilakukan secara masif.

Dalam situasi global yang tidak menentu, termasuk konflik geopolitik yang mendorong harga energi melonjak, langkah ini menjadi semakin mendesak.

Namun, persoalan energi Indonesia tidak berhenti pada efisiensi semata. Ada masalah keadilan yang selama ini luput dari perhatian. Subsidi BBM, yang seharusnya menjadi instrumen perlindungan sosial, justru lebih banyak dinikmati oleh kelompok menengah ke atas.

Data menunjukkan bahwa sebagian besar konsumsi energi bersubsidi dinikmati oleh mereka yang memiliki kendaraan lebih banyak, sementara kelompok masyarakat bawah hanya menerima sebagian kecil manfaatnya.

Dengan kata lain, subsidi energi selama ini diam-diam telah menjadi privilese, bukan perlindungan.

Di sinilah transisi energi menemukan relevansinya yang lebih dalam. Elektrifikasi transportasi bukan hanya tentang mengganti mesin bensin dengan baterai, tetapi juga tentang merombak struktur subsidi agar lebih adil dan tepat sasaran.

Momentum kenaikan harga minyak saat ini seharusnya tidak hanya direspons dengan kebijakan jangka pendek, tetapi dengan reformasi struktural yang berani.

Tentu, transisi ini bukan tanpa tantangan. Target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dalam skala besar membutuhkan investasi, koordinasi, dan komitmen yang tidak kecil.

Namun, menunda justru akan memperbesar biaya di masa depan. Ketidaksiapan hanya akan membuat subsidi membengkak dan ketergantungan terhadap impor energi semakin dalam.

Pada akhirnya, pilihan yang dihadapi Indonesia sebenarnya sederhana: beradaptasi atau tertinggal. Transisi energi bukan lagi opsi, melainkan keharusan rasional untuk menjaga ketahanan nasional dan menyelamatkan fiskal negara.

Jika momentum krisis ini kembali terlewatkan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya stabilitas ekonomi, tetapi juga arah masa depan energi Indonesia.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 236x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 207x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 199x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 164x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 136x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Tags: ArtikelOpini
SummarizeShare235
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Perang Iran -Israel dan Rapuhnya Pasar Minyak Global
#Perang Dagang

Perang Iran -Israel dan Rapuhnya Pasar Minyak Global

Maret 25, 2026
Cerita Perjalanan

Batu Gajah Hilang di Bate Iliek

Maret 23, 2026
Artikel

Ketika Anak Luput dari Kebijakan

Maret 23, 2026
Cara Licik Fadia Arafiq Korupsi, ART Dijadikan Direktur Perusahaannya
# Koruptor

Cara Licik Fadia Arafiq Korupsi, ART Dijadikan Direktur Perusahaannya

Maret 10, 2026
Next Post
WhatsApp Image 2026-03-27 at 8.47.12 AM

Puisi-Puisi Nusantara Novita Sari Yahya

Please login to join discussion
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Tulisan
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Tulisan

© 2026 potretonline.com