• Latest
Soal BoP, Kalian Ikut Tokoh Agama atau Mahasiswa

Soal BoP, Kalian Ikut Tokoh Agama atau Mahasiswa

Maret 8, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Soal BoP, Kalian Ikut Tokoh Agama atau Mahasiswa

Redaksi by Redaksi
Maret 8, 2026
in # Kebijakan Trump, Amerika, Bela Palestina, Israel, Palestina
Reading Time: 4 mins read
0
Soal BoP, Kalian Ikut Tokoh Agama atau Mahasiswa
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Ada ungkapan begini, “Siapa pun awalnya menentang, begitu masuk istana, lalu keluar berubah mendukung BoP” Sebaliknya, yang di luar istana, terutama mahasiswa kekeh menolak BoP. Kalian ikut yang mana? Simak narasinya sambil imagine seruput Koptagul, wak!

Selamat datang di panggung geopolitik Indonesia 2026. Tempat diplomasi internasional berubah jadi tontonan. Kadang terasa seperti campuran seminar, debat kampus, dan reality show global. Judul besarnya, Board of Peace (BoP). Kedengarannya seperti rapat malaikat penjaga bumi, tetapi ide awalnya datang dari Donald Trump, tokoh yang punya filosofi damai versi gym militer. Kalau ingin damai, pastikan otot bomnya tetap terlatih.

Drama dimulai 22 Januari 2026 di Davos ketika Presiden Prabowo Subianto menandatangani charter BoP. Indonesia berkomitmen mendorong two-state solution, ikut rekonstruksi Gaza, serta mengirim pasukan penjaga perdamaian TNI. Skemanya rapi, 1.000 personel berangkat April, sisanya menyusul Juni, total bisa mencapai 8.000 prajurit. Diplomasi kelas dunia, kata sebagian orang. Kalkulasi geopolitik yang juga menjaga hubungan dagang dengan Amerika agar tidak berubah menjadi perang tarif, kata sebagian yang lain sambil mengelus dagu penuh kecurigaan.

Presiden juga menegaskan sesuatu terdengar manis seperti lirik dangdut sendu. Kalau forum ini tidak membantu Palestina merdeka, Indonesia bisa keluar kapan saja karena semua kesepakatan bersifat bersama. Publik sempat mengangguk, seolah diplomasi global memang bisa menjadi jalan tengah antara idealisme dan realitas.

Februari 2026, Istana mengundang 16 organisasi Islam besar. Ada Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Majelis Ulama Indonesia. Hasilnya kompak, dukungan bulat untuk tetap berada dalam forum dan menekan dari dalam.

Ketua PBNU, Yahya Cholil Staquf, terlihat paling optimistis. BoP dianggap bisa dimanfaatkan untuk menurunkan tensi konflik Amerika–Israel vs Iran. Pada 5 Maret saat buka puasa bersama di Istana, Gus Yahya kembali santai, apa pun alatnya, gunakan saja demi perdamaian.

Dari Muhammadiyah, Muhadjir Effendy awalnya juga memberi sinyal dukungan. Dari MUI, Cholil Nafis menegaskan pemerintah tetap pro-Palestina dan siap mundur bila forum tidak bermanfaat. Semua pulang dengan senyum lebar, foto bersama Presiden, dan narasi diplomatik, Indonesia menjalankan politik luar negeri aktif.

Lalu akhir Februari datang seperti adegan film aksi. Amerika dan Israel menyerang Iran. Dunia langsung panas. Forum bernama Board of Peace tiba-tiba terlihat seperti Board of War Director’s Cut.

MUI segera mengeluarkan Tausiyah Kep-28/DP-MUI/III/2026 pada 1 Maret 2026 yang mendesak Indonesia keluar dari BoP karena dinilai tidak efektif dan terlalu didominasi Amerika. Dokumen itu ditandatangani Anwar Iskandar dan Amirsyah Tambunan.

Di kubu Muhammadiyah juga muncul suara kritis. Anwar Abbas menyatakan lebih baik keluar daripada terlihat mendukung perang. Gelombang kritik kemudian datang dari berbagai kelompok ulama, aktivis, dan organisasi sipil di banyak daerah.

Namun babak paling berisik datang dari kampus.

Awal Maret 2026, Aliansi Mahasiswa UI yang berisi BEM UI, BEM fakultas, serta kelompok UI Students for Justice in Palestine, mengirim surat resmi kepada Presiden Prabowo Subianto. Isinya tidak main-main, ultimatum 3×24 jam agar pemerintah menarik Indonesia dari BoP.

Mahasiswa menilai keikutsertaan Indonesia dalam forum itu bertentangan dengan konstitusi, khususnya amanat UUD 1945 tentang penolakan segala bentuk penjajahan. Bagi mereka, BoP bukan forum perdamaian netral, melainkan proyek geopolitik yang digagas Donald Trump dan berpotensi menyeret Indonesia ke konflik internasional.

Baca Juga

20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Menolak Perang, Menimbang Keadilan: Eropa di Antara Moralitas, Ketakutan Strategis, dan Pergeseran Tatanan Dunia

Maret 29, 2026
Melihat Perang Iran – Israel/AS Melalui Teori James C. Scott

Runtuhnya Dominasi Barat, Datangnya Keadilan? Ujian Rasionalitas Umat Muslim dalam Menyambut Tatanan Global Baru Versi Timur

Maret 28, 2026

Tuntutannya jelas dan tiga lapis. Indonesia keluar dari BoP, menghentikan rencana pengiriman pasukan International Stabilization Force ke Gaza, dan memberi penjelasan kepada publik.

Kalau pemerintah tidak merespons dalam tenggat waktu, mahasiswa mengancam akan memperluas aksi. Demonstrasi pun mulai muncul di berbagai titik politik Jakarta. Narasinya keras. Jangan sampai Indonesia berubah dari negara bebas-aktif menjadi figuran dalam drama perang global.

Organisasi HAM seperti YLBHI dan KontraS ikut menilai BoP tidak memiliki legitimasi internasional yang kuat. Kritik juga datang dari Anies Baswedan yang menyindir, keluar dari forum tidak berarti menolak perdamaian, melainkan menjaga prinsip politik luar negeri Indonesia.

Di tengah semua keributan itu, PBNU tetap relatif tenang. Gus Yahya berpendapat BoP masih bisa dimanfaatkan sebagai alat mediasi walaupun terlihat lemah. Pemerintah sendiri menyatakan masih mencermati semua masukan.

Sampai 8 Maret 2026, keputusan final belum keluar. Ada laporan media luar negeri yang menyebut Indonesia sempat menangguhkan partisipasi, tetapi ada juga yang mengatakan pemerintah masih mengevaluasi.

Akhirnya publik Indonesia seperti menonton laga debat nasional. Di satu sisi tokoh agama yang sebagian memilih bertahan di dalam forum untuk menekan dari dalam, di sisi lain mahasiswa yang mengangkat konstitusi sebagai tameng moral untuk keluar sekarang juga.

Pertanyaannya sederhana, tetapi jawabannya rumit, dalam drama BoP ini, kalian berdiri di barisan tokoh agama atau mahasiswa?

ADVERTISEMENT

Yang jelas, jika BoP benar-benar Board of Peace, perdamaian dunia tampaknya sedang cuti panjang sambil menonton manusia ribut di panggung politik global. Sementara rakyat Indonesia duduk di tribun demokrasi, seruput koptagul geopolitik, sambil bertanya pelan, ini forum perdamaian dunia atau reality show karya Donald Trump?

Foto Ai hanya ilustrasi

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

camanewak

jurnalismeyangmenyapa

JYM

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 332x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 291x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 246x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 236x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 189x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post
Kabut, Kata, dan Keberanian Dwi Aji Prajoko dalam Memelihara Nurani

Kabut, Kata, dan Keberanian Dwi Aji Prajoko dalam Memelihara Nurani

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

November 10, 2025

Lomba Menulis Agustus 2025

Juli 31, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com