POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Tadarus – QS Al-Mā’idah ayat 8

RedaksiOleh Redaksi
March 4, 2026
Tags: IslamPodcast
🔊

Dengarkan Artikel

Ada satu jenis keadilan yang mudah: keadilan kepada mereka yang kita cintai. Dan ada satu jenis keadilan yang hampir mustahil: keadilan kepada mereka yang melukai kita.

QS Al-Mā’idah ayat 8 berbicara tentang yang kedua. Ayat ini tidak lahir di ruang hening. Ia turun di Madinah, di tengah ketegangan politik, pengkhianatan, dan perbedaan iman. Namun yang diperintahkan bukan pembalasan, bukan dominasi, bukan kemenangan moral atas lawan. Yang diperintahkan adalah sesuatu yang jauh lebih berat: adil.

“Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu berlaku tidak adil.”

Kalimat ini seperti memindahkan pusat pertempuran dari luar ke dalam. Musuh terbesar bukan lagi kelompok lain — tetapi kecenderungan batin untuk membenarkan diri sendiri.

Dalam tradisi tafsir klasik seperti Tafsir al-Tabari dan Tafsir Ibn Kathir, ayat ini dipahami sebagai perintah universal: keadilan tidak gugur hanya karena relasi sosial rusak. Bahkan terhadap musuh, integritas harus dijaga.

Namun jika kita membacanya lebih dalam, ayat ini tidak hanya berbicara tentang hukum. Ia berbicara tentang kesadaran.

Mengapa Allah menutup ayat ini dengan kalimat: “Adil itu lebih dekat kepada takwa”? Karena keadilan dalam Islam bukan sekadar prosedur legal. Ia adalah disiplin spiritual.

Takwa bukan hanya takut kepada Tuhan. Takwa adalah kemampuan menjaga jarak antara emosi dan keputusan. Antara luka dan vonis. Antara amarah dan kesimpulan.

📚 Artikel Terkait

Mengabu Usia

Mau Nikah? Jadi Enterpreneur Dulu

HILANG DI TENGAH HUJAN

Awas Penguasa! Jangan Sampai Kalian “Dibutonkan” Rakyat

Filsuf Yunani seperti Plato berbicara tentang keadilan sebagai harmoni jiwa. Filsuf modern seperti John Rawls membayangkan “tirai ketidaktahuan” agar manusia bisa memutuskan secara objektif.

Namun Al-Qur’an melangkah lebih jauh: Ia tidak hanya mengatur sistem. Ia menata hati.

Dalam hadis sahih yang diriwayatkan dalam Sahih al-Bukhari, Nabi ﷺ menolak membedakan hukum antara bangsawan dan rakyat biasa. Itu bukan hanya tindakan politik; itu adalah konsistensi moral. Sunnah menjadi bukti bahwa ayat ini bukan idealisme utopis — tetapi realitas yang bisa diwujudkan.

Hari ini, kita hidup dalam ekosistem yang mempercepat kebencian. Algoritma memperkuat preferensi. Identitas menggantikan argumentasi. Opini sering lahir sebelum verifikasi. QS Al-Mā’idah ayat 8 berdiri seperti cermin:

Apakah kita membela kebenaran — atau hanya membela kelompok? Apakah kita mencari keadilan — atau hanya mencari kemenangan?Keadilan sejati sering kali tidak terasa heroik. Ia sunyi. Ia tidak viral. Ia bahkan bisa membuat kita terlihat lemah di hadapan kelompok sendiri. Tetapi justru di sanalah letak takwa.

Episode ini bukan sekadar tafsir ayat. Ia adalah perjalanan batin untuk menimbang ulang cara kita menilai orang lain. Ia adalah pertanyaan yang mungkin tidak nyaman: Jika musuhmu benar, mampukah engkau mengakuinya? Jika temanmu salah, beranikah engkau mengoreksinya?

Karena mungkin, ukuran kedewasaan iman bukan pada seberapa keras kita membela yang kita cintai —tetapi pada seberapa adil kita terhadap yang kita benci.

Dengarkan episode ini. Dan biarkan satu ayat menguji bukan dunia luar —tetapi dunia di dalam diri kita.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 75x dibaca (7 hari)
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 70x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 62x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 60x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Tags: IslamPodcast
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026
#Pendidikan

Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
148
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana

Ramadhan dan Warung Kopi, Rutinitas yang Tak Lekang oleh Waktu.

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00