POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Kritik Kemunduran Sains Islam

RedaksiOleh Redaksi
March 4, 2026
Kritik Kemunduran Sains Islam
🔊

Dengarkan Artikel

(Otokritik yang Perlu dan Urgen)

Hikmah Ramadhan 14

Oleh : Ayi Mustofa

Islam pernah menjadi pusat peradaban dunia. Itu adalah fakta sejarah yang tidak bisa dibantah oleh siapapun. Semuanya pasti mengakui akan hal tersebut. Tidak ada satu ahli sejarahpun yang membantah bahwa Islam pernah menjadi pemimpin dunia. Ya, itu terjadi di suatu masa di zaman dahulu.

Di zaman sekarang banyak sekali umat muslim yang terus menginginkan agar umat Islam bisa meraih lagi golden era tersebut. Banyak sekali umat yang memimpikan agar kejayaan Islam di masa lalu bisa segera terwujud kembali di zaman sekarang. Tapi secara personal saya merasa pesimis bahwa Islam bisa menguasai kembali peradaban dunia. Saya pesimis karena secara konkret Saya tidak melihat upaya umat Islam untuk bisa mewujudkan keinginannya tersebut.

Saya melihat usaha untuk meraih kejayaan Islam tersebut bertolak belakang dengan visi misi yang akan diwujudkannya. Bahkan saya tidak bisa melihat sama sekali strategi pencapaian yg bisa mewujudkan kembali masa keemasannya. Saya melihat saat ini umat Islam sangat euforia sekali terhadap ritual ibadah dan problematikanya. Mereka banyak sekali mengulang-ulang dan membahasakan kembali pelajaran fiqih yang sudah diajarkan selama ribuan tahun lalu.

Mereka luar biasa fokusnya untuk membahas tentang tata cara ibadah salat, puasa, haji, menghilangkan najis, zakat , menentukan awal dan akhir puasa, membahas masalah bidah, tahlil, ziarah kubur, bunga bank, habib, membahas masalah munafik, kafir, infaq, shadaqah, dan seringkali meributkan masalah halal dan haram. Mereka juga disibukkan waktunya agar bisa membaca Al-Qur’an dengan baik, dihabiskan waktunya untuk bisa menghafal ayat-ayat, surah-surah, dan sejumlah juz yang ada di kitab suci Al-Qur’an. Mereka memberikan keistimewaan-keistimewaan bagi umat yang bisa menghafal banyak ayat-ayat suci Al-Qur’an. Energi dan waktunya sebagian besar dihabiskan ke hal-hal yang semacam itu.

📚 Artikel Terkait

Hujan Tertahan di Teras Januari

Tetaplah Seperti Padi

Generasi Z dan Investasi Kripto: Urgensi Literasi Keuangan Syariah

MEMAHAMI AL-QURAN SAMA DENGAN MEMAHAMI KEHIDUPAN

Lalu apakah salah jika umat Islam mempelajari semua hal tersebut? Jawabannya tentu tidak. Tapi sangat disayangkan, saya melihatnya hampir seluruh waktu umat Islam habis dicurahkan untuk membahas hal-hal tersebut. Belum lagi kita banyak menyaksikan banyak sekali waktu yang terbuang oleh umat Islam untuk mempertentangkan perbedaan-perbedaan tafsir atas suatu ayat.

Perbedaan ini bisa sekali sangat intens, sering kali ketika ada tafsir yang berbeda dengan mainstream langsung si pemberi tafsir tersebut diberikan label-label negatif dan buruk terhadap dirinya. Mereka satu sama lainnya saling mengklaim kebenaran atas tafsirnya.

Merupakan satu paradoks jika umat Islam berkeinginan untuk bisa kembali meraih zaman keemasan tapi kondisi faktualnya masih berkutat dengan meributkan hal-hal tsb. Pertanyaannya adalah, apakah zaman keemasan Islam di zaman dahulu dipenuhi oleh dinamika fiqih atau sains? Dengan kata lain apakah dinamika pembahasan fiqih, ritual ibadah, dan tafsir yang telah menuntun umat kepada kejayaan Islam? Ataukah yang menghantarkan umat kepada zaman keemasannya itu dikarenakan umat Islam disibukan dengan dinamika sains?

Jawabannya tentu sangat mudah sekali didapatkan. Pasti mayoritas umat setuju bahwa dinamika sainslah yang telah merintis umat Islam meraih kejayaannya.

Sekarang pertanyaan selanjutnya adalah:

  1. berapa banyak umat yang gandrung belajar sains?
  2. Apakah mempelajari sains sudah menjadi salah satu tema dakwah yang diusung oleh para asatidz?
  3. Apakah sudah ada infrastruktur dan sumber-sumber belajar sains pada masyarakat Islam saat ini?
  4. Apakah para ustad sudah dibekali ilmunya dengan sains?
  5. Ada berapa banyak ustadz yg menulis kajian sains di jurnal jurnal?
  6. Apakah ilmu ilmu sains mendapatkan perhatian lebih pada lembaga pendidikan Islam?
  7. Apakah kementerian agama sdh bersinergi dg Kemendikbud memberikan pendidikan dan latihan khusus kpd guru guru sains?
  8. Apakah Kemenag dan MUI sdh memiliki pusat kajian sains?
  9. Apakah ghirah mempelajari sains sdh sama kuatnya dg mempelajari ilmu ilmu agama?

Kalau jawaban dari pertanyaan pertanyaan di atas masih banyak jawaban negatif, maka mengharapkan Islam memperoleh masa kejayaannya kembali bagaikan pungguk merindukan bulan…

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Tradisi Buka Puasa Bersama Semakin Membumi

Tradisi Buka Puasa Bersama Semakin Membumi

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00