HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Bulan Oktober 2025

Oktober 7, 2025
Kabar Redaksi

Tema Lomba Menulis Bulan Februari

Februari 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    870 shares
    Share 348 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Bulan Oktober 2025

Oktober 7, 2025
Kabar Redaksi

Tema Lomba Menulis Bulan Februari

Februari 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    870 shares
    Share 348 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Sang Syahid Abad 21 Tentang Perang Kebudayaan

Redaksi by Redaksi
Maret 2, 2026
in #Perang, Iran, kebudayaan
Reading Time: 4 mins read
0
Sang Syahid Abad 21 Tentang Perang Kebudayaan
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh ReO Fiksiwan

“Kita adalah bangsa yang memiliki akar yang kuat; maka mengapa kita harus takut? Kita punya kemampuan yang banyak. Bangsa kita(Iran) juga memiliki kesiapan ilmu pengetahuan dan kekayaan material yang cukup melimpah, di samping latar belakang sejarah dan akar ilmu pengetahuan dan budaya yang panjang. Kita memiliki apa yang lebih penting dari semua itu, Yaitu keimanan, keislaman, dan ketawakalan kepada Allah.” — Imam Ali Khamenei(1939-2026), Latar Belakang Sejarah dan Akar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Iran dalam Perang Kebudayaan(Terjemahan Penerbit Cahaya 2005).

Baca Juga

Israel Merengek ke PBB, Iran Tak Peduli

Israel Merengek ke PBB, Iran Tak Peduli

Maret 23, 2026
Ketika Minyak Juga Menjadi Senjata Geopolitik

Ketika Minyak Juga Menjadi Senjata Geopolitik

Maret 22, 2026
Selat Hormuz, Senjata Pamungkas Iran

Selat Hormuz, Senjata Pamungkas Iran

Maret 22, 2026

Tak ada yang tahu bagaimana Ayatollah Imam Ali Khamenei ingin mengakhiri hidupnya.

Namun hari naas pada Sabtu, 28 Februari 2026 waktu Iran, mustahil tak menjadi pertimbangan bagi dirinya dalam menghadapi tekanan Amerika dan hasrat Israel untuk menyingkirkannya.

Sebagai seorang mullah dengan karir politik selama tujuh dekade sejak revolusi Islam Iran 1979 dan Imam Ali Khamenei pada 1989 — setelah wafatnya Ayatollah Rohullah Khomeini — naik tampuk kepemimpinan tertinggi Garda Revolusi Islam Iran, lebih dari cukup untuk menguasai dan memahami hakikat kekuasaan yang diembannya.

Lebih dari itu pula, Imam Ali Khamenei telah memahami dinamika kekuasaan lebih dari lima presiden Amerika, Bush, Clinton, Obama, Trump dan Biden sepanjang hayatnya.

Innallaha allimun bi zatis sudur, hanya Allah dan Imam Ali Khamenei yang tahu bagaimana harus mati — betapapun berada di benteng kekuasaan — dalam keadaan husnul khotimah.

Dan takdir itu, meski tak sepenuhnya nyata, akhirnya dikabarkan Ayatollah Imam Ali Khamenei(87) wafat di ruang kerja bersama putrinya, menantu, cucu dan seorang pengawal pribadi setelah serangan Amerika dan Israel kepadanya dan kota Iran, Teheran yang mematikan.

Bagi seorang syahid, mati di jalan Allah telah jadi pilihan dan juga dijamin oleh Al-Qur’an. Dan tentu, itu pedoman bagi para syahid dari sejarah manapun dan kapanpun.

Dalam Surah Al-Baqarah ayat 154 ditegaskan: “Janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.”

Lagi-lagi, ayat ini menjadi fondasi spiritual bahwa kematian seorang syahid bukanlah akhir, melainkan kemenangan ilahi yang paling awal dan terang.

ADVERTISEMENT

Saied Reza Ameli, seorang akademisi Iran berusia 65 tahun, telah menulis biografi sang syahid: Ayatollah Seyed Ali Khamenei: The Life and Legacy of a Wise Leader(IHRC, 2025).

Buku setebal 144 halaman ini bukan sekadar kronologi, melainkan eksplorasi atas filosofi kepemimpinan Khamenei yang berakar pada hikmah ilahi, nilai Qurani, dan pandangan strategis.

Ameli menekankan bagaimana Khamenei membimbing Iran melewati transformasi internal besar sekaligus tekanan eksternal dari kekuatan global.

Ia digambarkan sebagai pemimpin yang menempatkan kebijaksanaan spiritual sebagai landasan keputusan, menjaga stabilitas sosial-politik, menghadapi dominasi Barat, dan meninggalkan warisan intelektual yang membentuk arah kebudayaan Iran hingga detik ini.

Namun untuk memahami dimensi manusiawi sang Imam Syahid Abad 21, kita perlu menengok karya Imam Ali Khamenei sendiri, Perang Kebudayaan(Al-Ghazww Ats-Tsaqâfi: Al-Mugaddimät wa Al-Khalfiyyät At-Târikhiyyah), terbitan Dar Al-Wiläyah, Qum, Ramadhan 1419 H; terjemahan Indonesia, penerbit Cahaya 2005.

Buku ini menghimpun pidato-pidato Khamenei tentang serangan budaya Barat, kolonialisme, dan perang kebudayaan kaum penjajah terhadap dunia Islam.

Ia menegaskan bahwa serangan Amerika di Timur Tengah dan Israel di Palestina bukan sekadar politik, melainkan bagian dari perang kebudayaan global terhadap Islam.

Pada sub bab tiga, Peminggiran Islam secara Sosial Politik dan Menjauhkannya dari Umat Islam, dikutip ia menandaskan:

“Saat kebudayaan tanah air menjadi pilar utama
pertahanan dari sudut kehidupan masyarakat, maka
sesungguhnya ia akan menjadi target pertama. Seandainya musuh bermaksud menyerang benteng yang paling kokoh, maka hal pertama yang dipikirkannya adalah mencapai pilar dari fondasi benteng itu agar dapat merobohkan dinding-dindingnya.”

Dan, “Janganlah dengarkan perkataan musuh-musuh, tapi dengarkan firman Allah Swt”:

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.”(al-Bagarah: 120).

Akan tetapi, dalam perspektif filsafat budaya Persia, sebagaimana ditelusuri Muhammad Iqbal dalam The Development of Metaphysics in Persia(1908), tradisi Persia selalu menaruh perhatian pada spekulasi metafisik dan keterhubungan antara filsafat dengan agama.

Iqbal menunjukkan bagaimana dari Zoroaster hingga Baháʼí, Persia membentuk kerangka pemikiran metafisik yang luas dan berpengaruh.

Iman Ali Khamenei, sebagai pewaris tradisi itu, menempatkan perang kebudayaan bukan hanya sebagai isu politik, tetapi sebagai pertarungan metafisik antara nilai ilahi dan dominasi materialisme global.

Syahid abad-21 dalam perang kebudayaan berarti mati bukan sekadar sebagai korban politik, melainkan sebagai saksi atas kebenaran iman dalam pusaran sejarah.

Khamenei, dengan segala kontroversi dan pengaruhnya, menjadi simbol bagaimana kepemimpinan spiritual berhadapan dengan kekuatan global.

Ia wafat sebagai syahid yang terus hidup dalam teks Qurani, dalam biografi yang ditulis Ameli, dan dalam pidato-pidatonya yang menegaskan bahwa perang kebudayaan adalah medan jihad umat Islam di era modern.

coversongs:

Lagu “Iran Revolution 2026 – Sogand” dirilis oleh Azad-Music-Iran pada 18 Januari 2026 melalui label independen Records DK dan distribusi DistroKid.

Maknanya dapat dibaca sebagai ekspresi musikal atas gelombang protes dan pergolakan sosial-politik di Iran.

Kata Sogand sendiri berarti “sumpah” dalam bahasa Persia, sehingga lagu ini membawa nuansa janji atau ikrar yang kuat.

Dalam konteks revolusi, sumpah itu bisa dimaknai sebagai komitmen rakyat untuk melawan penindasan, mempertahankan identitas, dan menegaskan solidaritas.

credit foto Ayatullah Imam Ali Khamenei di berbagai platform media, diubah dalam bentuk sketsa oleh AI.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 175x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 159x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 146x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 128x dibaca (7 hari)
Pergeseran Pusat Gravitasi Dunia: Membaca Konflik Iran–Israel dan Implikasinya bagi Strategi Geopolitik Indonesia serta Masa Depan Aceh
Pergeseran Pusat Gravitasi Dunia: Membaca Konflik Iran–Israel dan Implikasinya bagi Strategi Geopolitik Indonesia serta Masa Depan Aceh
17 Mar 2026 • 123x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Halal bi Halal: Saat Seluruh Negeri “Menghalalkan” Satu Sama Lain
Artikel

Halal bi Halal: Saat Seluruh Negeri “Menghalalkan” Satu Sama Lain

Maret 23, 2026
Israel Merengek ke PBB, Iran Tak Peduli
Iran

Israel Merengek ke PBB, Iran Tak Peduli

Maret 23, 2026
Di Antara Takbir dan Keranda
Puisi Essay

Di Antara Takbir dan Keranda

Maret 23, 2026
Budaya

Tentang Malas, Kerja, dan Indonesia Terhormat.

Maret 23, 2026
Next Post

Tadarus - Ali ‘Imran ayat 134

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Tulisan
  • Login

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com