POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Islam

Tadarus – Ali ‘Imran ayat 134

Redaksi by Redaksi
Maret 2, 2026
in Islam
0
Tadarus – Ali ‘Imran ayat 134 - 1001315447_11zon | Islam | Potret Online

Jauh sebelum manusia mengenal algoritma dan budaya viral, Al-Qur’an telah lebih dahulu berbicara tentang bagaimana manusia seharusnya mengelola amarahnya.

Episode podcast kali ini mengajak kita memasuki Ali ‘Imran ayat 134 — sebuah ayat yang lahir bukan dalam ketenangan, melainkan di tengah luka sejarah setelah Perang Uhud. Saat itu umat Islam mengalami kehilangan, kekecewaan, dan rasa marah yang sangat manusiawi. Tetapi wahyu tidak mengarahkan manusia pada balas dendam. Sebaliknya, ia menghadirkan standar akhlak yang melampaui naluri: menahan amarah, memaafkan manusia, dan berbuat ihsan.

Ayat ini mengingatkan bahwa marah bukanlah kesalahan, karena ia bagian dari kemanusiaan. Yang menjadi ukuran kedewasaan iman adalah apa yang kita lakukan setelah emosi itu hadir.

Baca Juga
  • Tadarus – Ali ‘Imran ayat 134 - 4bc1540b 9d37 42a6 8d51 e5eccac04390 | Islam | Potret Online
    Artikel
    Zaid bin Tsabit, Sang Arsitek Keabadian Alquran
    24 Feb 2026
  • Tadarus – Ali ‘Imran ayat 134 - IMG_3386 | Islam | Potret Online
    Islam
    Orang-Orang yang Dibolehkan Tidak Berpuasa pada Bulan Ramadan
    01 Mar 2025

Menahan amarah adalah kemenangan kesadaran atas dorongan sesaat. Memaafkan adalah keberanian untuk tidak membiarkan luka menentukan masa depan. Dan ihsan adalah puncak perjalanan batin — ketika seseorang tetap memilih menjadi sumber kebaikan, bahkan saat tidak diwajibkan.

Di zaman digital hari ini, medan ujian ayat ini terasa semakin nyata. Ruang komentar sering dipenuhi reaksi tanpa jeda, prasangka tanpa verifikasi, dan penilaian tanpa empati. Ali ‘Imran 134 hadir sebagai pengingat sunyi bahwa kekuatan sejati bukan pada suara paling keras, tetapi pada hati yang paling mampu mengendalikan dirinya.

Baca Juga
  • 01
    Idul Adha
    Sucikan Hati Dan Jiwa Dengan Berkurban
    21 Jul 2021
  • 02
    Agama
    Ya Muhammad, Ya Adam, Ya Adam, Ya Muhammad
    08 Nov 2016

Melalui episode ini, kita tidak hanya membaca ayat, tetapi mencoba merasakannya sebagai peta perjalanan jiwa: dari emosi menuju kesadaran, dari luka menuju pemaafan, dan dari sekadar kebaikan menuju ihsan. Sebuah ajakan untuk melambat di tengah kebisingan dunia, agar iman tidak hanya terdengar dalam kata-kata, tetapi terasa dalam cara kita memperlakukan sesama manusia.

Selamat mendengarkan. Semoga refleksi ini menjadi ruang hening di tengah riuh kehidupan, dan jika terdapat kekeliruan dalam penyampaian, kami memohon maaf dengan segala kerendahan hati.

Baca Juga
  • Tadarus – Ali ‘Imran ayat 134 - 00F65FB3 9F7A 4A98 8912 013A4EE35348 | Islam | Potret Online
    Aceh
    Masyarakat Desa Kulam Syamtalira Aron Kurban Empat Ekor Lembu
    12 Jul 2022
  • Tadarus – Ali ‘Imran ayat 134 - 1001353319_11zon | Islam | Potret Online
    Perempuan
    Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua
    21 Apr 2026

Tags: IslamPodcast
Previous Post

Sang Syahid Abad 21 Tentang Perang Kebudayaan

Next Post

Bedah Buku – Kitab Kebijaksanaan Orang-Orang Gila (Uqalā’ al-Majānīn)

Next Post
Tadarus – Ali ‘Imran ayat 134 - 1001312936_11zon | Islam | Potret Online

Bedah Buku - Kitab Kebijaksanaan Orang-Orang Gila (Uqalā’ al-Majānīn)

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah