HABA Mangat

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

Februari 22, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Februari 17, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    870 shares
    Share 348 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

Februari 22, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Februari 17, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    870 shares
    Share 348 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Tentang Dayung yang Tak Berhenti

Redaksi by Redaksi
Februari 25, 2026
in Artikel, Esai
Reading Time: 3 mins read
0
Tentang Dayung yang Tak Berhenti
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Lidya Arista,
Wakil Ketua Banat Angkatan Fulkunnajihin KMM, Mesir.

Di balik riuhnya hiruk-pikuk agenda yang berbeda-beda, terdapat sebuah ruang tamu kecil di rumah Rio. Ruangan itu menjadi saksi bisu perjuangan kabinet angkatan Fulkunnajihin. Karena saking seringnya dijadikan markas rapat, mereka menjulukinya Sekretariat Fulkunnajihin.

Baca Juga

Israel Merengek ke PBB, Iran Tak Peduli

Israel Merengek ke PBB, Iran Tak Peduli

Maret 23, 2026

Tentang Malas, Kerja, dan Indonesia Terhormat.

Maret 23, 2026

Pidato Manifesto: Indonesia Terhormat

Maret 22, 2026

Siang itu, udara terasa lebih berat dari biasanya. Agenda besar angkatan sudah di depan mata, namun keluhan demi keluhan dari anggota mulai bermunculan, menguji kesabaran para pengurus. Rio, sang ketua, tampak memijat pangkal hidungnya. Ia dikenal sebagai sosok yang setenang telaga, namun kali ini sorot matanya tak mampu menyembunyikan kelelahan yang hebat.

Di sampingnya, Sholeh, rekan seperjuangannya, mencoba memecah kekakuan. “Tenang, Yo. Kapal Fulkunnajihin tidak akan karam hanya karena ombak sekecil ini,” cetus Sholeh sambil menepuk bahu Rio, berusaha menyuntikan semangat. Namun, Lidia, wakil ketua banat, tidak sependapat. “Sholeh, kita butuh solusi nyata! Bukan sekadar untaian kata puitis,” serunya sambil menunjuk tumpukan berkas. “Tenggat waktu semakin dekat, sedangkan keluhan warga Fulkunnajihin semakin banyak!”

Cindy; sang Ketua banat , yang biasanya menjadi penengah, segera masuk ke dalam percakapan. Suaranya lembut, mencoba meredam api yang mulai menyulut antara Rio, Sholeh, dan Lidia. “Teman-teman, bagaimana kalau kita selesaikan satu per satu? Masalah keluhan ini, kita berikan tanbih (peringatan/penjelasan) terlebih dahulu. Katakan bahwa acara akan tetap berjalan, tapi mohon bersabar karena kita sedang mengusahakan dananya.”

Di sudut lain, di tengah pusingnya memikirkan anggaran yang tak kunjung turun, ada Falih dan Dwi. Sebagai Sekretaris Umum, jemari mereka seolah tak lepas dari perangkat kerja. Falih adalah tipe yang sangat tangkas dengan urusan dokumen digital, sementara Dwi sangat teliti pada detail, meski terkadang ia mudah panik jika ada sesuatu yang terlewat.

“Falih, ini draf dari Divisi Humas kenapa belum masuk?” lapor Dwi dengan wajah cemas. “Aman, Dwi. Tinggal aku salin sebentar lagi. Kamu fokus saja ke draf PSDM, biar sisanya aku yang rapikan dan amankan,” jawab Falih tenang, jemarinya terus menari lincah di atas papan ketik.

Sementara itu, urusan paling krusial berada di tangan Razif dan Maysun. Sebagai bendahara, mereka adalah penjaga napas bagi seluruh kegiatan ini. “Zif, bagaimana jika dana yang kita ajukan ke Bang Anca segini? Kira-kira aman tidak?” bisik Maysun cemas sambil menunjukkan layar laptopnya. Razif menghela napas panjang, matanya menatap angka-angka yang rumit. “Aku akan coba hubungi bendahara KMM. Kita tidak bisa terus-menerus memotong anggaran konsumsi. Kasihan teman-teman nanti jika harus bekerja dengan perut kosong.”

Perjuangan itu mencapai puncaknya di minggu kedua. Falih dan Dwi begadang demi menyempurnakan proposal untuk diajukan kepada Gubernur KMM, Bang Anca. Di saat yang sama, Razif dan Maysun berhasil mengunci angka final yang akan diajukan. Tiga hari menjelang hari-H, kedelapan Badan Pengurus Harian (BPH) itu pergi menuju Tagamu’ Awal untuk menemui Bang Anca di sekretariat KMM.

Setelah perbincangan panjang dan penjelasan mendalam mengenai urgensi acara, Bang Anca akhirnya mengangguk.”Insyaallah, dana akan turun malam ini,” ujar Bang Anca mantap. Kalimat itu bagaikan oase di padang pasir. Dengan perasaan lega yang membuncah, mereka segera mengabari seluruh divisi bahwa acara resmi mendapat lampu hijau.

Malam itu, seluruh BPH kembali ke rumah masing-masing dengan pundak yang terasa lebih ringan, meski persiapan teknis masih menanti di depan mata. Hari yang dinanti pun tiba. Setelah pusingnya mencari prasarana dan peliknya birokrasi, acara dimulai dengan kemeriahan yang luar biasa.

Di puncak acara, Rio dan Sholeh berdiri di belakang panggung, menyaksikan puluhan anggota Fulkunnajihin bersorak gembira, merayakan kebersamaan mereka. “Kita berhasil, Yo,” ujar Sholeh singkat, matanya berkaca-kaca. Rio tersenyum lebar. Ia melihat Cindy dan Lidia tertawa lega. Ia melihat Falih dan Dwi tersenyum tenang—wajah-wajah lelah yang kini berganti dengan kepuasan karena perjuangan mereka tidak sia-sia. Di sudut lain, ia melihat Razif dan Maysun akhirnya bisa menyantap hidangan konsumsi dengan tenang tanpa harus memikirkan Dana.

“Bukan kita, Leh,” koreksi Rio lembut. “Tapi kapal ini. Fulkunnajihin berhasil berlayar karena setiap orang di dalamnya tidak pernah berhenti mendayung.”

ADVERTISEMENT

Malam itu, di bawah langit yang cerah, mereka menyadari satu hal: BPH bukan sekadar jabatan di atas kertas. Ia adalah tentang delapan jiwa yang belajar menurunkan ego demi membawa satu kapal besar mencapai dermaga keberhasilan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 171x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 158x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 143x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 124x dibaca (7 hari)
Pergeseran Pusat Gravitasi Dunia: Membaca Konflik Iran–Israel dan Implikasinya bagi Strategi Geopolitik Indonesia serta Masa Depan Aceh
Pergeseran Pusat Gravitasi Dunia: Membaca Konflik Iran–Israel dan Implikasinya bagi Strategi Geopolitik Indonesia serta Masa Depan Aceh
17 Mar 2026 • 121x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Israel Merengek ke PBB, Iran Tak Peduli
Iran

Israel Merengek ke PBB, Iran Tak Peduli

Maret 23, 2026
Di Antara Takbir dan Keranda
Puisi Essay

Di Antara Takbir dan Keranda

Maret 23, 2026
Budaya

Tentang Malas, Kerja, dan Indonesia Terhormat.

Maret 23, 2026
Siapa Buat Laporan ke Prabowo, Pengungsi Tak Ada Lagi di Tenda?
Kebencanaan

Siapa Buat Laporan ke Prabowo, Pengungsi Tak Ada Lagi di Tenda?

Maret 22, 2026
Next Post

Generasi Joget: Hilang Eksistensi Manusia di Era Digital? Antara Ekspresi, Identitas, dan Tantangan Zaman. 

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Tulisan
  • Login

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com