HABA Mangat

Lomba Menulis Agustus 2025

Juli 31, 2025
Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Maret 22, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Lomba Menulis Agustus 2025

Juli 31, 2025
Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Maret 22, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Resensi Kritis Buku Ibu Bangsa, Cermin Wajah Bangsa

Paulus Laratmase by Paulus Laratmase
Februari 24, 2026
in # Book Opinion, Artikel, Bedah buku, Resensi
Reading Time: 5 mins read
0
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel


Karya Novita Sari Yahya


Oleh: Paulus Laratmase

Baca Juga

Malioboro Yang Rapi, Tapi Hampa

Maret 16, 2026
Sekolah Korban Bencana Ekologis

Sekolah Korban Bencana Ekologis

Maret 16, 2026
Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Maret 16, 2026

Identitas Buku

  • Judul: Ibu Bangsa, Cermin Wajah Bangsa
  • Penulis: Novita Sari Yahya
  • Penerbit: Yayasan Putra Adi Dharma
  • Cetakan: Pertama, Desember 2025
  • QRCBN: 62-2040-5716-677
  • IKAPI: No. 498/JBA/2024

Pendahuluan

Di tengah dinamika kebangsaan Indonesia yang bergerak antara harapan dan kerapuhan, wacana tentang moralitas publik kembali menemukan relevansinya. Politik identitas, krisis kepercayaan terhadap institusi, polarisasi digital, hingga melemahnya solidaritas sosial menunjukkan bahwa persoalan bangsa tidak semata terletak pada tata kelola struktural, melainkan juga pada fondasi etika kolektif.

Dalam konteks inilah buku Ibu Bangsa, Cermin Wajah Bangsa hadir sebagai intervensi moral yang penting. Buku ini bukan karya teori politik atau analisis ekonomi-politik yang kompleks, melainkan kumpulan esai reflektif yang menjadikan figur “ibu” sebagai metafora kebangsaan.


Ibu Bangsa dan Retorika Moral

Buku ini hadir dengan nada lirih, reflektif, dan penuh empati. Ia bukan sekadar kumpulan esai moral, melainkan proyek simbolik yang memosisikan “ibu” sebagai cermin kebangsaan.

Esai-esai pendek yang sebagian pernah terbit di media massa membahas tema beragam: nasionalisme, literasi, profesi dokter, pageant kecantikan, humor politik, jaminan sosial, hingga refleksi kemanusiaan. Benang merahnya: bangsa dibaca melalui etika domestik, dengan rumah tangga sebagai miniatur negara dan ibu sebagai metafora konstitusi moral.

ADVERTISEMENT

Bangsa sebagai Imajinasi Moral

Novita menempatkan perempuan, khususnya “ibu”, sebagai fondasi pembentukan karakter bangsa. “Ibu bangsa” menjadi simbol imajinasi kolektif tentang moralitas nasional. Namun, fokus pada karakter berisiko mengabaikan struktur kekuasaan. Korupsi, kemiskinan, dan ketimpangan cenderung dipandang sebagai persoalan etika individual, bukan sistemik.


Dokter Revolusioner dan Tanggung Jawab Intelektual

Salah satu esai tajam membahas gagasan “dokter revolusioner” yang tidak hanya menjalankan profesi, tetapi juga terlibat dalam perubahan sosial-politik. Novita menekankan bahwa profesionalisme harus disertai keberanian moral. Namun kritiknya masih normatif, belum mengurai bagaimana regulasi dan relasi negara-pasar membatasi ruang gerak profesi medis.


Pageant dan Tubuh Perempuan

Dalam esai tentang kontes kecantikan global, Novita mempertanyakan apakah partisipasi perempuan Indonesia benar-benar memberdayakan atau justru memperkuat standar kecantikan seragam. Kritik feminis terhadap objektifikasi tubuh perempuan hadir, tetapi analisis berhenti pada tataran moral, belum menyentuh struktur kapitalisme media.


Humor dan Demokrasi

Humor politik dipandang sebagai indikator bahwa kekuasaan tidak absolut. Tawa menjadi bentuk kritik halus namun efektif. Buku ini mengingatkan pada demokrasi yang cair dan inklusif, meski kurang membahas tantangan ruang publik digital yang kini dipenuhi disinformasi dan polarisasi.


Jaminan Sosial dan Negara Kesejahteraan

Novita menekankan solidaritas dan keikhlasan sebagai fondasi jaminan sosial. Negara dipahami sebagai entitas moral, bukan arena konflik kepentingan. Namun, perdebatan teknis mengenai kebijakan dan birokrasi tidak diuraikan secara rinci.


Retorika Ibu dan Risiko Esensialisme

Metafora “ibu bangsa” kuat secara simbolik, tetapi berisiko esensialis. Feminisme kontemporer mengkritik penyempitan identitas perempuan pada fungsi domestik. Dengan menjadikan ibu sebagai pusat moralitas nasional, ada potensi marginalisasi identitas perempuan lain.


Bahasa yang Jernih, Analisis yang Terbatas

Buku ini unggul dalam kejernihan bahasa yang komunikatif dan mudah diakses. Namun, kedalaman analisis kadang terkorbankan demi popularitas. Banyak esai berakhir pada seruan moral tanpa strategi perubahan yang konkret.


Empati sebagai Politik

Keberanian buku ini adalah mengusung politik empati. Di tengah polarisasi digital, empati menjadi bentuk resistensi. Posisi ini kuat secara etis, meski belum memadai secara struktural.


Kesimpulan

Ibu Bangsa, Cermin Wajah Bangsa adalah refleksi moral kebangsaan yang penting. Ia lebih kuat sebagai manifesto etika daripada analisis struktural. Buku ini layak dibaca, bukan untuk diterima tanpa kritik, melainkan untuk diajak berdialog.

Bangsa tanpa empati hanyalah slogan kosong.

Biak, Papua, 20 Februari 2026
(Paulus Laratmase, Direktur Eksekutif LSM Santa Lusia, Akademisi, Pimpinan Media Online Suara Anak Negeri News.com dan Negerinews.com)


Daftar Pustaka

  • Anderson, Benedict. Imagined Communities: Reflections on the Origin and Spread of Nationalism. London: Verso, 1983.
  • Beauvoir, Simone de. The Second Sex. New York: Vintage Books, 1949.
  • Butler, Judith. Gender Trouble. New York: Routledge, 1990.
  • Esping-Andersen, Gøsta. The Three Worlds of Welfare Capitalism. Princeton: Princeton University Press, 1990.
  • Gramsci, Antonio. Selections from the Prison Notebooks. New York: International Publishers, 1971.
  • Yahya, Novita Sari. Ibu Bangsa, Cermin Wajah Bangsa. Yogyakarta: Yayasan Putra Adi Dharma, 2025.

Apakah Anda ingin saya juga membuat versi ringkas (1–2 halaman) agar lebih mudah dipublikasikan di media atau jurnal?

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 278x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 209x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 176x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 143x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235
Paulus Laratmase

Paulus Laratmase

Pimpinan Umum Suara Anak Negerinews.com, Direktur Eksekutif LSM Santa Lusia dan Dosen Filsafat di Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Biak, Sekolah Tinggi Agama Kristen OIKUMENE Biak Papua.

Baca Juga

#Ekonomi

Malioboro Yang Rapi, Tapi Hampa

Maret 16, 2026
Sekolah Korban Bencana Ekologis
#Korban Bencana

Sekolah Korban Bencana Ekologis

Maret 16, 2026
Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa
#Perempuan Hebat

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Maret 16, 2026
# Ironi

BENGKEL OPINI RAKyat

Maret 16, 2026
Next Post
Nu’aiman, Pejuang Badar yang Membuat Nabi Tertawa

Nu’aiman, Pejuang Badar yang Membuat Nabi Tertawa

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com