POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Resensi Kritis Buku Ibu Bangsa, Cermin Wajah Bangsa

Paulus LaratmaseOleh Paulus Laratmase
February 24, 2026
🔊

Dengarkan Artikel


Karya Novita Sari Yahya


Oleh: Paulus Laratmase


Identitas Buku

  • Judul: Ibu Bangsa, Cermin Wajah Bangsa
  • Penulis: Novita Sari Yahya
  • Penerbit: Yayasan Putra Adi Dharma
  • Cetakan: Pertama, Desember 2025
  • QRCBN: 62-2040-5716-677
  • IKAPI: No. 498/JBA/2024

Pendahuluan

Di tengah dinamika kebangsaan Indonesia yang bergerak antara harapan dan kerapuhan, wacana tentang moralitas publik kembali menemukan relevansinya. Politik identitas, krisis kepercayaan terhadap institusi, polarisasi digital, hingga melemahnya solidaritas sosial menunjukkan bahwa persoalan bangsa tidak semata terletak pada tata kelola struktural, melainkan juga pada fondasi etika kolektif.

Dalam konteks inilah buku Ibu Bangsa, Cermin Wajah Bangsa hadir sebagai intervensi moral yang penting. Buku ini bukan karya teori politik atau analisis ekonomi-politik yang kompleks, melainkan kumpulan esai reflektif yang menjadikan figur “ibu” sebagai metafora kebangsaan.


Ibu Bangsa dan Retorika Moral

Buku ini hadir dengan nada lirih, reflektif, dan penuh empati. Ia bukan sekadar kumpulan esai moral, melainkan proyek simbolik yang memosisikan “ibu” sebagai cermin kebangsaan.

Esai-esai pendek yang sebagian pernah terbit di media massa membahas tema beragam: nasionalisme, literasi, profesi dokter, pageant kecantikan, humor politik, jaminan sosial, hingga refleksi kemanusiaan. Benang merahnya: bangsa dibaca melalui etika domestik, dengan rumah tangga sebagai miniatur negara dan ibu sebagai metafora konstitusi moral.


Bangsa sebagai Imajinasi Moral

Novita menempatkan perempuan, khususnya “ibu”, sebagai fondasi pembentukan karakter bangsa. “Ibu bangsa” menjadi simbol imajinasi kolektif tentang moralitas nasional. Namun, fokus pada karakter berisiko mengabaikan struktur kekuasaan. Korupsi, kemiskinan, dan ketimpangan cenderung dipandang sebagai persoalan etika individual, bukan sistemik.


Dokter Revolusioner dan Tanggung Jawab Intelektual

Salah satu esai tajam membahas gagasan “dokter revolusioner” yang tidak hanya menjalankan profesi, tetapi juga terlibat dalam perubahan sosial-politik. Novita menekankan bahwa profesionalisme harus disertai keberanian moral. Namun kritiknya masih normatif, belum mengurai bagaimana regulasi dan relasi negara-pasar membatasi ruang gerak profesi medis.


Pageant dan Tubuh Perempuan

📚 Artikel Terkait

Pj. Sekda Sumbar Dukung Suksesnya IMLF Ketiga 2025

Menyalakan Cahaya di Tengah Hutan

Warung Kopi, Masjid, dan Gotong Royong: Jalan Aceh Menuju Kesehatan Umat

AKU BERSAMA MIMPIKU

Dalam esai tentang kontes kecantikan global, Novita mempertanyakan apakah partisipasi perempuan Indonesia benar-benar memberdayakan atau justru memperkuat standar kecantikan seragam. Kritik feminis terhadap objektifikasi tubuh perempuan hadir, tetapi analisis berhenti pada tataran moral, belum menyentuh struktur kapitalisme media.


Humor dan Demokrasi

Humor politik dipandang sebagai indikator bahwa kekuasaan tidak absolut. Tawa menjadi bentuk kritik halus namun efektif. Buku ini mengingatkan pada demokrasi yang cair dan inklusif, meski kurang membahas tantangan ruang publik digital yang kini dipenuhi disinformasi dan polarisasi.


Jaminan Sosial dan Negara Kesejahteraan

Novita menekankan solidaritas dan keikhlasan sebagai fondasi jaminan sosial. Negara dipahami sebagai entitas moral, bukan arena konflik kepentingan. Namun, perdebatan teknis mengenai kebijakan dan birokrasi tidak diuraikan secara rinci.


Retorika Ibu dan Risiko Esensialisme

Metafora “ibu bangsa” kuat secara simbolik, tetapi berisiko esensialis. Feminisme kontemporer mengkritik penyempitan identitas perempuan pada fungsi domestik. Dengan menjadikan ibu sebagai pusat moralitas nasional, ada potensi marginalisasi identitas perempuan lain.


Bahasa yang Jernih, Analisis yang Terbatas

Buku ini unggul dalam kejernihan bahasa yang komunikatif dan mudah diakses. Namun, kedalaman analisis kadang terkorbankan demi popularitas. Banyak esai berakhir pada seruan moral tanpa strategi perubahan yang konkret.


Empati sebagai Politik

Keberanian buku ini adalah mengusung politik empati. Di tengah polarisasi digital, empati menjadi bentuk resistensi. Posisi ini kuat secara etis, meski belum memadai secara struktural.


Kesimpulan

Ibu Bangsa, Cermin Wajah Bangsa adalah refleksi moral kebangsaan yang penting. Ia lebih kuat sebagai manifesto etika daripada analisis struktural. Buku ini layak dibaca, bukan untuk diterima tanpa kritik, melainkan untuk diajak berdialog.

Bangsa tanpa empati hanyalah slogan kosong.

Biak, Papua, 20 Februari 2026
(Paulus Laratmase, Direktur Eksekutif LSM Santa Lusia, Akademisi, Pimpinan Media Online Suara Anak Negeri News.com dan Negerinews.com)


Daftar Pustaka

  • Anderson, Benedict. Imagined Communities: Reflections on the Origin and Spread of Nationalism. London: Verso, 1983.
  • Beauvoir, Simone de. The Second Sex. New York: Vintage Books, 1949.
  • Butler, Judith. Gender Trouble. New York: Routledge, 1990.
  • Esping-Andersen, Gøsta. The Three Worlds of Welfare Capitalism. Princeton: Princeton University Press, 1990.
  • Gramsci, Antonio. Selections from the Prison Notebooks. New York: International Publishers, 1971.
  • Yahya, Novita Sari. Ibu Bangsa, Cermin Wajah Bangsa. Yogyakarta: Yayasan Putra Adi Dharma, 2025.

Apakah Anda ingin saya juga membuat versi ringkas (1–2 halaman) agar lebih mudah dipublikasikan di media atau jurnal?

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 80x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 78x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 74x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 70x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Paulus Laratmase

Paulus Laratmase

Pimpinan Umum Suara Anak Negerinews.com, Direktur Eksekutif LSM Santa Lusia dan Dosen Filsafat di Politeknik Kesehatan Kemenkes Jayapura, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Biak, Sekolah Tinggi Agama Kristen OIKUMENE Biak Papua.

Please login to join discussion
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026
#Pendidikan

Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026
POTRET Budaya

Perjalanan Suci Sang Mentari

Oleh Tabrani YunisFebruary 20, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    169 shares
    Share 68 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    162 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
128
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
206
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
94
Postingan Selanjutnya
Nu’aiman, Pejuang Badar yang Membuat Nabi Tertawa

Nu’aiman, Pejuang Badar yang Membuat Nabi Tertawa

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00