HABA Mangat

Lomba Menulis Agustus 2025

Juli 31, 2025

Responden Terpilih

Maret 14, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Lomba Menulis Agustus 2025

Juli 31, 2025

Responden Terpilih

Maret 14, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Puasa dan Kekuasaan Moral: Ramadan dan Islam Peradaban yang Menantang Dominasi Global Modern

Dayan Abdurrahman by Dayan Abdurrahman
Februari 23, 2026
in Analisis, Artikel, dunia, Globallisasi
Reading Time: 4 mins read
0
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Ramadan #6

Oleh Dayan Abdurrahman

Baca Juga

Malioboro Yang Rapi, Tapi Hampa

Maret 16, 2026
Sekolah Korban Bencana Ekologis

Sekolah Korban Bencana Ekologis

Maret 16, 2026
Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Maret 16, 2026

Krisis Peradaban dan Defisit Legitimasi Moral

Abad ke-21 tidak hanya ditandai oleh percepatan teknologi, tetapi juga oleh kegelisahan peradaban. Ketimpangan ekonomi global semakin melebar. Laporan World Inequality Lab tahun 2022 menunjukkan bahwa 10 persen populasi terkaya dunia menguasai lebih dari separuh pendapatan global, sementara 50 persen terbawah hanya menikmati kurang dari 10 persen. Ini bukan sekadar ketimpangan statistik, tetapi ketimpangan struktur.

Pada saat yang sama, survei Edelman Trust Barometer 2023 memperlihatkan menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah, media, dan korporasi besar. Dunia modern mengalami defisit legitimasi moral. Sistem berjalan, tetapi kepercayaan menipis.

Di tengah lanskap ini, Islam sering dibaca sebagai simbol ritual. Padahal, secara konseptual, Islam adalah tawaran arsitektur nilai. Ketika ia hanya menjadi identitas spiritual, ia diterima. Ketika ia berbicara tentang sistem, ia mulai mengusik.

Tauhid sebagai Kritik terhadap Fragmentasi Modern

Modernitas membagi kehidupan ke dalam sekat-sekat: ekonomi tanpa etika, politik tanpa moral, agama tanpa tata kelola. Tauhid, sebagai inti ajaran Islam, justru menegaskan integrasi. Tidak ada pemisahan absolut antara nilai spiritual dan tanggung jawab sosial.

Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 183) menyatakan bahwa tujuan puasa adalah takwa. Takwa bukan sekadar kesalehan privat, melainkan kesadaran etis yang membatasi penyalahgunaan kekuasaan. Filsuf seperti Jürgen Habermas menyebut masyarakat modern sebagai masyarakat post-sekuler—agama tetap memiliki relevansi publik. Namun agama sering kali hanya diberi ruang simbolik, bukan ruang sistemik.

Larangan riba dalam Islam, misalnya, bukan hanya norma spiritual, tetapi kritik terhadap sistem finansial berbasis utang berlebihan dan spekulasi ekstrem. Ketika nilai ini dibaca sebagai alternatif struktural, di situlah ketegangan dengan arsitektur ekonomi global muncul.

Sejarah Kota-Kota Peradaban dan Pelajaran dari Aceh Darussalam

Sejarah Islam membuktikan bahwa integrasi iman dan rasionalitas pernah melahirkan peradaban unggul. Baghdad menjadi pusat ilmu dunia pada abad ke-9. Cordoba berdiri sebagai simbol kosmopolitanisme dan kecanggihan intelektual.

Di Nusantara, Aceh pernah menjadi pusat kekuasaan, diplomasi, dan pendidikan Islam yang berpengaruh pada abad ke-16 dan ke-17. Kesultanan Aceh tidak hanya religius, tetapi juga strategis secara geopolitik. Dari wilayah ini lahir tokoh-tokoh besar seperti Hamzah Fansuri, Syamsuddin as-Sumatrani, Nuruddin ar-Raniri, dan Abdurrauf as-Singkili. Perdebatan intelektual mereka, termasuk polemik tentang wahdatul wujud, menunjukkan bahwa Aceh adalah laboratorium pemikiran, bukan sekadar wilayah simbolik.

Aceh pernah memperlihatkan bahwa ilmu, spiritualitas, dan kekuasaan dapat berjalan beriringan. Sejarah itu bukan nostalgia, melainkan cermin kemungkinan.

Paradoks Modern: Nilai Islam dan Implementasi Global

Ironi sejarah terlihat ketika beberapa kota non-Muslim seperti Singapore dan Zurich berhasil menerapkan tata kelola transparan dan efisien—nilai yang selaras dengan prinsip keadilan dan amanah dalam Islam. Data Transparency International tahun 2023 menunjukkan bahwa integritas kelembagaan menjadi faktor utama stabilitas negara.

Masalahnya bukan pada ajaran Islam, tetapi pada kegagalan institusionalisasi nilai di banyak masyarakat Muslim. Dunia tidak menolak etika Islam; dunia mempertanyakan konsistensi penerapannya.

Ramadan sebagai Laboratorium Moral Terbesar

ADVERTISEMENT

Menurut Pew Research Center tahun 2023, populasi Muslim global mencapai sekitar 1,9 miliar jiwa. Ramadan adalah disiplin kolektif terbesar di dunia. Selama satu bulan, umat Islam menahan diri secara serentak. Ini adalah pelatihan pengendalian diri berskala global.

Namun disiplin individual belum sepenuhnya bertransformasi menjadi disiplin kelembagaan. Puasa menyentuh hati, tetapi belum sepenuhnya berpindah ke minda—ke desain kebijakan dan struktur sosial. Dari hati ke hati, pesan Ramadan terasa kuat. Tetapi dari pikiran ke sistem, transformasinya sering terhenti.

Seperti ketika saya mengaduk kuah belanga di dapur menjelang berbuka puasa, refleksi itu hadir bukan di ruang seminar, melainkan di ruang sederhana. Masakan Aceh memerlukan keseimbangan rempah. Jika takaran meleset, rasa menjadi timpang. Demikian pula peradaban: spiritualitas tanpa struktur melahirkan romantisme; struktur tanpa moral melahirkan kekeringan.

Menuju Arsitektur Peradaban Abad ke-21

Islam abad ke-21 memerlukan rekonstruksi epistemik dan institusional. Nilai tauhid harus diterjemahkan menjadi integritas tata kelola. Takwa harus diwujudkan dalam akuntabilitas publik. Maqasid syariah harus menjadi kerangka kebijakan sosial.

Peradaban tidak bertahan karena kekuatan militer semata, tetapi karena legitimasi moralnya. Sejarah Baghdad, Cordoba, dan Aceh menunjukkan bahwa kejayaan lahir ketika iman, ilmu, dan kekuasaan menyatu.

Jika Ramadan mampu menjadi laboratorium pembentukan kepemimpinan moral, maka Islam tidak perlu tampil sebagai oposisi konfrontatif terhadap dominasi global modern. Ia akan hadir sebagai tawaran yang relevan—arsitektur etika bagi dunia yang sedang mencari keseimbangan.

Dan mungkin perubahan besar memang lahir dari ruang kecil. Dari dapur sederhana, dari kuah belanga yang mendidih, dari refleksi yang bergerak dari hati ke hati, lalu memindahkan pikiran ke minda—menuju sistem, menuju peradaban.

POTRET Gallery Banda Aceh

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 278x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 209x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 176x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 143x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare236
Dayan Abdurrahman

Dayan Abdurrahman

Bio narasi Saya adalah lulusan pendidikan Bahasa Inggris dengan pengalaman sebagai pendidik, penulis akademik, dan pengembang konten literasi. Saya menyelesaikan studi magister di salah satu universitas ternama di Australia, dan aktif menulis di bidang filsafat pendidikan Islam, pengembangan SDM, serta studi sosial. Saya juga terlibat dalam riset dan penulisan terkait Skill Development Framework dari Australia. Berpengalaman sebagai dosen dan pelatih pendidik, saya memiliki keahlian dalam penulisan ilmiah, editing, serta pendampingan riset. Saat ini, saya terus mengembangkan karya dan membangun jejaring profesional lintas bidang, generasi, serta komunitas akademik global.

Baca Juga

#Ekonomi

Malioboro Yang Rapi, Tapi Hampa

Maret 16, 2026
Sekolah Korban Bencana Ekologis
#Korban Bencana

Sekolah Korban Bencana Ekologis

Maret 16, 2026
Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa
#Perempuan Hebat

Perempuan Indonesia Zamrud Khatulistiwa

Maret 16, 2026
# Ironi

BENGKEL OPINI RAKyat

Maret 16, 2026
Next Post
Perjuangan Ayahku Di Tengah Banjir Bandang

Perjuangan Ayahku Di Tengah Banjir Bandang

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com