POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Apresiasi Sastra

Di Balik Romantisme Hujan: Diskusi Kajian Semiotika dan Feminis Cerpen Fileski di Madiun

Redaksi by Redaksi
Februari 15, 2026
in Apresiasi Sastra
0
Di Balik Romantisme Hujan: Diskusi Kajian Semiotika dan Feminis Cerpen Fileski di Madiun - 94d85516 2db9 4242 940f b6f6d093add6 | Apresiasi Sastra | Potret Online

Oleh Shalihah Ramadhanita

Kajian semiotika dan feminis terhadap cerpen “Perempuan yang Datang ketika Hujan” karya Fileski dipaparkan oleh Shalihah Ramadhanita dalam forum diskusi sastra–seni rupa yang diselenggarakan RuSa TerBang Project pada 14 Februari 2026 di I-Club Madiun.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya komunitas untuk menghidupkan kembali ruang dialog intelektual seni dan sastra, sekaligus mempertemukan seniman, akademisi, komunitas budaya, dan masyarakat umum dalam diskusi terbuka.

Di Balik Romantisme Hujan: Diskusi Kajian Semiotika dan Feminis Cerpen Fileski di Madiun - 2025 06 13 18 28 38 | Apresiasi Sastra | Potret Online
Baca Juga
Apresiasi Sastra
Pujangga Lama dan Pujangga Baru Punah, Karena Tidak Mendapat Tempat Dalam Negara Sistem Republik
17 Jun 2025

Acara berlangsung dalam format bedah karya dan forum dialog interaktif. Peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan analisis, tetapi juga terlibat dalam sesi tanya jawab, pertukaran gagasan, serta refleksi bersama tentang makna karya sastra dan relevansinya dengan realitas sosial. Diskusi ini juga menjadi ruang perjumpaan antara komunitas seni dan pemangku kepentingan kebudayaan lokal dalam membangun ekosistem kebudayaan yang lebih dinamis.

Dalam pemaparannya, Shalihah menyoroti representasi perempuan dalam cerpen melalui pendekatan semiotika dan kritik sastra feminis. Menggunakan teori semiotika Roland Barthes,

Di Balik Romantisme Hujan: Diskusi Kajian Semiotika dan Feminis Cerpen Fileski di Madiun - 2025 05 19 09 54 04 | Apresiasi Sastra | Potret Online
Baca Juga
# Bedah Puisi
Fenomena Polisemi dalam Gerimis Pagi ini
19 Mei 2025

ia menjelaskan bahwa hujan tidak hanya berfungsi sebagai peristiwa alam, tetapi menjadi simbol kesedihan, kerinduan, dan kenangan, sekaligus membangun mitos tentang cinta pertama yang abadi. Tokoh Jasmin diposisikan sebagai simbol perempuan ideal yang dibentuk melalui ingatan tokoh laki-laki, bukan sebagai individu yang memiliki suara sendiri.

Analisis juga menunjukkan adanya oposisi representasi perempuan: figur perempuan dalam kenangan digambarkan suci dan ideal, sementara perempuan yang hadir melalui aplikasi kencan dilekati citra tubuh dan seksualitas. Menurut Shalihah, konstruksi tersebut mencerminkan makna budaya yang dibentuk oleh ruang sosial dan prasangka masyarakat, bukan sifat alamiah perempuan.

Di Balik Romantisme Hujan: Diskusi Kajian Semiotika dan Feminis Cerpen Fileski di Madiun - 2025 06 28 08 29 54 | Apresiasi Sastra | Potret Online
Baca Juga
Apresiasi Sastra
Tiga Puisi Karya Sulaiman Juned Direkomendasikan Jadi Materi Cipta Lagu FLS3N 2025
28 Jun 2025

Dari perspektif kritik feminis, kajian ini merujuk konsep male gaze dari Laura Mulvey yang menjelaskan bagaimana perempuan direpresentasikan sebagai objek pandangan laki-laki.

Dalam cerpen, tokoh perempuan dinilai terutama melalui sudut pandang tokoh “aku”sehingga berfungsi sebagai cermin emosi dan pengalaman batin tokoh laki-laki. Pandangan ini sejalan dengan gagasan Simone de Beauvoir tentang perempuan sebagai the Other dalam struktur patriarkal.

Kajian tersebut juga menyoroti adanya standar moral ganda terhadap perempuan, yang dipuji ketika diasosiasikan dengan kesucian namun dipandang negatif ketika berada dalam ruang sosial yang dilekati makna seksual. Dalam kesimpulannya, Shalihah menegaskan bahwa cerpen ini membuka refleksi kritis tentang bagaimana identitas perempuan dibentuk oleh cara pandang patriarkal.

Perempuan dalam cerita diposisikan sebagai objek emosi dan hasrat, bukan sebagai subjek yang utuh, sehingga pembaca diajak mempertanyakan konstruksi sosial yang membatasi identitas perempuan.Shalihah Ramadhanita (1998) adalah seniman, peneliti, dan pengkaji seni yang berfokus pada kajian seni rupa, kuratorial, dan kritik budaya. Ia menyelesaikan studi magister pengkajian seni pertunjukan dan seni rupa di Universitas Gadjah Mada, dengan minat kajian meliputi semiotika, kritik seni, dan perspektif feminis dalam studi visual dan sastra

Next Post
Di Balik Romantisme Hujan: Diskusi Kajian Semiotika dan Feminis Cerpen Fileski di Madiun - IMG_9892 | Apresiasi Sastra | Potret Online

Menghidupkan Cerita Lewat Animasi AI: Kreativitas yang Bertumbuh Bersama Teknologi

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah