• Latest
Derita Guru Agama Dianiaya Kepala Sekolah

Derita Guru Agama Dianiaya Kepala Sekolah

Februari 8, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Derita Guru Agama Dianiaya Kepala Sekolah

Redaksi by Redaksi
Februari 8, 2026
in #Cerpen, #Pendidikan, Bully, Cerpen, Kekerasan
Reading Time: 3 mins read
0
Derita Guru Agama Dianiaya Kepala Sekolah
588
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Ini cerpen pertama saya di Februari 2026. Cerpen berdasarkan kisah nyata (based on true story). Kisah seorang ibu, guru agama mengalami nasib malang, dianiaya oleh kepala sekolahnya sendiri. Simak kisahnya, siapkan tisu dan Koptagulnya, wak!

Pulau Sebatik tidak pernah ribut. Ia pulau perbatasan, tempat angin lebih sering bicara daripada manusia. Pagi di sana lahir dari laut, disusui kabut, lalu diserahkan pada sekolah negeri yang dindingnya penuh slogan moral. Di salah satu ruang kelas itulah Sitti Halimah mengajarkan Tuhan, bukan dengan suara keras, tapi dengan kesabaran. Ia guru agama di SD Negeri 001 Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Profesi yang katanya suci, tapi nasibnya sering lebih hina dari bangku reyot di sudut kelas.

Sitti Halimah bukan siapa-siapa. Ia bukan pejabat. Ia bukan pemilik kuasa. Ia hanya guru yang datang tepat waktu, pulang paling akhir, dan membawa pulang senyum palsu agar anak-anaknya tak ikut menanggung beban. Di rumah, ia ibu. Di sekolah, ia seharusnya pendidik. Namun takdir menuliskannya sebagai korban.

Baca Juga

IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026
Emak Mananti Lebaran

Emak Mananti Lebaran

Maret 23, 2026

Segalanya bermula dari pengucilan. Ia dilarang masuk ruang guru. Ruang yang seharusnya jadi tempat berbagi lelah. Ia diasingkan ke perpustakaan, tanpa fasilitas, tanpa kursi layak, tanpa hak berbincang. Ia tak boleh ikut kegiatan sekolah. Namanya dicoret dari grup komunikasi. Dalam sunyi itu, martabatnya dilucuti pelan-pelan. Bullying tidak selalu berteriak, kadang ia berbisik, tapi mematikan.

Lalu kekerasan itu datang, telanjang dan brutal. Kursi melayang. Sekop sampah menyusul. Benda-benda mati dijadikan alat kuasa. Di sekolah. Di hadapan nilai-nilai yang setiap hari ia ajarkan. Ironi itu menusuk. Guru agama diajari kekerasan oleh pemimpin pendidikan. Jika ini bukan satire paling kejam, entah apa namanya.

Tubuh Sitti Halimah menanggung luka. Psikologinya runtuh. Kondisinya merosot tajam hingga harus dirawat dan dirujuk ke Kota Tarakan. Foto dirinya terbaring lemah di ranjang rumah sakit menyebar. Kerudung cokelat, wajah pucat, selang infus terpasang. Seorang perempuan yang selama ini menampung beban orang lain, akhirnya tak sanggup lagi menampung dirinya sendiri.

Namun penderitaan tidak berhenti pada tubuh. Ia menjalar ke perut. Ke dapur. Ke rekening yang kosong. Kepala sekolah diduga menahan tanda tangan administratif, sebuah goresan pena yang menentukan hidup. Akibatnya, tunjangan sertifikasi selama satu tahun tak cair. Angkanya jelas, sekitar Rp45 juta. Setahun penuh bekerja, setahun penuh menunggu, setahun penuh dihukum tanpa pengadilan. Tanda tangan itu berubah menjadi algojo yang rapi, membunuh perlahan tanpa darah.

Kisah ini meledak bukan karena pejabat bicara, melainkan karena seorang anak menulis. Muhammad Nurhidayat, anak kandung Sitti Halimah, menumpahkan luka yang selama ini disimpan ibunya. Ia menulis tentang senyum yang dipaksakan, tentang kesabaran yang diperas habis, tentang seorang ibu yang tetap tegar meski dilempar kursi dan sekop sampah. “Mama dizolimi,” tulisnya. Kalimat sederhana yang menghantam nurani ribuan orang.

Warganet marah. Empati menjelma amarah kolektif. Nama kepala sekolah disebut dengan kecaman. Namun dari pihak terduga pelaku, sunyi. Sang Kepsek seperti ditelan bumi. Ia menghilang.

Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan akan melakukan investigasi. Sementara dari luar sekolah, suara datang lebih keras. Ikatan Alumni STIT Ibnu Khaldun Nunukan mengecam keras. Mereka menyebut tindakan itu melampaui batas kewenangan, mencederai martabat guru, melanggar kode etik pendidik.

Ini bukan sekadar konflik internal sekolah. Ini tragedi tentang kuasa yang lupa diri. Tentang pendidikan yang berubah jadi ruang intimidasi. Tentang guru agama yang mengajarkan sabar, tapi tak diberi keadilan. Jika pembaca menangis, jangan malu. Air mata adalah satu-satunya hal yang masih jujur di negeri kursi terbang dan tanda tangan yang membunuh perlahan.

Foto Ai hanya ilustrasi, sumber berita: msn.com

ADVERTISEMENT

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

camanewak

jurnalismeyangmenyapa

JYM

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 329x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 289x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 245x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 234x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 188x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post
Ketika Demokrasi Bercermin: Antara Efisiensi, Ingatan dan Hak untuk Memilih

Independen atau Terkendali: Catatan tentang Kekuasaan yang Diawasi

HABA Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026
Kabar Redaksi

Tema Lomba Menulis Bulan Februari

Februari 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com