• Latest
Inisiasi Gerakan Pemulihan Pasca Banjir Bandang

Membersihkan Sisa Bencana Perlu Juga  Dilakukan Terhadap Aparat Yang Culas

Desember 31, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Membersihkan Sisa Bencana Perlu Juga  Dilakukan Terhadap Aparat Yang Culas

Jacob Eresteby Jacob Ereste
Desember 31, 2025
Reading Time: 3 mins read
Inisiasi Gerakan Pemulihan Pasca Banjir Bandang
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

:

Oleh Jacob Ereste

Kayu gelondongan yang dimuntahkan sungai dan kali hingga menimbulkan bencana nasional pada pengujung tahun 2025, memang telah membuat banyak korban harta benda dan nyawa manusia yang tidak berdosa. Bencana akibat dari  penebangan kayu di konsesi hutan yang segarusnya berfungsi  menahan air dan membuat keseimbangan bagi alam yang juga berhak hidup lestari.

Baca Juga

Siapa Buat Laporan ke Prabowo, Pengungsi Tak Ada Lagi di Tenda?

Siapa Buat Laporan ke Prabowo, Pengungsi Tak Ada Lagi di Tenda?

Maret 22, 2026
Banjir Hidrometeorologi yang Menyisakan Kesengsaraan Panjang

Banjir Hidrometeorologi yang Menyisakan Kesengsaraan Panjang

Maret 22, 2026
Sekolah Korban Bencana Ekologis

Membaca Bahasa Alam dalam Nalar Ekologis 

Maret 21, 2026

Dalam perspektif spiritual itulah yang dimaksud bagian dari bahasa yang sudah diteriakkan dari langit yang luput dipahami dan dimengerti oleh manusia yang tamak dan rakus. 

Padahal para penerima konsesi hutan secara liar dan ugal-ugalan  itu diperoleh mereka yang sudah terbilang berkecukupan secara material, tapi sangat kekurangan dalam pengertian spiritual. Karena itu ketiadaan etika, moral dan akhlak manusia yang sudah diingatkan oleh Tuhan agar tidak membuat kerusakan di muka bumi telah diabaikan. Tanpa mengindahkan kepentingan orang lain, terutama bagi generasi berikutnya.

Katu gelindongan yang dimuntahkan oleh sungai dan kali itu dari perbukitan menuju muara jelas sebagai protes alam yang sudah hilang daya tahan dan daya serapnya untuk menampung curah hujan: Kayu gelondongan itu seakan hendak  membuktikan bahwa ketamakan dan kerakusan manusia sudah melampaui batas. 

Sebelumnya, ketika saat musim kemarau melanda, api pun sudah berulang kali melakukan  demonstrasi dengan menebarkan kabut asap, seakan hendak mengatakan juga bahwa api pun dapat membuat kekejian seperti yang dilakukan manusia.

Bahkan pada saat yang sama, angin puting beliung seakan menyapa keculasan manusia agar segera sadar untuk hidup dalam tatanan harmoni yang sering disebut para ahli agama dalam istilah sunnatullah — hukum alam — adalah hukum yang berada dalam otoritas Tuhan. 

Karena hujan, angin dan banjir serta api yang ganas itu memang lebih liar dari ketamakan dan kerakusan manusia yang mengeksploitasi alam seperti mengeruk isi perut bumi entah dalam bentuk apa saja, hingga pasir laut pun dijual demi untuk memperoleh picis. 

Kendati harta benda dan kekayaan yang dimiliki sudah berlimpah ruah hingga bisa menjamin anak cucu dan keturunan berikutnya yang tidak alang kepalang jika dibandingkan dengan rakyat banyak yang untuk memenuhi keperluan hidupnya hari ini saja sudah kelumpungan.

Oleh karena itu, kesadaran spiritual sebagai penegak pilar etika, moral dan akhlak mulia manusia   sangat diperlukan agar dapat hidup lebih sederhana dan bersahaja agar dapat mengendalikan hawa nafsu hewani yang tidak pantas dan tidak layak bersemayam di dalam batin dan jiwa manusia yang normal. 

Karena itu upaya membersihkan sisa-sisa bencana telah diisyaratkan  juga oleh bumi dan langit bahwa pembuat atau pelaku bencana di Indonesia yang jelas akibat oleh ulah manusia harus menjadi pioritas utama untuk segera dibersihkan. Seperti sejumlah anggota Kabinet Merah Putih yang telah nyata dan jelas sebagai pelaku utamanya. 

Mereka yang mengumbar konsesi, dan mereka yang terkait untuk menjaga hutan dan lahan serta melakukan kontrol terhadap mereka yang mengelola perusahaan  perkebunan maupun pertambangan harus mendapat sanksi yang keras. Ini harus, lantaran tidak hanya telah membuat rakyat semakin menderita, tetapi juga telah membuat pemerintah sulit untuk dipercaya hendak menunaikan amanah dari rakyat.

Pembersihan yang tuntas terhadap mereka yang terlibat dalam pemberian konsesi yang diobral hingga melakukan pembiaran — atau bahkan ikut melulundungi para pengusaha perkebunan, maupun pertambangan ini dibersihkan dari kabinet, lembaga maupun instansi terkait dengan kerusakan alam dan lingkungan hidup di berbagai tempat dan daerah. Sebab hanya dengan begitu cara terbaik pemerintah untuk memperbaiki kinerja dan citranya kerjanya untuk rakyat.

Pecenongan, 29 Desember 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Sebuah Puisi Esai tentang Bencana Sumatra dan Luka Ekologis(12)

Sebuah Puisi Esai tentang Bencana Sumatra dan Luka Ekologis(12)

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com