Puisi Anto Narasoma:
Akhirnya Mati
akhirnya,
tanah itu terkulai dalam tumpukan kekejian yang membawa kematian bagi tangan-tangan terkulai dalam genangan lumpur
yang menyisakan badai
air mata.
Puisi ini adalah jeritan sunyi tentang luka ekologis dan kemanusiaan di tanah Sumatra.
Baca puisi selengkapnya di:
https://orbitindonesia.com/detail/50143/karya-puisi-anto-narasoma-akhirnya-mati
Catatan
Jika Anda memiliki KISAH INSPIRATIF, PROGRAM BERDAMPAK, atau PRODUK/ BRAND yang ingin ditampilkan di OrbitIndonesia.com dan di 4 Medsos (IG, TikTok, FB, X) @insidepeople.id,
silakan hubungi admin melalui nomor WA 085353427038.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.














Discussion about this post