• Latest
Rumah Bu Guru Penuh Lumpur - 864a0c0f 638a 40ab 8598 50748dfa7252 | #Cerpen | Potret Online

Rumah Bu Guru Penuh Lumpur

Desember 13, 2025
48d7d57b-a685-47a6-bf7f-8bf53ffac0d0

Membaca Konsep Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Membangun Budaya Literasi  di Aceh

April 19, 2026
332cedb5-e6db-41bf-947d-3c3b781b4b41

Benteng Tauhid dan Sauh Keselamatan: Menjangkar Makrifat di Dermaga Eskatologi.

April 19, 2026
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
3a73ee9a-87d0-4bf2-aa52-0c77db8a9144

Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prestasi Akademik: Tinjauan Psikologi dan Bukti Empiris

April 19, 2026
IMG_0839

Demokrasi Di Ujung Tanduk?

April 19, 2026
d6285489-5291-4630-bb73-f4e571585b61

‎Ghost in the Cell: Bukan Sekadar Horor Fiksi, Melainkan Realitas Pahit Ketidakadilan Sistem

April 19, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Rumah Bu Guru Penuh Lumpur

Redaksi by Redaksi
Desember 13, 2025
in #Cerpen
Reading Time: 3 mins read
0
Rumah Bu Guru Penuh Lumpur - 864a0c0f 638a 40ab 8598 50748dfa7252 | #Cerpen | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Karya Hamdani Mulya

Bu Cut Aminah berdiri di depan rumahnya, matanya merah membengkak menahan air mata. Sungai Krueng Pase yang biasanya tenang, telah berubah menjadi hewan ganas yang meluap dan menyeret semua yang ada di depannya. Rumahnya, yang terletak di tepi sungai, tidak luput dari terjangan banjir. Dinding-dinding rumah retak, perabotan rumah hancur, dan lumpur hitam menutupi setiap sudut rumah.

Bu Cut Aminah merasa hancur. Ia telah mengajar di sebuah SMA Lhokseumawe selama lebih dari 20 tahun, dan rumah ini adalah impian yang telah ia wujudkan dengan susah payah. Suaminya, Cut Bang Ampon, selalu mendukungnya, dan bersama-sama mereka membangun rumah ini dengan cinta.

Setiap hari, Bu Cut Aminah harus pulang pergi dari kampungnya Geudong Pase menuju ke Lhokseumawe untuk mengajar. Ia tidak pernah mengeluh, karena ia tahu bahwa ia memiliki tujuan yang mulia, yaitu mendidik anak-anak Aceh.

Bu Cut Aminah memiliki prinsip bahwa “Guru adalah cahaya di tengah kegelapan.”

Tapi kini, semua itu telah berubah. Bu Cut Aminah merasa seperti kehilangan segalanya. Ia tidak tahu bagaimana akan memulai lagi, bagaimana akan membersihkan rumahnya, dan bagaimana akan menghadapi anak-anak didiknya di sekolah.

Saat banjir, akses jalan keluar dari rumahnya terisolasi. Jaringan listrik dan internet mati total. Bu Cut Aminah merasa seperti terperangkap. Ia tidak bisa menghubungi siapa-siapa, tidak bisa meminta bantuan. Ia juga harus menahan lapar karena kehabisan makanan pokok di rumahnya.

Cut Bang Ampon muncul dari surau tempat ia mengungsi, wajahnya lelah tapi masih tersenyum. “Aminah, kita akan mulai lagi dari awal,” katanya, memeluk istrinya.

Bu Cut Aminah menangis di pelukan suaminya, merasa bersyukur masih memiliki orang yang dicintainya. Sementara beberapa warga ada sanak kerabat yang meninggal dunia, karena terseret arus banjir. Bu Cut Aminah dan suaminya akan memulai lagi, membersihkan rumah, dan melanjutkan hidup dengan harapan baru.

Keesokan harinya, para teman guru seperti Pak Hasan, Pak Ismail, dan Pak Ahmad, beserta siswanya seperti Mahdi, Saiful, dan Fitri datang ke rumahnya, membawa peralatan membersihkan rumah Bu Cut Aminah. Mereka bekerja keras membersihkan rumah, mengangkat lumpur, dan memperbaiki kerusakan.

“Bu, kami ada di sini untuk Ibu,” kata Mahdi, sambil membersihkan lumpur di ruang tamu.

Bu Cut Aminah tersenyum, merasa bersyukur memiliki orang-orang yang peduli dengan dirinya. Ia merasa seperti memiliki keluarga besar yang selalu mendukungnya.

Selain itu, Bu Cut Aminah juga mendapat bantuan sembako dari warga sekitar dan organisasi kemanusiaan. Mereka membawa beras, minyak, dan bahan makanan lainnya, serta pakaian dan selimut.

Dengan bantuan semua orang, rumah Bu Cut Aminah mulai terlihat seperti semula. Dinding-dinding yang retak telah diperbaiki, perabotan rumah telah diganti, dan lumpur hitam telah diangkat.

Bu Cut Aminah berdiri di depan rumahnya, kali ini dengan senyum lebar. “Terima kasih, Allah,” katanya, sujud syukur. “Terima kasih, teman-teman, dan siswa-siswi yang telah membantu saya.”

Cut Bang Ampon memeluknya, “Kita akan selalu bersama, Aminah. Dan kita akan selalu kuat.”

Bu Cut Aminah merasa bahagia, merasa memiliki keluarga besar yang selalu mendukungnya. Ia tahu bahwa ia tidak sendirian, dan bahwa ia akan selalu memiliki orang-orang yang peduli dengan dirinya.

Dan dengan itu, Bu Cut Aminah kembali ke sekolah, dengan hati yang lebih kuat, dan semangat yang lebih besar, untuk mengajar anak-anak didiknya, dan untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Lhokseumawe, 13 Desember 2005

Riwayat Penulis
Hamdani Mulya adalah Guru SMAN 1 Lhokseumawe. Lahir di desa Paya Bili, Kec. Meurah Mulia, Kab. Aceh Utara 10 Mai 1979. Alumni Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Syiah Kuala (USK). Karya Hamdani Mulya dipublikasikan di harian Serambi Indonesia, Kutaradja, Waspada, Haba Rakyat, Majalah Fakta, Santunan Jadid, Seumangat BRR, Meutuah Diklat, dan Jurnal Al-Huda.

Puisinya juga terkumpul bersama penyair Indonesia dalam buku antologi puisi Dalam Beku Waktu (2003), Paru Dunia (2016), Yogja dalam Nafasku (2016), Aceh 5:03 6,4 SR (FAM 2017), dan Gempa Pidie Jaya (2017). Selain menulis puisi dan cerpen Hamdani juga menulis artikel pendidikan, sejarah, dan esai bertema lingkungan.

Hamdani Mulya telah berhasil menulis beberapa buku diantaranya berjudul Jejak Dakwah Sultan Malikussaleh dan Wajah Aceh dalam Puisi yang diterbitkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh tahun 2020.

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Rumah Bu Guru Penuh Lumpur - IMG_8933_11zon | #Cerpen | Potret Online

Echoes of a Lost Justice

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com