POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Kehebohan Miss Universe 2025: Drama, Sponsor, dan Suara Perempuan

Novita Sari YahyaOleh Novita Sari Yahya
November 10, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Novita Sari Yahya

Kehebohan Miss Universe 2025 yang berlangsung di Thailand dari 2 November hingga akhir bulan menyita perhatian masyarakat dunia, terutama pecinta pageant. Fenomena ini seolah membuktikan kebenaran pepatah lama: kalau tidak ada drama, itu bukan dunia pageant. Di panggung Miss Universe 2025, drama itu menjadi nyata dan tak terbantahkan.

Drama dimulai dari isu sponsor judi yang dianggap ilegal, sehingga aparat kepolisian Thailand turun tangan untuk menyelidiki penyelenggara acara. Kehebohan pun berlanjut ketika penyelenggara utama Miss Universe di Thailand menangis di hadapan publik akibat tekanan yang muncul. Adegan ini menjadi sorotan luas dan viral, menampilkan sisi rapuh dari organisasi yang selama ini dikenal glamor.

Selain isu sponsor judi, berhembus kabar mengenai sponsor pabrik minuman keras dari Meksiko yang terkait dengan ajang Miss Universe di negara dengan populasi Muslim terbesar. Isu ini menambah perhatian publik terhadap skandal yang seharusnya tidak ada di panggung kecantikan. Indonesia, sebagai salah satu negara dengan tradisi pageant kuat, hanya dapat menyaksikan dari jauh karena isu ini berkembang sangat cepat.

Drama mencapai puncaknya ketika delegasi dari Meksiko, Fátima Bosch, mengundurkan diri dari panggung dan melakukan walk-out setelah dihina secara terbuka oleh eksekutif penyelenggara. Tindakan ini kemudian diikuti oleh beberapa kontestan lainnya sebagai bentuk solidaritas. Solidaritas para kontestan ini menunjukkan bahwa panggung pageant bukan hanya tentang kecantikan visual, tetapi juga tentang harga diri dan suara perempuan.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan kritis: apakah perempuan hanya diposisikan sebagai bagian dari drama, sekadar tampil manis, berlatih public speaking, dan terlihat sopan santun seperti “Barbie” versi publik? Apakah nilai perempuan di panggung global hanya diukur dari kemampuan berjalan di catwalk dan menjawab pertanyaan singkat? Padahal, isu-isu kemanusiaan global, seperti konflik dan krisis di Sudan, menawarkan topik yang jauh lebih substantif dan relevan untuk menjadi ruang diskusi perempuan, khususnya di Indonesia.

Tidak berhenti di sana, beberapa laporan juga menyebut adanya penyelidikan polisi terhadap penyelenggara Miss Universe Thailand terkait dugaan sponsor judi, memperlihatkan bahwa panggung pageant modern tak lepas dari pengaruh sponsor yang abu-abu .

Drama ini jelas menantang paradigma tradisional tentang peran perempuan di pageant. Alih-alih hanya menjadi simbol estetika, perempuan di panggung ini mulai menuntut haknya untuk didengar. Fátima Bosch menegaskan bahwa dirinya bukanlah boneka yang diperlakukan semena-mena. Pesan ini mengguncang industri yang selama ini mengedepankan citra glamor tanpa banyak menampilkan konten substantif.

Dari semua gejolak ini, satu hal menjadi jelas: dunia pageant modern adalah perpaduan antara glamor, politik sponsor, dan dramatisasi personal. Panggung ini sekaligus menjadi cermin sosial, memperlihatkan bagaimana perempuan diperlakukan, bagaimana struktur organisasi beroperasi, dan bagaimana publik bereaksi terhadap ketidakadilan.

📚 Artikel Terkait

Kulepas Asaku di Taman Seribu Lampu Cepu

Suara Perempuan itu Terbayar di Udara

Puisi-Puisi Safri Naldi

Lebih Dekat dengan Majalah Anak Cerdas

Bagi Indonesia, fenomena ini menyiratkan beberapa pelajaran penting: pertama, panggung pageant seharusnya menjadi ruang pemberdayaan perempuan, bukan sekadar ajang estetika semata. Kedua, transparansi sponsor dan akuntabilitas penyelenggara harus menjadi prioritas agar nilai moral dan sosial tetap terjaga. Ketiga, perempuan harus memiliki platform untuk mengekspresikan gagasan dan advokasi mereka, termasuk isu-isu kemanusiaan dan sosial yang lebih substansial daripada sekadar penampilan fisik.

Kehebohan Miss Universe 2025 akhirnya bukan sekadar hiburan; ia adalah refleksi dari konflik antara citra glamor dan realitas sosial, antara persepsi dan substansi, antara tradisi dan perubahan. Mahkota itu memang menarik perhatian, tetapi suara perempuan yang berdiri tegak menuntut hak dan martabat jauh lebih berharga.

Seiring mahkota itu akhirnya terangkat, kita harus bertanya: mengangkat siapa? Dan bila mahkota itu jatuh, apakah kita hanya menyaksikan atau turut mengambil peran? Karena pada akhirnya, mahkota harus sadar akan maknanya, dan panggung harus sadar akan perannya.

Novita Sari Yahya

Penulis, Peneliti, dan National Director Indonesia 2023-2024

Referensi:

Detik Wolipop. (2025). Kisruh Miss Universe 2025: Finalis walkout hingga direktur menangis. https://wolipop.detik.com/entertainment-news/d-8196423/kisruh-miss-universe-2025-finalis-walkout-hingga-direkturnya-nangis

Ulasan.co. (2025). Miss Mexico walk-out usai dihina bodoh ajang Miss Universe 2025 berubah jadi drama panas. https://ulasan.co/miss-mexico-walk-out-usai-dihina-bodoh-ajang-miss-universe-2025-berubah-jadi-drama-panas/

Vietnam.vn. (2025). Hoa hậu Hoàn vũ bị cảnh sát điều tra vì nghi vấn quảng cáo cờ bạc. https://www.vietnam.vn/id/hoa-hau-hoan-vu-bi-canh-sat-dieu-tra-vi-nghi-van-quang-cao-co-bac

People.com. (2025). What Happened to Miss Mexico? All About the Miss Universe Pageant Controversy. https://people.com/what-happened-to-miss-mexico-all-about-miss-universe-pageant-controversy-11843995/

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Novita Sari Yahya

Novita Sari Yahya

Novita sari yahya penulis dan peneliti yang bergabung di Filantropi kesehatan PKMK FKKMK UGM dan Filantropi Indone

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Menimbang Relativisme Pahlawan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00