• Latest

Tutup Tambang Ilegal, Buka Tambang Rakyat: Solusi atau Kamuflase Baru?

Oktober 8, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Tutup Tambang Ilegal, Buka Tambang Rakyat: Solusi atau Kamuflase Baru?

Redaksiby Redaksi
Oktober 8, 2025
Reading Time: 2 mins read
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rivaldi

Ketika pemerintah berkoar “menutup tambang ilegal”, publik berharap ada perbaikan nyata. Namun sayangnya, kaset lama, judul baru kembali dimainkan dengan judul baru: tambang ilegal ditutup, tambang rakyat dibuka. Padahal akar masalahnya bukan semata soal legalitas, melainkan paradigma ekstraktif yang terus menjadikan alam sebagai objek eksploitasi tanpa batas.

Faktanya, tambang rakyat kerap hanya menjadi legalisasi penderitaan rakyat.

Rakyat tetap menjadi buruh di tanahnya sendiri, sementara pemodal dan alat berat masih dikuasai oleh segelintir elite. Nama boleh berubah, tapi air tetap keruh, hutan tetap gundul, dan tanah tetap kehilangan daya hidupnya. Legal bukan berarti berkeadilan.

Ironisnya, kebijakan ini sering dibungkus dengan narasi “pemberdayaan rakyat”. Padahal yang diberdayakan hanya segelintir pihak, sementara yang diberi daya rusak adalah bumi. Jika pemerintah benar-benar berpihak pada rakyat, maka seharusnya fokusnya bukan membuka tambang baru, tetapi membuka jalan keluar dari ketergantungan pada tambang.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Kita butuh transisi ekonomi pasca tambang pertanian hijau, energi terbarukan, koperasi rakyat, bukan tambang yang berganti nama.

Karena pada akhirnya, rakyat tidak butuh izin menggali bumi, rakyat butuh jaminan hidup tanpa harus menggali kubur masa depannya sendiri.

Tutup pertambangan ilegal, lalu buka tambang rakyat apakah solusi konkrit? padahal sama-sama berdampak untuk rakyat dan sama-sama mudaratnya untuk rakyat. ini jelas sebuah pradigma cacat berfikir yang sedang di buat oleh pemerintah untuk mengelabui rakyat, logika berfikirnya benar-benar cacat. Ini jelas  bukan sebuah solusi konkrit jika hanya pergantian nama dari ilegal menjadi tambang rakyat. Alam terus rusak dan rakyat selalu mendapatkan imbasnya.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 314x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 265x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 259x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Menjadi Petani Adalah Pilihan Nekat

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com