POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Menjadi Petani Adalah Pilihan Nekat

RedaksiOleh Redaksi
October 8, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh M. Taufiq

Ketua Daerah IGI Aceh Barat Daya

Memutuskan Pilihan untuk menjadi petani padi di negara yang pengelolaan negaranya tidak terlalu baik adalah salah satu kenekatan dalam hidup. Memberi tekanan pada petani padi dirasa menjadi sangat penting untuk saat ini, sebab beberapa orang dengan menanam sawit sering sekali mengklaim diri mereka adalah petani dengan penuh kebanggaan. 

Kata “petani’ saat ini sudah cenderung dikooptasi dan kemudian dimanipulasi dengan baik oleh kaum pemodal (pemodal yang dimaksud tentu saja merujuk alam tafsir pra kemerdekaan ketika Belanda menguasai perkebunan-perkebunan Hindia Belanda).

Jadi sudah sedikit, seharusnya kata “petani” mesti dikembalikan pada fitrahnya sebagimana pertama sekali kata tersebut muncul, yaitu manusia yang mengusahakan bahan pangan untuk diri sendiri dan orang lain.

Kembali kepada judul tulisan ini, kenekatan yang dimaksud tertanam sebagai karakter petani di negara kita adalah kenekatan dalam melawan alam (hama dan penyakit tanaman, cuaca dan kesuburan). 

Terkait hama dan penyakit tanaman para petani kita belum punya resep yang aman bagi tanaman dan diri mereka sendiri dalam mengelola hal ini, berharap kepada penyuluhpun akhir-akhir ini kegiatan mereka terkesan pasif, lambat bergerak yang pada ujung-ujungnya para petani menjadi sasaran tembak dalam meraup keuntungan oleh perusahaan-perusahaan pestisida kimia global. 

📚 Artikel Terkait

Kami Tidak Sekadar Bicara dan Berjalan: Perempuan Indonesia dan Pertarungan Akal Sehat di Ruang Publik

Jambo Politek Aneuk Nanggroe

Duta Puisi Esai Nasional Bertemu Staf Ahli Kemendikdasmen RI di Blora

Menolak Tegas PROKER Irrasional BEM USK Banda Aceh

Sedangkan membaca arah cuaca dan musim masih menggunakan metode rukyat; (meminjam istilah ramadhan) cuaca ditentukan saat matahari terbit, belum ada satuan lembaga yang mengeluarkan informasi prediksi cuaca setempat yang akurat dan terhubung dengan petani.

Jika saja seorang petani tersedia data cuaca yang akurat dan mudah diakses tentu mereka bisa merencanakan pekerjaannya dengan tepat dan akurat pula. 

Demikian juga halnya terkait pengelolaan kesuburan tanah, satu-satunya yang patut kita hargai dari pemerintahan yang sedang berjalan adalah kemampuan dalam menyediakan dan kemudahan akses pupuk kimia, namun demikian d isisi lain, penggunaan pupuk kimia dalam jangka waktu panjang terus saja menjadi perdebatan di kalangan ahli. 

Sedangkan kenekatan kedua adalah saat panen tiba, hasil kerja mengusahakan tanaman selama lebih kurang 100 hari, seharusnya menjadi “obat penenang” setelah berpeluh ria, namun para petani dihadapkan pada harga padi yang berada di bawah biaya budidaya tanaman padi dari awal. 

Harga padi yang layak tidak ditentukan oleh petani sendiri, tetapi oleh pihak yang memanfaatkan waktu sejenak (agen) untuk terlibat di dalam sistem pertanian. dititik ini kedaulatan petani terhadap hasil pertanian yang diusahakan tidak pernah ada. Pemerintah memang mentapkan harga intervensi lewat Peusahaan Umum Badan Usaha Logistik, tetapi dengan keterbatasan dana yang dimiliki pemerintah sendiri tentunya hal tersebut terlaksana dengan tertatih-tatih di lapangan dan ujung-ujungnya petani mendapatkan rugi saat panen, kondisi ini membuat petani kita terjebak menjadi petani subsisten (untuk konsumsi sendiri) yang berarti masih sangat jauh untuk disebut sebagai pemain agribisnis.

Terlepas dari dua kenekatan di atas, kenekatan yang paling mendasar sebenarnya adalah saat para tetua negeri kita memutuskan nasi sebagai makanan pokok, padahal alam kita sebelumnya telah menyediakan sumber energi yang bukan nasi untuk dikonsumsi, dari cerita tetua juga kita mengetahui sumber pangan non padi yang sebenarnya lebih unggul, tahan goncangan situasi dan minim pengelolaan yang rumit seperti sagu, ubi janeng/gadung, ubi talas dan beberapa yang lain. Salah satu dugaan yang paling mungkin kenekatan tetua kita memilih sumber pangan nasi adalah karena pengaruh peradaban India yang pernah menguasai pelosok dunia.

Lalu bagaimana kita menyikapi tiga kenekatan tersebut untuk saat ini? Kenekatan yang pertama dan kedua tentunya sangat dipengaruhi sejauhmana pemerintah mau (political will) menempatkan petani dalam siklus ekonomi nasional, namun sejauh ini penempatan uang 200 T di bank negara oleh menteri keuangan belum ada satu kalimatpun menyebut porsi untuk petani padi. Demikian juga kenekatan yang terakhir bisa kita pastikan tidak terlepas dari sentuhan para pengelola Negara kita misalnya dengan tidak membabat hutan sagu untuk dikonversi menjadi pemukiman atau tambang, eksistensi sumber pangan non nasi tentu juga dipengaruhi oleh kesadaran masyarakat untuk bangga mengkonsumsi sumber pangan lokal yang dikelola dengan biaya murah dan menyehatkan. Wallahualam

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

STEM dan Warisan Soekyarno

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00