POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Holistik dan Adaptif: Merancang Kurikulum dan Lingkungan Belajar untuk Daya Saing Abad ke-21

RedaksiOleh Redaksi
September 8, 2025
🔊

Dengarkan Artikel


oleh Dr. Mariman Darto, M.Si.*

Pendidikan adalah denyut nadi peradaban sebuah bangsa. Ia tidak hanya menuntut sistem yang canggih, tetapi juga ruh kepemimpinan dan keteladanan yang otentik. Tanpa figur panutan, sistem terbaik sekalipun akan terasa hampa dan gagal melahirkan perubahan sejati.

Sosok Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. menjadi prototipe pemimpin pendidikan yang membumi. Gaya kepemimpinannya yang tawaduk, sederhana, dan mengakar pada masyarakat adalah cerminan ideal. Beliau menunjukkan bahwa pemimpin sejati adalah ia yang tekun belajar dari denyut kehidupan rakyat dan menyimak suara mereka yang kerap terabaikan.

Kepemimpinan partisipatif semacam ini esensial untuk dunia pendidikan. Seorang pemimpin tidak lagi sekadar administrator yang mengatur dari menara gading, melainkan seorang inspirator yang menyalakan energi positif bagi guru, siswa, dan seluruh ekosistem pendidikan di sekitarnya.

Untuk mewujudkan cita-cita besar membangun negeri, diperlukan sebuah komitmen kolektif. Upaya menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul adalah kerja bersama yang menuntut kolaborasi solid antara pemerintah, institusi pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat.

Sinergi antara sekolah dan masyarakat menjadi kunci untuk menjaga iklim pendidikan yang kondusif. Keterlibatan aktif orang tua dan warga, mulai dari perencanaan hingga evaluasi program, akan membangun rasa kepemilikan. Ini adalah fondasi lingkungan belajar yang inklusif, aman, dan bebas dari kekerasan.

Di tingkat mikro, penguatan karakter menjadi prioritas. Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) adalah salah satu ikhtiar konkret untuk menanamkan rutinitas positif. Kebiasaan sederhana seperti bangun pagi, beribadah, dan gemar belajar membentuk fondasi kepribadian yang tangguh.

Tentu, setiap program membutuhkan tolok ukur. Rencana penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada November 2025 dapat dipandang sebagai upaya menghadirkan kembali standardisasi yang terukur. TKA diharapkan menjadi kompas untuk memetakan kualitas pendidikan secara nasional.

📚 Artikel Terkait

SIKLUS WAKTU

SI BUTA DARI GUA SAMPAH

Jalan Kaki Hingga 6 Km, Direktur CCDE Bantu Dua Sepeda untuk Dua Siswi MAN 4 Aceh Selatan

Melirik Tambang dan Masa Depan Tanah Gayo

Meskipun menuai perdebatan terkait pemerataan kualitas, TKA yang dirancang melalui kajian transparan diharapkan mampu menjadi pendorong motivasi belajar. Tujuan utamanya bukan sekadar kelulusan, melainkan menyediakan data akurat untuk perbaikan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Pada hakikatnya, proses pendidikan yang berkualitas adalah sebuah transformasi. Ia mengolah input (peserta didik) melalui proses pembelajaran yang holistik untuk menghasilkan output (lulusan kompeten) serta outcome (manfaat jangka panjang bagi masyarakat), seperti peningkatan kualitas hidup dan daya saing bangsa.

Misi mulia ini diemban oleh setiap satuan pendidikan. Penanaman nilai-nilai moral, pembiasaan sikap positif seperti integritas dan tanggung jawab, serta pengembangan potensi unik siswa adalah agenda utama. Tujuannya adalah melahirkan pribadi adaptif yang siap menjadi solusi di tengah masyarakat.

Untuk mencapai hal tersebut, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai adalah sebuah keniscayaan. Fasilitas yang baik bukan sekadar pelengkap, melainkan katalisator yang mempercepat transfer ilmu, meningkatkan kompetensi guru, dan menciptakan lingkungan belajar yang aman serta inspiratif.

Menghadapi tantangan era digital, kurikulum pun harus berevolusi. Pembelajaran koding, misalnya, tidak boleh hanya dipandang sebagai keterampilan teknis. Lebih dari itu, ia adalah sarana untuk melatih kemampuan berpikir komputasional, berimajinasi, dan berinovasi untuk kemanusiaan.

Di tengah derap langkah menuju kemajuan, kita tidak boleh melupakan prinsip keadilan. Pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak di lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) atau panti asuhan adalah cerminan keberadaban kita sebagai bangsa. Pendidikan adalah tiket mereka menuju masa depan yang lebih cerah.

Program seperti Beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) menjadi instrumen vital untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal. Bagi anak-anak dari keluarga miskin yang dititipkan di panti, akses pendidikan yang layak adalah harapan untuk memutus mata rantai kemiskinan.

Pada akhirnya, negara harus hadir dengan komitmen penuh. Memastikan hak atas pendidikan, pemenuhan gizi, perlindungan dari kekerasan, hingga kesehatan jiwa bagi anak-anak di panti asuhan adalah prioritas mutlak. Sebab, membangun generasi emas berarti merangkul dan mengangkat setiap anak bangsa tanpa terkecuali.

*Dr. Mariman Darto, M.Si. Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Ketidakjujuran Dalam Sistem Pendidikan dan Budaya Feodalisme Melahirkan oportunisme, Kemunafikan dan Korupsi di Indonesia

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00